Category: News

Empat Rudal Penjelajah Rusia Jatuh di Iran

Empat Rudal Penjelajah Rusia Jatuh di Iran

WASHINGTON – Para pejabat di Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengatakan, rudal-rudal penjelajah Rusia yang ditembakkan dari Laut Kaspia dengan sasaran di Suriah jatuh di Iran.

Dua pejabat yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, belum jelas apakah ada kerusakan akibat tembakan rudal ini.

Seorang pejabat mengatakan empat rudal keluar dari jalur tembakan.

Kantor berita Iran mengutip gubernur Provinsi Takab, Iran barat, yang mengatakan benda asing jatuh di satu desa.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan semua rudal menghantam sasaran yang diinginkan di Suriah.

Para pejabat Rusia mengatakan pada Rabu (7/10/2015) telah menembakkan 26 rudal penjelajah dari kapal tempur Rusia di Laut Kaspia dengan sasaran kelompok-kelompok jihad di Suriah utara dan barat laut.

Klaim bahwa rudal-rudal Rusia jatuh ke Iran ini muncul ketika NATO kembali menegaskan bahwa mereka akan membela sekutu mereka. NATO mengatakan telah mengubah prosedur yang memungkinkan pengerahan pasukan menjadi lebih cepat.

Perkembangan ini terjadi di saat Rusia meningkatkan keterlibatan militer mereka dalam konflik Suriah. Suriah sendiri menyambut baik “bantuan dari Rusia” dengan mengatakan serangan militer Rusia telah melemahkan kekuatan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau dikenal dengan nama ISIS.[] sumber: kompas.com

Banleg DPR Aceh Konsultasi Raqan BPRS Mustaqim di Kemendagri

Banleg DPR Aceh Konsultasi Raqan BPRS Mustaqim di Kemendagri

BANDA ACEH – Badan Legislasi (Banleg) DPR Aceh menggelar konsultasi Rancangan Qanun (Raqan) Perseroan Terbatas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Mustaqim ke Kemendagri, Jumat 9 Oktober 2015.

Konsultasi ini dipimpin Ketua Banleg DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, serta dihadiri Ketua Komisi I Abdullah Saleh, serta anggota Bardan Sahidin.

Rombongan DPR Aceh ini diterima oleh Kasubdit BUMN dan Kasi BUMD, Emile Girgio Boeky, ST, MSI, serta para pejabat Kemendagri lainnya. Bertemuan berlangsung di Gedung F Kemendagri.

“Kemendagri sangat mendukung beradaan Raqan ini dan diharapkan segera jadi qanun Aceh untuk meningkatkan sector ril UMKM,” kata Iskandar Usman kepada portalsatu.com, Jumat 9 Oktober 2015.

Sebelumnya, kata Iskandar, pihaknya juga bertemu dengan pengurus Persatuan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo).

“Kami diterima oleh Ketua Perbarindo Joko Suyanto dan pengurus di Kantor Perbarindo Pusat, Jalan M.T Haryono Menara Hijau Kav 33, Lantai 5. Kami banyak menerima masukan dari mereka,” kata Iskandar.

“Raqan ini hampir rampung dan bisa segera disahkan nantinya bersama sejumlah Raqan lainnya,” kata mantan aktivis mahasiswa ini. [] (mal)

Netizen Heboh, Kadispora Aceh Diduga Ngemis Uang Rp 2 Miliar dari PPTK

Netizen Heboh, Kadispora Aceh Diduga Ngemis Uang Rp 2 Miliar dari PPTK

BANDA ACEH – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, Iskandar Zulkarnaen, diduga menagih uang senilai Rp 2 miliar kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Permintaan ini disebut-sebut memicu keributan di Kantor Dispora Aceh.

Informasi Kadispora Aceh mengemis uang ini mulai merebak di dunia maya. Salah satu netizen yang diduga asal Aceh bahkan turut mempertanyakan informasi tersebut kepada Wakil Ketua DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan melalui akun facebooknya.

laporan 2 miliar

Bang, abangkan di DPRA, kami ingin tau, Kadispora ngemis duit ke PPTK untuk ngumpulin recehan Rp 2.000.000.000 yg akan diberikan untuk anggota dewan yg mengemis ke kadispora. bener ga bang, karena ribut nih di kantor Dispora Aceh, gara-gara si Kadis. Apa ini karena dia dapat jabatan beli, makanya harus ‘nyetor’. Mohon penjelasannya bang. Atau abang tanya aja sama Kadispora. Uang itu untuk setor ke siapa di DPRA. Terima kasih bang, mohon investigasinya atas kasus ini,” tulis salah satu warga di wall Facebook Teuku Irwan Djohan, Kamis, 8 Oktober 2015.

Portalsatu.com kemudian mencoba mengonfirmasi narasumber yang menyebutkan adanya dugaan Kadispora ngemis uang ke sejumlah PPTK tersebut. Sumber itu lantas mengatakan adanya konflik antara Iskandar Zulkarnaen dengan tim sukses yang mempromosikannya menjabat sebagai kepala dinas di Dispora Aceh.

“Kadispora tega memotong uang kegiatan kepala seksinya tanpa melihat bahwa kasinya masih hutang dalam kegiatan mereka,” kata sumber yang enggan ditulis namanya itu.

Dia mengatakan pemicu hal tersebut setelah Kepala Dispora Aceh memaparkan program di depan salah satu komisi di DPR Aceh. Saat itu, kata sumber tersebut, Iskandar Zulkarnaen kebingungan. Akhirnya dewan menanyakan program-program Dispora Aceh kepada para kepala bidang dan kepala seksi Dispora Aceh.

Sumber tersebut mengatakan beberapa pejabat dan pegawai di Dispora Aceh sudah mulai membicarakan hal ini di belakang Iskandar Zulkarnaen. “Itu yang kami dengar dari mulut para pejabat dan rekan-rekan kantor, yang benar dan yakin Rp 2 milyar itu betul diminta DPRA. Silakan tanya ke kasie yang jadi korban aja bang,” ujar sumber tersebut.

Namun sumber portalsatu.com tidak menyebutkan nama kasie atau kabid di Dispora Aceh yang menjadi korban pemotongan duit saat ditanya oleh wartawan.

Teuku Irwan Djohan dalam akun facebooknya mengaku mendapat pertanyaan yang sama dari beberapa warga lainnya perihal kasus tersebut.

Beberapa hari yg lalu juga sudah ada staf Dispora Aceh yg menanyakan hal yg sama kepada saya lewat Facebook juga… Katanya Kasie-Kasie di Dispora Aceh sedang kalang kabut dan ribut sampai semua staf jadi tau, bahwa Pak Kadis meminta para bawahannya mengumpulkan uang sampai 2 milliar untuk disetor ke DPRA.

Saya bingung mau jawab apa, karena gak pernah mendengar apalagi mengetahui soal ini… Yang minta 2 miliar itu siapa? Lembaga DPRA kah? Atau individu anggota DPRA? Dan yg diminta 2 milliar itu dalam bentuk apa? Uang tunai kah? Lalu alasannya meminta 2 milliar itu apa?

Saya tidak tahu soal ini… Nanti akan saya cari informasi ke Ketua DPRA, Sekwan dan anggota DPRA… Ada apa sebenarnya? Apakah memang DPRA ada meminta 2 milliar? Jika ada, siapa? … Atau jangan-jangan ada pihak yg “bermain” dengan membawa-bawa nama DPRA.

Jika memang ada pihak yg “bermain” untuk keuntungan pribadi, akan kita minta pihak yg berwajib untuk menelusuri dan membongkarnya… Jika memang Pak Kadispora merasa diperas oleh oknum tertentu di DPRA, sebaiknya Pak Kadispora mengambil jalur hukum, laporkan ke kepolisian, agar masalahnya terungkap dan oknum tersebut diminta keterangan dan pertanggungjawabannya.

Saya sendiri sudah lama sekali tidak ketemu dengan Kadispora, terakhir ketemu waktu upacara Haornas (Hari Olahraga Nasional) di halaman kantor gubernur,” tulis Teuku Irwan Djohan.[]

Foto: Barang Elektronik Berbahan Bambu di Pameran TTG Aceh

Foto: Barang Elektronik Berbahan Bambu di Pameran TTG Aceh

BANDA ACEH – Pria paruh baya asal Kecamatan Bogor Barat, Jawa Barat, ini sudah menekuni berbagai produk inovatif berbahan dasar bambu sejak 2012. Kreativitas ini diasahnya secara otodidak sehingga menghasilkan teknologi yang unik. Namanya Zainullah. Dia merupakan salah satu peserta pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XVII dan Pekan Inovasi Perkembangan (PIN) Desa Nasional I Tahun 2015 yang berlangsung di Stadion Harapan Bangsa Lhoong Raya, Banda Aceh.

Ditemui oleh portalsatu.com di stand Bambootronic, Posyantek Pondok Kreatif Bogor Barat pada Jumat, 9 Oktober 2015, Zainullah mengaku mampu menyulap bambu menjadi barang-barang yang bernilai tinggi.

“Sebelum bambu dimasukkan teknologi, kan murah. Jadi ketika sudah diberi inovasi dengan teknologi menjadi berharga,” ujar Zainullah.

Berikut beberapa barang elektronik berbahan dasar bambu ciptaan Zainullah:

bambootronic5
@Zahratil Ainiah
bambootronic3
@Zahratil Ainiah
bambootronic2
@Zahratil Ainiah
bambootronic1
@Zahratil Ainiah
bambootronic
@Zahratil Ainiah
zainullah
Zainullah dan jam bambu produksinya. @Zahratil Ainiah
Zainullah, Si Pencipta Barang Elektronik Berbahan Dasar Bambu

Zainullah, Si Pencipta Barang Elektronik Berbahan Dasar Bambu

BANDA ACEH – Pria paruh baya asal Kecamatan Bogor Barat, Jawa Barat, ini sudah menekuni berbagai produk inovatif berbahan dasar bambu sejak 2012. Kreativitas ini diasahnya secara otodidak sehingga menghasilkan teknologi yang unik. Namanya Zainullah. Dia merupakan salah satu peserta pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XVII dan Pekan Inovasi Perkembangan (PIN) Desa Nasional I Tahun 2015 yang berlangsung di Stadion Harapan Bangsa Lhoong Raya, Banda Aceh.

Ditemui oleh portalsatu.com di stand Bambootronic, Posyantek Pondok Kreatif Bogor Barat pada Jumat, 9 Oktober 2015, Zainullah mengaku mampu menyulap bambu menjadi barang-barang yang bernilai tinggi.

“Sebelum bambu dimasukkan teknologi, kan murah. Jadi ketika sudah diberi inovasi dengan teknologi menjadi berharga,” ujar Zainullah.

Zainullah berinisiatif membuat barang-barang tersebut lantaran potensi bambu di daerahnya berlimpah. “Di daerah saya banyak bambu, tetapi pemanfaatannya belum maksimal karena belum ada teknologi yang menyentuh bambu,” ujarnya.

Banyak teknologi bambu yang diciptakan oleh Zainullah. Di antaranya seperti jam gravitasi, lampion, lampu tidur, lampu belajar, jam dinding, tape yang bisa memasukkan hardisk dan USB, loudspeaker tape, dan loudspeaker gadget untuk laptop. Benda-benda tersebut merupakan karya cipta Zainullah termasuk desainnya.

Zainullah juga mampu membuat bambu menjadi sebilah papan. Selain itu, Zainullah juga yang menciptakan teknologi alat-alat untuk menciptakan papan bambu tersebut termasuk alat pres.

“Ini merupakan karunia yang diberikan Allah SWT untuk saya. Sudah banyak yang saya hasilkan, seperti jam yang harganya Rp100 ribu ini saja orang pesannya ratusan,” kata Zainullah sembari memperlihatkan karyanya.

Dia mengatakan barang hasil buatan tangannya tersebut dibanderol bervariasi, dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Dia mencontohkan seperti tape bambu yang dibanderol senilai Rp500 ribu. Selain itu ada juga jam bambu yang menggunakan media listrik sebagai tenaga dijual senilai Rp 2,5 juta dan jam gravitasi bumi yang bernilai jutaan rupiah.

Salah satu konsumen yang tertarik dengan jam gravitasi bumi berbahan bambu karya Zainullah adalah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Dia memesan jam tersebut saat mengunjungi stand Bambootronic Posyantek Pondok Kreatif Bogor Barat kemarin, Kamis, 8 Oktober 2015.[](bna)

Pameran TTG dan PIN Aceh: Stand Kemendagri Layani Pembuatan e-KTP dan…

Pameran TTG dan PIN Aceh: Stand Kemendagri Layani Pembuatan e-KTP dan…

BANDA ACEH – Stand Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengadakan layanan khusus berupa konsultasi Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang desa di arena Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) di Stadion Lhong Raya, Banda Aceh, Jumat, 9 Oktober 2015. Selain konsultasi UU tentang desa, stand ini juga melayani konsultasi profil desa, registrasi layanan e-KTP dan PKK.

“Ini kami ada talent project-nya dari desa yang telah mengurus servis publik di sebuah desa yang telah menggunakan IT untuk mengurus dokumen-dokumen desa,” kata Nirwana Tapiomas, salah satu penjaga stan saat dijumpai portalsatu.com siang tadi.

Program ini mendapat dukungan dari Gandang Harjanata selaku Kepala Desa Taman Martani, Kabupaten Sulaiman, Jakarta. Dia mengaku telah mengimplementasikan IT untuk pelayanan administrasi desanya.

“Alhamdulillah dengan ada sistem ini cepat, murah, akurat, efektif dan efesien. Kami juga binaan balai Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) di bawah Kemendagri,” kata Gandang, Kepala Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, saat dijumpai oleh portalsatu.com di arena TTG.

Gandang mengatakan dengan perkembangan zaman teknologi yang serba canggih serta memasuki era digital, pemimpin desa setidaknya bisa menggunakan perangkat IT.

“Warga sudah pakai IT, berarti selaku kepala desa yang mengurusi warga jangan sampai ketinggalan. Jangan sampai kita yang mengurus orang banyak tertinggal jauh dengan warga,” ujar Gandang.

Ia mengatakan kebutuhan masyarakat sekarang ini bukan hanya sandang, pangan, dan papan. Akan tetapi juga informasi.

“Sekarang muncul satu generasi baru, yaitu generasi digital. Kalau manual urusan catat mencatat seperti dahulu, sudah tidak zamannya lagi di era ini karena tidak efesien,” katanya.

Terlebih, kata dia, dokumen desa jarang yang akurat jika merujuk data dari pemerintah. Hal ini dilakukan untuk membangun desa.

“Sekarang bagaimana saya selaku kepala desa untuk mengetahui berapa usia produktif, berapa orang laki-laki, perempuan, jumlah penduduk keseluruhan, pekerjaan, itu kan saya harus tahu. Jika ada warga yang tidak produktif, kan bisa ditindaklanjuti. Karena untuk merencanakan sesuatu harus ada datanya, hal ini dilakukan untuk mengambil kebijakan,” katanya.

Amatan portalsatu.com, banyak warga memadati stand ini. Pangdam IM, Mayjen TNI Kuswanto bahkan ikut mengecek datanya melalui layanan yang disediakan stand Kemendagri ini pagi tadi. Ada juga warga yang mengurus pembuatan e-KTP yang langsung siap di stand Kemendagri tersebut.[] (bna)

Ketua IPPEMAS: Masih Ada Instansi di Sabang yang Tidak Paham UU Keterbukaan Informasi

Ketua IPPEMAS: Masih Ada Instansi di Sabang yang Tidak Paham UU Keterbukaan Informasi

BANDA ACEH – Ketua Umum Ikatan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Sabang (IPPEMAS), Putra Rizki Pratama, menyebutkan masih ada beberapa instansi publik di Sabang yang belum memenuhi Undang-Undang Keterbukaan Informasi.

“Bahkan yang disayangkan, masih ada pihak-pihak di instansi publik tersebut tidak paham akan UU Keterbukaan Informasi itu sendiri dan terkesan sengaja menutup jalan bagi masyarakat untuk mendapatkan hak memperoleh informasi yang bersifat publik,” ujar Putra melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com, Jumat, 9 Oktober 2015.

Hal ini juga disampaikan Putra kepada komisioner KIA saat berkunjung ke kantor tersebut pagi tadi. Kedatangan pengurus IPPEMAS ini juga bagian dari persiapan diskusi publik bertajuk ‘Mendorong Peran Pemuda Dalam Keterbukaan Informasi Dan Pelayanan Publik’ yang bakal dilaksanakan di Sabang pada 17 Oktober 2015 mendatang.

Dalam pertemuan itu, PB-IPPEMAS juga mengharapkan agar KIA mampu mendorong kesadaran menjalankan UU Keterbukaan Informasi untuk instansi yang ada di Sabang. Mereka juga berharap KIA bisa mendorong masyarakat Sabang agar mau mengambil bagian sebagai elemen kontrol sosial demi menjaga program pro masyarakat dan menekan tindakan KKN.

Hadir dalam pertemuan ini beberapa pengurus seperti Ketua Umum IPPEMAS Putra Rizki Pratama, Sekjen, Yusran Nasir, Ketua II, Dofa Muhammad Aliza, dan Sekbid Kesekretariatan Wijiasih Rahma Sari. Mereka diterima langsung oleh Ketua KIA Afrizal Tjoetra, M.Si dan beberapa komisioner KIA lainnya.

Dalam pertemuan tersebut komisioner KIA juga menjelaskan mekanisme uji akses informasi publik berdasarkan UU Keterbukaan Informasi.[](bna)

BPBD Pidie: Belum Ada Informasi Dampak Gempa

BPBD Pidie: Belum Ada Informasi Dampak Gempa

Banda Aceh  – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Apriadi menyatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi dampak gempa yang melanda kawasan tersebut.

“Saya belum menerima informasi dampak gempa dari para camat dan informasi gempa dari BMKG juga tidak ada,” katanya dihubungi di Banda Aceh, Kamis malam.

Ia menjelaskan saat gempa terjadi, warga di Kota Sigli sempat keluar rumah.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika merilis gempa yang terjadi sekitar pukul 20.56 WIB itu berkekuatan 4,9 SR dengan lokasi 4.8 LU – 96.17 BT dengan kedalaman 10 KM. Ada pun pusat gempa tersebut berada di darat 24 KM Tenggara Kabupaten Pidie.

“Setiap informasi gempa selalu kami terima, namun saat gempa terjadi di daerah sendiri kami tidak mendapat informasi cepat,” katanya.

Pihaknya berharap informasi gempa yang terjadi di daerah dapat diterima secepatnya seperti informasi yang kerap diterima saat terjadi di daerah lainnya.

Ia menambahkan pihaknya juga terus memantau perkembangan pascagempa yang melanda kawasan tersebut.

Gempa berkekuatan 4,9 SR tersebut juga dirasakan masyarakat di kawasan Aceh Besar dan Banda Aceh. | sumber: antara

Jam Astronomi Praha Hiasi Google Doodle Hari Ini

Jam Astronomi Praha Hiasi Google Doodle Hari Ini

COBA perhatikan tampilan Google hari ini, ada yang berbeda, bukan? Ya, Google, Jumat (9/10/2015), mengubah tampilannya dalam rangka memperingati ulang tahun ‘Jam Astronomi Praha’. Tanggal 9 Oktober merupakan ulang tahunnya yang ke-605.

Jam yang dalam bahasa setempat di wilayah Ceko disebut Prazsky Orloj, merupakan jam astronomi dari abad pertengahan yang terletak di Praha, ibu kota Ceko. Jam tersebut pertama kali dipasang pada tahun 1410, sehingga menjadikannya sebagai jam astronomi tertua ketiga di dunia dan salah satu jam tertua yang masih bekerja sampai saat ini.

Dinding selatan Old Town Hall di Old Town Square menjadi tempat di mana jam tersebut dipasang. Mekanisme jam itu sendiri terdiri dari tiga komponen utama, yaitu perhitungan astronomi, yang mewakili posisi matahari dan bulan di langit dan menampilkan berbagai rincian astronomi; “Perjalanan Para Rasul”, jarum jam yang setiap jamnya menunjukkan karakter para Rasul dan patung-patung bergerak lainnya-terutama sosok Kematian (yang diwakili oleh kerangka), yang paling mencolok; dan perhitungan kalender dengan medali-medali yang mewakili bulan.

astronomi

Asal mula jam astronomi ini disalahpahami selama berabad-abad. Banyak orang percaya bahwa pembuatnya adalah seorang ahli jam bernama Hanus, yang juga disebut Jan of Ruze, yang hidup pada abad ke-15. Cerita mengatakan bahwa jam itu dikagumi oleh banyak orang asing, tapi Hanus menolak untuk menunjukkan rencana konstruksinya kepada siapa pun.

Ketika Anggota Dewan Praha menemukan bahwa ia akan membuat yang lain, bahkan jam yang lebih baik, mereka menjadi cemburu dan membutakan matanya, sehingga ia tidak bisa menyelesaikannya. Kemudian ia diduga merusak jam astronomi tersebut sebagai balas dendam, dan tidak ada yang dapat memperbaikinya.

Namun, pembuat sebenarnya diketahui pada tahun 1961 dalam sebuah dokumen tua, yang menggambarkan perhitungan astronomi. Di dalam dokumen tua tersebut diungkap bahwa jam itu dibuat oleh Mikulas of Kadan pada tahun 1410. Dia mungkin bekerja sama dengan astronom dan profesor Universitas Charles, Jan Sindel.

Pada abad ke-16 jam astronomi itu diperbaiki dan ditingkatkan kemampuannya oleh Jan Taborsky. Namun, jam tersebut menderita kerusakan parah seiring berjalannya waktu. Bahkan, sempat muncul anggapan apakah jam tersebut harus dihentikan pada tahun 1780-an. Tak lama kemudian, jam itu berhenti bekerja untuk waktu yang lama.

Selanjutnya, perbaikan besar-besaran tak terelakkan dan itu terjadi pada tahun 1865. Jam tersebut dimodernisasi dan perhitungan kalender baru dibuat oleh Josef Manes. Kemudian pada tahun 1945 tentara Jerman merusak jam astronomi tersebut dan beberapa patung juga dibakar.

Patung-patung itu digantikan oleh replika dan yang mencolok dari jam itu adalah perubahan waktu yang ditunjukkan, dari waktu Ceko Kuno, menjadi Waktu Eropa Tengah.[] sumber: Liputan6.com

Soal Dana Desa, Ini Kata Beberapa Geuchik di Banda Aceh

Soal Dana Desa, Ini Kata Beberapa Geuchik di Banda Aceh

BANDA ACEH – Beberapa desa di Banda Aceh telah menerima Alokasi Dana Gampong atau dana desa dalam jumlah yang berbeda. Pencairan dana tersebut dikabarkan diterima oleh sejumlah perangkat gampong tanpa ada hambatan dari pihak-pihak tertentu.

“Alokasi dana desa yang kami terima sebanyak Rp 273 juta dan sampai sekarang memang tidak ada oknum meminta dana tersebut dari luar jalur resmi,” ujar Hasanuddin, Geuchik Gampong Peurada, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh kepada portalsatu.com, Jumat, 9 September 2015.

Dana desa tersebut nantinya akan dipergunakan untuk berbagai kemaslahatan gampong.

“Hasil rapat memutuskan untuk memakai dana tersebut untuk saluran pembuangan,” kata Sekretaris Gampong Peurada, Ayu.

Hal senada juga disampaikan oleh Geuchik Gampong Punge Blang Cut, Armaya Surya. Dia mengatakan pihaknya telah menerima dana desa tanpa ada kendala. Meskipun begitu, jumlah dana yang diterima oleh Gampong Punge Blang Cut berbeda dengan Peurada.

“Dana yang diterima sebesar Rp 191 juta dan sampai sekarang masih aman,” kata Armaya saat dihubungi oleh portalsatu.com melalui seluler.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Banda Aceh telah menyalurkan dana desa secara simbolis untuk 10 gampong di daerah tersebut pada Kamis, 1 Oktober 2015. Adapun ke 10 gampong yang menerima dana desa secara simbolis tersebut adalah Lamjabat, Lhong Cut, Punge Blang Cut, Ilie, Alue Deyah Teungoh, Jeulingke, Gampong Pande, Peunayong, Panteriek dan Seutui.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal sangat mengapresiasi dan menghargai pencapaian 10 gampong yang telah secara pro-aktif menyelesaikan seluruh proses yang dibutuhkan untuk pencairan dana gampong.

“Diharapkan 80 gampong lainnya akan termotivasi dan dapat segera menyusul sehingga perencanaan dan pembangunan gampong dapat segera terlaksana dengan baik,” katanya lagi. (Baca: Pemko Banda Aceh: 10 Desa Terima Dana Gampong Hari Ini)

Di beberapa tempat, di luar Kota Banda Aceh, penyaluran dana desa disebut-sebut menuai masalah. Salah satunya adalah adanya dugaan praktik jual beli peraturan bupati tentang petunjuk teknis progres pencairan Alokasi Dana Gampong seperti di Aceh Timur.

Menurut salah satu sumber portalsatu.com, Perbup juknis pencairan ADG ini dijual kepada para geuchik di Aceh Timur dengan harga bervariasi, mulai Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu per rangkapnya. Sementara itu, jumlah geuchik di Aceh Timur mencapai 513 orang berdasarkan data keseluruhan gampong.

“Untuk mendapatkan perbup itu setiap geuchik menyerahkan uang langsung kepada Kepala BPMPKS di ruang kerjanya,” ujar sumber portalsatu.com tersebut. (Baca selengkapnya: Kepala BPMKS Aceh Timur Diduga Jual Perbup Juknis Pencairan ADG).[](bna)