Category: Ekbis

Harga Premium Masih Bisa Berubah Sebelum 2016?

Harga Premium Masih Bisa Berubah Sebelum 2016?

JAKARTA – Pemerintah sudah memutuskan untuk tidak mengubah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium. Harga Premium tetap dibanderol Rp7.400 per liter untuk wilayah di dalam Pulau Jawa dan Rp7.300 per liter di luar Pulau Jawa.

Menurut Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto, harga Premium dapat berubah dengan melihat kondisi yang ada, seperti harga minyak dunia dan kurs Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

“Sangat memungkinkan (ada penyesuaian),” kata Dwi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (7/10/2015).

Dwi mengatakan, perubahan harga BBM jenis Premium akan sangat mungkin terjadi sebelum awal 2016. “Tidak harus menunggu 2016,” sebutnya.

Menurutnya, pemerintah memang sudah menetapkan evaluasi harga BBM akan terjadi setiap tiga bulan sekali. Namun, hal tersebut kata Dwi dapat saja berubah ketika negara membutuhkan stimulus untuk rakyat.

“Ya memang formulasi yang sekarang dipegang per tiga bulan, tapi manakala negara dalam hal masalah pertumbuhan ekonomi, negara butuhkan stimulus akan dievaluasi kapan saja,” imbuhnya.

Dengan tidak berubahnya harga Premium saat ini, Pertamina akan merugi. Hal ini tidak terlepas dari harga Premium masih di bawah harga keekonomian sekira 1-2 persen. “Sekarang itu harga kita itu masih di bawah harga keekonomian sekitar 1-2 persen, jadi memang kondisinya masih belum masuk di harga keekonomian,” kata dia.[] sumber: okezone.com

Pertani bakal Kantongi Dana PMN Capai Rp 500 M

Pertani bakal Kantongi Dana PMN Capai Rp 500 M

JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan dari dua badan usaha milik negara (BUMN) pertanian yang mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun depan, yaitu PT Pertani dan PT Sang Hyang Seri (SHS), hanya Pertani yang akan mendapat suntikan modal untuk tahun 2016.

Padahal sebelumnya, Rini Soemarno, Menteri BUMN mengajukan usulan PMN masing-masing sebesar Rp 250 miliar untuk Pertani maupun SHS. Hanya saja, DPR menolak usulan PMN untuk SHS.

Meski begitu, Rini tetap mendesak ada alokasi PMN untuk BUMN pertanian. “Sehubungan dengan kedaulatan pangan, fungsi Pertani dan SHS ada kemiripan. Kami mengusulkan untuk memindahkan usulan PMN untuk SHS kepada Pertani,” ujarnya Selasa (6/10).

Komisi VI DPR pun langsung menyetujui usulan tersebut. Dengan demikian, Pertani akan mendapat PMN total sebesar Rp 500 miliar tahun depan.

Refrizal, Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) beralasan, usulan PMN untuk SHS tidak disetujui karena manajemen perusahaan dinilai tidak sehat. Dia bilang, banyak informasi yang datang ke DPR bahwa karyawan perusahaan sudah delapan bulan tidak menerima gaji.

Dengan PMN sebesar Rp 500 miliar tahun depan, Pertani memperoleh jumlah yang lebih besar ketimbang PMN tahun ini yang hanya sebesar Rp 470 miliar.

Ilham Setiabudi, Direktur Utama Pertani menyebut, perusahaannya akan memanfaatkan dana PMN ini untuk pengadaan benih bersinergi dengan Perum Bulog.

Selain itu, tahun depan, Pertani akan memanfaatkan dana PMN untuk modal usaha. Saat ini, kapasitas produksi benih milik Pertani baru 40% karena modal kerja belum mencukupi.

Perusahaan itu berharap dengan tambahan PMN sebagai modal usaha bagi perusahaan, kapasitas produksi bisa maksimal 100% pada 2018.

Sedangkan, SHS yang tidak memperoleh PMN tahun depan menyatakan akan fokus mengoptimalkan dana PMN tahun ini yang sebesar Rp 400 miliar. Syaiful Bahri, Direktur SHS bilang, perusahaannya akan memanfaatkan PMN tahun ini yang hingga kini belum kunjung cair. Nantinya, PMN tahun ini akan digunakan untuk menjalankan program kerja perusahaan yang telah dirancang sebelumnya.

Syaiful bilang, dari rencana PMN sebesar Rp 400 miliar tahun ini, SHS  akan menggunakan sebanyak Rp 250 miliar untuk pengadaan benih kepada petani dan sebesar Rp 150 miliar sisanya untuk pembangunan pabrik di empat lokasi berbeda, yaitu Aceh, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat. [] Sumber: kontan.co.id

Foto ilustrasi

Harga Emas Dunia Naik 8,80 Dollar AS

Harga Emas Dunia Naik 8,80 Dollar AS

CHICAGO Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange memperpanjang kenaikannya pada Selasa (6/10/2015) waktu setempat (Rabu pagi WIB) untuk hari ketiga berturut-turut, mencatat penutupan tertinggi sejak 24 September.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember ditutup naik 8,80 dollar AS atau 0,77 persen, menjadi menetap di 1.146,40 dollar AS per ounce.

Para analis mengatakan, emas berjangka terus mendapatkan dukungan seiring dengan lemahnya data ekonomi AS baru-baru ini. Termasuk data ketenagakerjaan yang dirilis Jumat lalu, ternyata lebih rendah dari perkiraan, sehingga investor yakin bahwa Federal Reserve akan menunda menaikkan suku bunganya menjadi tahun depan.

Selain itu, emas juga diuntungkan oleh pelemahan dollar AS, yang jatuh terhadap mata uang utama lainnya seiring denagn turunnya ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga the Fed.

Di sisi ekonomi, defisit perdagangan barang dan jasa internasional Amerika Serikat meningkat menjadi 48,3 miliar dollar AS pada Agustus dari revisi 41,8 miliar dollar AS pada Juli, Departemen Perdagangan melaporkan Selasa. Analis mencatat bahwa emas terus meningkat setelah data dirilis pada Selasa pagi.

Sementara perak untuk pengiriman Desember menambahkan 27,60 sen atau 1,76 persen ditutup pada 15,984 dollar AS per ounce, sementara platinum untuk pengiriman Oktober naik 21,80 dollar AS atau 2,39 persen menjadi 934,70 dollar AS per ounce.[] Sumber: kompas.com

Foto ilustrasi

Izin Eksplorasi Migas Diharapkan Bisa Satu Atap

Izin Eksplorasi Migas Diharapkan Bisa Satu Atap

JAKARTA – Komite Eksplorasi Nasional (KEN) merekomendasikan perizinan satu atap di bidang usaha mencari dan menemukan minyak dan gas di Indonesia.

“Kerumitan jenis dan proses perizinan migas yang memerlukan waktu lama dan biaya besar harus dihentikan,” tegas Ketua Komisi Eksplorasi Nasional Andang Bachtiar di Balikpapan, Selasa, 6 Oktober 2015.

Izin-izin yang diperlukan untuk eksplorasi migas di Indonesia, disebutkan Andang, tidak kurang dari 100 izin. Saat ini pun sudah berhasil disederhanakan menjadi 40 izin saja.

Lebih jauh, KEN juga mengusulkan bahwa mengurus perizinan itu justru oleh pemerintah, dalam hal ini Direktorat Jenderal Migas ke instansi yang mengeluarkan izin.

Bachtiar mencontohkan misalnya sebuah blok migas baru sudah dimenangkan oleh satu kontraktor migas. Namun demikian, penandatanganan kontrak hanya akan dilakukan setelah urusan tumpang tindih lahan, bila ada demikian, juga izin pinjam pakai kawasan hutan sekiranya berlokasi di hutan, izin lingkungan (AMDAL), izin prinsip dan izin lokasi yang biasanya dikeluarkan bupati atau wali kota, dan lain-lain izin yang diperlukan usaha tersebut.

Dengan demikian, pemerintah yang mengurus semua izin tersebut. Sebagai pemerintah tentu semua izin dapat diproses dan dikendalikan dari dan oleh pemerintah sendiri.

“Jadi kontraktor tinggal kerja setelah kontrak ditandatangani. Terima clean and clear dari pemerintah c.q. Ditjen Migas,” kata Bachtiar.

Sebelumnya, KEN juga mengumumkan identifikasi potensi penambahan cadangan minyak dan gas Indonesia sebanyak 2,7 miliar barrel minyak plus 14 triliun kaki kubik (trillion cubic feet-TCF) gas atau setara 5,2 miliar barrel minyak.

“Identifikasi itu dari 108 struktur dari sumur-sumur penemuan migas yang sudah terbukti, namun belum ditingkatkan statusnya menjadi cadangan nasional,” kata Andang Bachtiar.

Selain cadangan yang sudah terbukti namun belum masuk cadangan nasional itu ada juga cadangan prospek sebesar 16,6 miliar barrel minyak ekuivalen. Indikasi migas diketahui dari struktur batuan dan tanah yang didapat dalam uji pengeboran. Menurut Andang Bachtiar, ada 120 struktur yang mendukung klaim 16,6 miliar barrel tersebut.

“Kalau 20 persen saja bisa terbukti, kita dapat sekurangnya 2 milar barrel,” kata Bachtiar bersemangat.

Komite Eksplorasi Nasional dibentuk 12 Juni 2015. Misinya adalah meningkatkan cadangan migas atau reserve replacement ratio (RRR) menjadi lebih dari 75 persen hingga 5 tahun ke depan.

Juga menjadi tugas KEN untuk menemukan cadangan migas baru dan mempercepat proses penemuan cadangan migas, yang semula antara 6-10 tahun menjadi 3-5 tahun sejak blok migas tersebut diserahkan kepada kontraktor oleh negara.[] sumber: tempo.co

Mualem Bahas Pengembangan Energi dengan PAG dan PLN

Mualem Bahas Pengembangan Energi dengan PAG dan PLN

JAKARTA – Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menggelar pertemuan dengan Presiden Direktur PT Perta Arun Gas (PAG) Teuku Khaidir dan General Manajer PLN Wilayah Aceh Bob Saril, di Jakarta, Senin, 5 Oktober 2015.

Dalam pertemuan itu, Mualem didampingi Sulaiman Bombay, Sayed Mustafa, Nazaruddin staf khusus Wagub Aceh bidang pengembangan energi, dan kalangan lainnya.

Sedangkan Teuku Khaidir dan Bob Saril didampingi unsur managemen PT PAG dan PT PLN Wilayah Aceh. Di antaranya, manajer bidang perencanaan, manager bidang SDM dan manager bidang hukum dan humas PLN Aceh.

Informasi diperoleh, pertemuan di Hotel Grand Sahid Jaya itu  membahas beberapa hal tentang pengembangan energi di Aceh. Kepada Mualem, Bob Saril menyatakan PLN siap membantu Pemerintah Aceh terkait listrik untuk kebutuhan industri.[]

Foto: Wagub Aceh Mualem bersama Presdir PT PAG Teuku Khaidir, GM PT PLN Wilayah Aceh Bob Saril dan jajarannya.@Adi Gondrong

Mantan Menteri Keuangan: Kalau Realistis, Anda Enggak Akan Jadi Presiden

Mantan Menteri Keuangan: Kalau Realistis, Anda Enggak Akan Jadi Presiden

JAKARTA – Mantan Menteri Keuangan era Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Chatib Basri mengkritik pedas target pertumbuhan ekonomi pemerintahan Joko Widodo.

Menurut dia, target pertumbuhan ekonomi terlampau tinggi dan tak realistis di tengah pelemahan perekonomian global saat ini.

Meski begitu, dia memaklumi bahwa ketidakrealistisan target tersebut merupakan “daya jual” di setiap gelaran kampanye. Bahkan kata Chatib, tanpa ketidakrealistisan itu, seseorang tak akan menang dalam pemilihan umum.

“Masalahnya kalau Anda realistis, Anda enggak akan jadi presiden, tapi akan jadi dosen. Kalau bilang pertumbuhan ekonomi itu hanya 4,5 persen (saat pemilu), enggak akan ada yang pilih ,” ujar Chatib dalam seminar ekonomi nasional di Jakarta, Senin (5/10/2015).

Di mata mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu, persoalan saat ini yang dibuat pemerintah adalah mematok target pertumbuhan terlalu tinggi. Akibatnya, ekspektasi masyakarat termasuk pelaku pasar begitu besar kepada pemerintah.

Namun sayangnya, ekspektasi besar itu tak sesuai realistis yang terjadi. Pertumbuhan ekonomi ternyata jauh dari apa yang digembar-gemborkan saat pemilu.

“Yang membuat persolan adalah ekspektasi terlalu tinggi. Orang percaya terjadi perubahan seketika. Saya enggak percaya perubahan drastis. Saya 10 tahun membantu pemerintah . Kalau yang bagus-bagus nanti saja pas laporan pertanggungjawaban, tapi dalam praktik idealistik,” kata dia.

Meski begitu, Chatib mengaku tak pernah pesimistis dengan masa depan Indonesia di bawah bendera kepemimpinan Presiden Jokowi. Baginya, yang mesti diperbaiki adalah kerealistisan itu. Bila itu dilakukan, dia yakin, Indonesia akan terus melangkah maju.

“Tahun 1998, semua orang bicara pertumbuhan ekonomi minus 13 persen, bicara Balkanisasi, orang bilang kita enggak akan bisa pilih presiden karena kita enggak percaya diri dengan pemilihan langsung. Tapi 2008, 10 tahun dari 1998, Indonesia jadi member G20 tuh. From zero to hero, ini yang harus kita bangun dan realistis dengan apa yang ada,” tandas Chatib dalam seminar itu.

Pada pemilu 2014 lalu, Presiden Joko Widodo bertekad meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7 persen. Meski demikian, Jokowi mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen bisa tercapai dengan berbagai persyaratan diantaranya iklim investasi yang kondusif.[] Sumber: kompas.com

Foto: Mantan Menteri Keuangan M.Chatib Basri

 

Tak Ada Irigasi, Petani Enam Desa di Aceh Utara Terpaksa Beli Air Mengairi Sawah

Tak Ada Irigasi, Petani Enam Desa di Aceh Utara Terpaksa Beli Air Mengairi Sawah

LHOKSUKON – Petani dari enam desa di Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, harus membeli air untuk mengairi sawahnya akibat tidak ada irigasi.

Enam desa itu meliputi Desa Hueng, Paya Beurandang, Deng, Alue Pangkat, Pulo U, dan Alue Kejruen.

Muhammad Amin, 46 tahun, petani Desa Alue Pangkat kepada portalsatu.com, Senin, 5 Oktober 2015 menyebutkan, kendala terbesar petani di desanya adalah ketiadaan irigasi sehingga petani harus membeli air untuk mengairi sawah.

“Sejak zaman jajahan Belanda hingga 70 tahun lamanya Republik Indonesia merdeka, irigasi tidak pernah ada di desa kami dan lima desa lainnya. Saat turun ke sawah, kami harus membayar Rp50 ribu per 1.200 meter lahan untuk sekali pengairan. Untuk satu kali masa tanam, bisa dihitung sendiri berapa biaya yang harus kami keluarkan,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini petani juga sering mengandalkan sistem sawah tadah hujan. Hanya saja terkadang musibah banjir membuat petani gagal panen sehingga merugi.

“Jika musim kemarau dan banjir, kami gagal panen, kecuali hujan seperti saat ini. Itu pun jika beruntung hingga panen nanti. Hasil panen tidak pernah maksimal, malah sering menurun,” kata Muhammad Amin.

“Di sini memang tidak ada irigasi. Selama ini petani mengairi sawah dengan menggunakan pompa air. Untuk memperoleh air, petani harus membayar ongkos pada pemilik pompa air. Kondisi ini semakin diperparah dengan hama bana yang saat ini menyerang padi. Hama bana membuat padi memerah dan mengancam kualitas padi yang dihasilkan,” katanya.[] (bna/*sar)

Ponsel Jadul Nokia Berhasil Kalahkan iPhone 6?

Ponsel Jadul Nokia Berhasil Kalahkan iPhone 6?

MESKI sudah terjual sebanyak 71,5 juta unit di seluruh dunia, iPhone 6 bukanlah ponsel paling laris. Perangkat buatan Apple tersebut harus “bertekuk lutut” dari feature phone buatan Nokia, 1100.

Nokia 1100 merupakan ponsel sederhana, yang tidak dirilis dengan kemampuan untuk berselancar di dunia maya. Perangkat ini pun tidak secanggih iPhone, tanpa dilengkapi dual kamera dan layar lengkung.

Akan tetapi, perangkat yang dirilis pada tahun 2003 lalu ini punya fitur-fitur yang dianggap sangat keren pada masanya, seperti senter, pegangan antiselip, dan antidebu.

Lantas, berapa banyak unit 1100 yang berhasil dijual Nokia? Hanya dalam hitungan lima tahun, perangkat ini berhasil terjual sebanyak 250 juta unit.

Dengan jumlah sebanyak itu, Nokia 1100 tidak hanya menjadi ponsel yang paling laris di dunia, tetapi juga menjadi perangkat elektronik konsumer tersukses hingga saat ini.

Apa yang membuat perangkat ini begitu laku? Jawabannya sangat sederhana, Nokia 1100 sangat murah. Produk ini dibanderol hanya sekitar 100 dollar AS atau untuk ukuran tahun 2003 seharga Rp 900.000.

Dengan harga seperti itu, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Phone Arena, Senin (5/10/2015), pengguna akan mendapatkan perangkat yang memiliki senter secara built-in, ringtone monophonic (36 tersedia langsung, 7 yang bisa dibuat sendiri), cover yang bisa diganti, penyimpanan 50 SMS, mengisi kontak hingga 50, dan masa hidup selama 400 jam dalam sekali isi baterai.

Yang paling penting, Nokia 1100 dilengkapi dengan game sangat populer kala itu, yakni Snake II dan Space Impact.

Saat ini, ponsel terlaris di dunia ini sudah tidak diproduksi lagi. Akan tetapi, menurut rumor yang berkembang, Nokia akan melahirkan kembali perangkat tersebut dalam wujud smartphone berbasis Android.

Informasi tersebut pernah muncul di Geekbench, situs penyimpanan informasi benchmark. Perangkat itu dikatakan akan memiliki sistem operasi Android 5.0 Lollipop, SoC MediaTek MT-6582 1,3 GHz quad-core, dan RAM 466 MB.

Hingga saat ini, Nokia masih bungkam perihal Nokia 1100 versi Android tersebut. Mungkinkah Nokia benar-benar akan menghidupkan kembali Nokia 1100? Kita tunggu saja.[] sumber: kompas.com

Pemerintah Jepang Ancam Indonesia, Kenapa?

Pemerintah Jepang Ancam Indonesia, Kenapa?

JAKARTA — Pemerintah Jepang meradang atas keputusan Indonesia menunjuk investor China sebagai pemenang proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung.

Bahkan, negara ini mengancam akan mengevaluasi seluruh kerja sama ekonominya dengan Indonesia hingga mencabut investasinya di Indonesia.

Jika ancaman ini benar, Indonesia patut waspada. Sebab, menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jepang merupakan negara dengan rasio realisasi investasi paling tinggi di Indonesia, yaitu sekitar 62 persen.

Pada semester-I 2015, total realisasi investasi Jepang di Indonesia berada di peringkat ketiga sebesar 1,6 miliar dollar AS atau 11,3 persen dari total realisasi investasi penanaman modal asing (PMA).

Posisi pertama ditempati Malaysia dengan 2,6 miliar dollar AS, sementara posisi kedua ditempati investor Singapura dengan 2,3 miliar dollar AS.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Sofyan Djalil mengakui kekecewaan Pemerintah Jepang tersebut.

Pekan lalu, Sofyan telah diutus oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Jepang Taro Aso.

Sofyan telah menjelaskan kepada Pemerintah Jepang bahwa keputusan pemerintah RI soal kereta api cepat didasari oleh pertimbangan rasional.

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan komitmen untuk tetap melanjutkan kerja sama ekonomi dengan Jepang.

“Kepentingan Jepang di Indonesia lebih luas, lebih dari sekadar kereta cepat,” ujarnya, Jumat (2/10/2015).

Dalam kunjungan itu, Indonesia juga menawarkan proyek-proyek lain kepada sejumlah lembaga keuangan Jepang. Itu untuk menjelaskan bahwa Indonesia membuka kerja sama untuk pendanaan dalam proyek lainnya.

Hanya gertak sambal

Pengamat ekonomi internasional dari Center Strategic and International Studies (CSIS), Haryo Aswicahyono, menilai, ancaman Jepang hanya pernyataan emosional.

Ini tak ubahnya gertak sambal, apalagi pembatalan perjanjian bisnis tidak mudah.

Kerja sama investasi di antara kedua negara juga tak hanya antar-pemerintah, tetapi lebih banyak business to business.

“Saya pikir Indonesia harus tenang, jangan terlalu khawatir,” ungkap Haryo kepada Kontan, Minggu (4/10/2015).

Dia melihat kejadian ini hanya bagian kecil dari pasang surut hubungan dagang kedua negara. Toh pada gilirannya, kedua negara ini akan cepat selesai.

Terlebih lagi, hubungan RI-Jepang selama ini selalu mesra, terlihat dari tingginya investasi Jepang ke Indonesia.

Hubungan kerja sama yang terjalin lama tidak akan mudah diakhiri karena banyak pihak yang terlibat. Lebih dari itu, Jepang selama ini lebih untung dari hubungan dagang dengan Indonesia.

Indonesia menjadi salah satu pasar yang sangat besar untuk produk Jepang. Bahkan, lima tahun terakhir, Jepang lebih banyak menikmati surplus dari perdagangannya dengan Indonesia.

Toh, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi Pemerintah RI dalam membina kerja sama.

Terlepas dari alasan pemerintah untuk lebih berorientasi ke China dibanding Jepang, Haryadi berharap, Pemerintah Indonesia lebih berhati-hati dalam menawarkan proyek.

Selain itu, komunikasi yang baik sangat penting agar kekecewaan Jepang tidak berlarut dan merugikan dunia usaha.[] sumber: kompas.com

Harga Emas Antam Dibuka Naik Rp 7 Ribu, jadi Rp 581 Ribu per Gram

Harga Emas Antam Dibuka Naik Rp 7 Ribu, jadi Rp 581 Ribu per Gram

Harga emas batangan di Unit Bisnis Pengolahan dan Penjualan PT Aneka Tambang dibuka naik Rp 7 ribu menjadi Rp 581 ribu per gram dari sebelumnya Rp 574 ribu per gram.

Hari ini emas di Jakarta dijual pada kisaran Rp 541.600 hingga Rp 581.000 per gram. Harga tersebut mulai terbesar untuk ukuran 1 gram dan harga terkecil untuk ukuran 500 gram.

Harga pembelian emas kembali (buyback) juga dibuka naik Rp 3 ribu menjadi Rp 510 ribu per gram dari sebelumnya Rp 507 ribu per gram.

Berikut harga emas dikutip dari laman resmi logammulia.com Senin (5/10).

Harga emas 1 per gram Rp 581.000

Harga emas 5 per gram Rp 552.000

Harga emas 50 per gram Rp 543.000

Harga emas 100 per gram Rp 542.500

Harga emas 250 per gram Rp 542.000

Harga emas 500 per gram Rp 541.000

[] Sumber: merdeka.com

Foto ilustrasi