Category: Ekbis

Nilai Tukar Rupiah Kian Menguat

Nilai Tukar Rupiah Kian Menguat

JAKARTA – Laju pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika (USD) kembali menguat siang ini. Bahkan, Rupiah menyentuh titik terkuat yaitu Rp 13.289 per USD pada pukul 11.30 WIB.

Data Bloomberg mencatat, Rupiah dibuka Rp 13.595 dan terus menguat hingga kini.

Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga mengatakan pesimisme The Fed dini hari tadi serta kenaikan harga komoditas mengembalikan sentimen positif terhadap Rupiah pada hari ini, walaupun kenaikan tajam yang dimulai awal pekan ini bisa terkoreksi.

“Karena tanpa adanya dukungan pasokan dolar AS tambahan, baik dari investor maupun Bank Indonesia,” ujar Rangga dalam riset harian, Jakarta, Jumat (9/10).

Akan tetapi, Rangga melihat, Bank Indonesia masih akan menunjukkan keinginannya untuk menguatkan Rupiah yang diklaim pada saat ini masih terlalu lemah dibandingkan nilai wajarnya.

Tak hanya Rupiah, nilai tukar Ringgit Malaysia melonjak tajam terhadap dolar Amerika (USD) pada perdagangan Jumat (9/10). Hal ini didorong sentimen kuat dari pelemahan USD setelah rilis hasil notulensi Federal Open Market Committee (FOMC) meeting dini hari tadi.

Dilansir dari Thestar, Ringgit dibuka di level RM 4,1510 per USD atau menguat dibanding penutupan kemarin di RM 4,2330 per USD.

Dolar AS melemah secara global setelah pertemuan FOMC yang mengisyaratkan kalau bank sentral Amerika atau The Fed mempertahankan suku bunga acuan.

“Ini memicu minat yang kuat terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Ringgit. Ini juga dibantu peningkatan harga minyak dunia,” pernyataan pedagang valas di Malaysia, Jumat (9/10).

Ringgit Malaysia juga diperdagangkan menguat terhadap mata uang utama lainnya. Ringgit menguat terhadap dolar Singapura ke level RM 2,9595 per dolar Singapura. Kemudian, Ringgit juga menguat terhadap yen di level RM 3,4606 per yen.[] sumber: merdeka.com

Rupiah Jumat Pagi Dibuka Menguat 396 Poin

Rupiah Jumat Pagi Dibuka Menguat 396 Poin

Jakarta – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi bergerak menguat sebesar 396 poin menjadi Rp 13.491 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.887 per dolar Amerika Serikat.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat mengatakan bahwa ketersediaan dolar AS yang bertambah di dalam negeri menyusul beberapa kebijakan pemerintah yang telah dikeluarkan masih menjadi salah satu sentimen positif bagi mata uang rupiah.

“Kebijakan ekonomi oleh pemerintah ditambah kebijakan moneter dari Bank Indonesia direspon positif kalangan pelaku pasar uang,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sentimen dari harga minyak mentah dunia yang dalam beberapa hari terakhir ini berada dalam tren penguatan menambah sentimen positif bagi rupiah termasuk mata uang negara berkembang lainnya. Minyak mentah dunia saat ini mulai bergerak ke level 50 dolar AS per barel.

“Penguatan yang terjadi pada rupiah ini tentunya diharapkan masih dapat berlanjut. Meski rawan aksi ambil untung oleh spekulan, namun sifatnya belum signifikan mengingat sentimen di dalam negeri masih cukup baik,” katanya.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa dolar AS melanjutkan pelemahan terhadap mayoritas mata uang dunia menyusul belum adanya kepastian kenaikan suku bunga bank sentral AS (Fed fund rate).

“Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunganya di tengah kondisi perekonomian global yang belum pulih terutuama dari Tiongkok,” katanya.

Menurut dia, lembaga dana moneter internasional (IMF) yang memangkas outlook pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini meningkatkan kecemasan the Fed sehingga menunda kenaikan suku bunga hingga tahun depan.

“IMF memperkirakan perekonomian global kemungkinan hanya menunjukkan pertumbuhan 3,1 persen di 2015, atau lebih rendah 0,2 persen dibanding proyeksi sebelumnya pada bulan Juli lalu,” katanya. | sumber: tempo.co

APBK Perubahan Pidie Capai Rp1,8 Triliun

APBK Perubahan Pidie Capai Rp1,8 Triliun

SIGLI – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Perubahan 2015 sebesar Rp1,8 triliun lebih. Pengesahan ini dilakukan usai pembahasan yang dilakukan selama 10 hari sejak 28 September 2015 lalu.

Berdasarkan data yang diterima portalsatu.com, APBK Pidie Perubahan mengalami penambahan disebabkan adanya tambahan penerimaan dari sejumlah sektor. Termasuk penerimaan dana bantuan gampong yang mencapai Rp106 miliar lebih. Selain itu juga terdapat tambahan penerimaan di pos lainnya sehingga angka APBK Perubahan terhitung besar.

Sementara dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan dari panitia anggaran eksekutif yang diajukan sebesar Rp 1,699 triliun. Usulan tersebut dilakukan berdasarkan adanya tambahan anggaran sebesar Rp 266 miliar lebih yang ditambah dengan APBK sebelum perubahan sebesar Rp 1,43 triliun lebih.

Namun setelah melalui pembahasan antara panggar eksekutif dan panggar legislatif selama sepuluh hari melalui sidang anggaran, maka terjadi penambahan sumber pendapatan, belanja, pembiayaan dan pengeluaran.

Sidang paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRK Pidie, Muhammad AR, S.Pd dan dihadiri Wakil Bupati Pidie, M Iriawan serta seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) serta Muspida lainnya.[](bna)

Laporan: Zamah Sari

Niat Serius Khairul Membumikan “Ija Kroeng” Made in Aceh

Niat Serius Khairul Membumikan “Ija Kroeng” Made in Aceh

KAIN sarung bagi orang Aceh adalah kebutuhan. Tidak ada orang Aceh yang tidak memilikinya, bahkan dalam seserahan asoe talam pengantin selalu menyertakan kain sarung di dalamnya. Kebiasaan-kebiasaan orang Aceh inilah yang kemudian menginspirasi Khairul Fahri Yahya, atau biasa disapa Cek Loe, membuat usaha kain sarung merk “Ija Kroeng.”

Selain itu, kain sarung menjadi pakaian yang paling disukai Cek Loe sejak kecil. Menurutnya kain sarung memiliki multi fungsi sejak masa perang dulu. Jika di hutan kain sarung selain sebagai pakaian juga bisa dipergunakan untuk beribadah, dan fungsi itu tidak berubah walau dunia kian moderen.

Prinsip mendirikan usaha Ijakroeng bagi Cek Loe cukup simple, yakni melengkapi penampilan sehari-hari. Berkain sarung juga bagian penting dari fashion, sekalian fahion dalam beribadah. Tentu bukan hanya itu, “Ija Kroeng” karya Cek Loe pun dikemas menggunakan bahan katon asli 100 persen. Tujuannya supaya pengguna kain sarung merasa nyaman, baik untuk fashion maupun busana ibadah.

Tidak hanya sampai di situ, Ija Kroeng juga mengeluarkan produk dalam standar dunia, baik dari kerapian maupun warna yang dipilih. Hitam dan putih adalah warna khas Ija Kroeng. Namum juga terdapat warna spesial tergantung selera.

Cek Loe mengatakan pihaknya menyiapkan edisi khusus bagi pencinta kain sarung dalam cetakan terbatas untuk hari-hari besar Islam.

“Seperti lebaran Idul Fitri lalu kami memproduksi warna-warna polos dan bagus, seperti marun, hijau, dan abu-abu, itu hanya diperuntukan untuk hari-hari besar saja dengan warna khusus pula,” kata Khairul Fahri Yahya, pemilik usaha Ija Kroeng ketika ditemui di tempat usahanya di Residen Danu Broto No. 13, Geuce Kaye Jato, Banda Aceh, beberapa waktu lalu.

Produksi Ija Kroeng sebenarnya juga punya kekhususan luar biasa, bahan katon 100% didatangkan dari luar Aceh dan diproduksi di Aceh. Ukuran disiapkan untuk dewasa dan anak-anak. Cukup bagus bila menjadi fashion sarung keluarga.

Tidak sampai di situ, berbahan sama, Ija Kroeng terus mengkreasikan produk fashion lainnya. Salah satunya adalah Godi Bag (tas kain), Balum Chut (Tas Ikat), syal putih polos, dan T-Shirt (belum rilis).

Ija KroengCek Loe mengatakan Ija Kroeng akan terus bergerak memperkenalkan ornamen yang dimiliki suku-suku di Aceh. Pada tahun pertama pihaknya sedang mempersiapkan ornamen dari Gayo, mulai Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, hingga Alas, Aceh Tenggara. Ornamen itu akan ditemui di setiap produk Ija Kroeng selama setahun penuh. Setelah itu, kata dia, tahun berikutnya akan berubah dengan ornamen lainnya dari suku yang ada di Aceh.

“Kita ingin menduniakan kekakyaan ornamen di Aceh lewat kain sarung,” ujar Cek Loe.

Namun ayah satu orang anak ini mengaku masih harus terus berjuang mempersiapkan kebutuhan produksi Ija Kroeng. Terutama soal sumber daya manusia yang sulit, bahkan sakin sulitnya Cek Loe harus turun ke kampung-kampung untuk mencari tenaga penjahit. Pasalnya di balai pelatihan tidak tersedia tenaga tersebut.

“Beberapa penjahit yang sempat bergabung mengaku tidak sanggup dengan standar mutu yang diminta,” kata Cek Loe.

Walau agak sulit membangun usaha di Aceh, CV Berlindo, perusahaan milik Cek Loe yang memproduksi “Ija Kroeng” tidak menyerah. Memulai usaha di Aceh pada awal 2015, Cek Loe optimis jika “Ija Kroeng” made in Aceh dapat menembus pasar dunia. Alasannya, hasil penelusuran yang dilakukan Cek Loe membuktikan, belum ada produksi kain sarung di Indonesia yang mengutamakan kualitas, terutama kualitas bahan untuk membuat kain sarung.

“Ija Kroeng diproduksi dengan kualitas kain berdaya tahan kuat, selain itu dibuat dengan “handmade” (buatan tangan-red) yakni bukan menggunakan mesin, termasuk dalam memberi motif yang dilukis langsung dengan cat kain berkualitas dan tidak luntur,” ujar pria kelahiran 1980 silam di Geuce Kaye Jato Banda Aceh ini.

Sebagai lulusan mahasiswa Politeknik Lhokseumawe dan menyandang gelar sarjana teknik di Unsyiah tidak membuat Cek Loe takut membangun usaha “Ija Kroeng” di Aceh.

Ija Kroeng fb
@Dok Ija Kroeng

Sebelumnya Cek Loe bekerja di International Federation Redcross (IFR) di Banda Aceh pada 2007. Melalui lembaga ini dia kemudian dikirim mewakili Aceh ke Jerman di bidang mechanical engineering. Namun tidak lama Cek Loe mengundurkan diri dari IFR dan memilih magang di Bloomberg, sebuah perusahaan pengolahan limbah secara bio. Dia kemudian meneruskan pelatihan di Aqua Nostra, sebuah perusahaan yang mengelola pengolahan limbah.

Dia kemudian kembali ke Aceh tidak beberapa lama mengikuti pelatihan di Aqua Nostra. Sesampainya di Aceh, IFR meminta Cek Loe kembali bekerja. Namun kali ini Cek Loe diminta memilih bekerja di Aceh atau Jogjakarta.

Suami Rakhila Atien ini kemudian memilih bekerja di Jogjakarta meskipun tidak lama kemudian mengundurkan diri. Dia lantas kembali ke Jerman untuk beberapa lama guna melanjutkan studi.

Cek Loe mengaku sudah menekuni pembuatan kain sarung sejak 2006. Namun saat itu produksi kain sarung miliknya hanya untuk kebutuhan pribadi. Hasil olahan tangannya ini diminati oleh beberapa rekannya, termasuk Senator Aceh, Rafly Kande. Musisi ini termasuk orang pertama yang menggunakan karya Cek Loe dan menjadikannya sebagai fashion favorit hingga sekarang. Rafly turut membantu Cek Loe mempromosikan Ija Kroeng hingga ke Inggris dalam pementasan Kande Band beberapa waktu lalu.

Kini Cek Loe disibukkan mencari formula baru agar produknya dapat diterima masyarakat. Dia juga mengaku kondisi pemasaran di Aceh masih terbilang lemah lantaran Cek Loe sadar betul apabila mencari tenaga profesional untuk itu masih sangat terbatas. Dia berharap Pemerintah Aceh mau mempromosikan Ija Kroeng made in Aceh tersebut agar bisa mendunia.

Di sisi lain, Cek Loe mengaku produksi Ija Kroeng tersebut masih terbatas pada 15 helai per harinya. Jumlah produksi tersebut diakuinya masih kurang maksimal.

Sementara untuk promosi, Cek Loe turut menggunakan fasilitas gratis yang diberikan sosial media seperti Facebook, Twiteer, dan Instagram. Selain itu, dia juga memanfaatkan even-even yang digelar di Banda Aceh seperti pameran dan sebagainya. Sedangkan promosi terbuka belum dilakukan.[](bna)

Kepala Bappeda: Serapan Otsus di Aceh Barat Capai 75 Persen

Kepala Bappeda: Serapan Otsus di Aceh Barat Capai 75 Persen

MEULABOH – Realisasi serapan kegiatan fisik sejumlah proyek pembangunan bersumber dari Otonomi Khusus (Otsus) di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh telah memuaskan karena mencapai target 75 persen hingga tahap ke-II 2015.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Aceh Barat T Ahmad Dadek saat ditemuai di Meulaboh, Kamis, 8 Oktober 2015, mengatakan dari total dana otsus Rp126 miliar realisasi fisik pekerjaan rata-rata 70-75 persen dengan serapan anggaran 60 persen.

“Sebanyak Rp126 miliar dana otsus itu sudah berjalan on time di Aceh Barat, pada Desember 2015 ini kita menargetkan seluruh kegiatan sudah 100 persen baik realisasi fisik maupun keuangan,” katanya.

Ahmad Dadek menjelaskan, pencapaian 60 persen serapan anggaran tersebut telah memasuki tahap kedua yang masih dinantikan pengajuannya oleh rekanan/kontraktor, namun ditargetkan pada Desember 2015 pencapaian kegiatan sudah terlaksana 100 persen.

Malahan kata dia, untuk mempercepat penyelesaian proyek tersebut Pemkab Aceh Barat telah menyalurkan sebagian anggaran kepada beberapa proyek memuaskan dari total dana otsus yang telah diterima pemda setempat.

Meskipun demikian diakui ada satu kegiatan pembangunan TK Pembina yang masih perlu dipacu dengan penambahan pekerja, itu merupakan hasil dari penelitian dilakukan oleh tim Percepatan dan Pengendalian Kegiatan (P2K).

“Hasil penelitian tim P2K, mereka sudah datang beberapa hari lalu, itu hanya satu masalah mereka temukan keterlambatan pada gedung TK Pembina, yang lain seperti jalan dan sebagainya itu sudah sesuai schedule dan kontrak kerja,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk mengawal berbagai pencapaian kinerja Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terhadap serapan Pendapatan Asli daerah (PAD), pihaknya juga sudah membentuk tim pemantau dan evaluasi.

Lanjut Dadek, untuk memacu pembangunan dan pemasukan daerah tim pelaksana realisasi kegiatan daerah telah merumuskan beberapa catatan penting menyangkut tangihan PAD berasal dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang belum terserap maksimal.

Demikian juga menyangkut pengadaan-pengadaan melalui pihak rekanan terhadap peralatan kesehatan serta kendaraan dinas yang sudah ditentukan standar harganya oleh pemerintah melalui pihak rekanan.

“Apapun pembangunan dari kegiatan di daerah berpengaruh pada PAD. Karena itu sudah ada tim juga yang terus melakukan evaluasi realisasi kegiatan pada setiap SKPD sehingga terlaksana sebagaimana direncanakan,” katanya menambahkan.[] sumber: antaranews.com

Harga Emas Dunia Kembali Naik

Harga Emas Dunia Kembali Naik

CHICAGO, KOMPAS.com – emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange memperpanjang kenaikannya untuk sesi keempat berturut-turut pada Rabu (7/10/2015) waktu setempat (Kamis pagi WIB), ke tingkat penutupan tertinggi sejak 24 September.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember berakhir naik 2,30 dollar AS, atau 0,20 persen, menjadi menetap di 1.148,70 dollar AS per ounce.

Para analis mengatakan, emas berjangka terus memperpanjang keuntungan karena ekspektasi penundaan kenaikan suku bunga AS dengan likuiditas tipis pada Rabu.

Data ketenagakerjaan yang lebih rendah dari perkiraan yang dirilis Jumat lalu, membangkitkan spekulasi investor bahwa Federal Reserve akan menunda kenaikan suku bunganya menjadi tahun depan.

Selain itu, data yang dirilis Selasa oleh Departemen Perdagangan AS, menunjukkan bahwa defisit perdagangan internasional AS dalam barang dan jasa meningkat menjadi 48,3 miliar dollar AS pada Agustus dari revisi 41,8 miliar dolar AS pada Juli, juga mendorong ekspektasi penundaan kenaikan suku bunga.

Beberapa analis mencatat bahwa emas berhasil berakhir lebih tinggi pada Rabu, karena Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksi pertumbuhan global untuk tahun ini.

IMF pada Selasa memperkirakan bahwa ekonomi dunia hanya akan melihat pertumbuhan 3,1 persen pada 2015, dibandingkan dengan 3,4 persen pada tahun lalu. Analis mengatakan prediksi ini memberikan beberapa dukungan untuk emas, karena logam mulia sering dipandang sebagai tempat yang aman bagi para pedagang di masa resesi ekonomi.

Sementara itu perak untuk pengiriman Desember menambahkan 11 sen, atau 0,69 persen, menjadi 16,094 dollar AS per ounce. Sementara platinum untuk pengiriman Oktober naik 11,70 dollar AS, atau 1,25 persen, ditutup pada 946,40 dollar AS per ounce. [] Sumber: kompas.com

Foto ilustrasi

Dinas Peternakan Aceh Timur Laksanakan Program GBIB untuk 3000 Sapi

Dinas Peternakan Aceh Timur Laksanakan Program GBIB untuk 3000 Sapi

IDI RAYEUK – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Aceh Timur laksanakan program Gertak Birahi dan Inseminasi Buatan (GBIB) di gampong-gampong dalam kabupaten itu. Kegaiatan tersebut direalisasikan 6-21 Oktober 2015.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Aceh Timur, Ir. Samsul Bahri melalui Kabid Produksi Hewan, Drh. Mahdi, mengatakan program GBBI untuk percepatan peningkatan produksi dan mengatasi masalah kesulitan bunting (hamil) untuk ternak.

“Ini program pusat yang sebelumnya dinamakan sinkronisasi bibit ternak. Di Aceh Timur, GBBI sedang kita laksanakan di tiga UPT, terdiri dari wilayah Simpang Ulim, Idi Rayeuk, dan Sungai Raya,” ujarnya kepada portalsatu.com di ruang kerjanya, Rabu, 7 Oktober 2015.

Mahdi menyebut sasaran GBIB di Aceh Timur mencapai 3.000 sapi atau masing-masing wilayah UPT  1.000 sapi guna meningkatkan produksi ternak masyarakat.

Menurut Mahdi, selama ini masyarakat masih mengandalkan proses kawin ternaknya secara alami yang membutuhkan waktu tidak menentu. Kini hal itu digantikan dengan singkronisasi (kawin suntik) agar hasil produksi ternak lebih optimal dan merata.

“Kita sudah sosialisasikan program ini kepada masyarakat agar bisa beternak mengunakan metode teknologi seperti GBBI. Kegaiatan ini juga dihadiri tim Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh. Kita berharap program ini bisa menghasilkan bibit inseminasi buatan yang optimal untuk peningkatan produksi ternak masyarakat,” katanya.[]

Ketua Persit KCK Iskandar Muda Kunjungi ‘Gampong Entrepreneur’

Ketua Persit KCK Iskandar Muda Kunjungi ‘Gampong Entrepreneur’

LHOKSEUMAWE – Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD Iskandar Muda, Ny. Aik Agus Kriswanto didampingi Ketua Persit KCK Korcab Korem-011/Lilawangsa, Ny. Fenty Dedy Agus mengunjungi “Gampong Entrepreneur” di Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Rabu, 7 Oktober 2015.

Ny. Aik Agus Kriswanto kepada portalsatu.com mengatakan pihaknya mengapresiasi kaum ibu di gampong itu yang menjalankan usaha bandeng presto, bandeng tanpa duri, dan penganan tradisional. Tiga jenis usaha ini binaan Muklis Azhar akrab disapa Pak Ulis, anggota DPRK Lhokseumawe.

Ada pula hasil kerajinan tangan binaan anggota Koramil Muara Dua, Kodim 0103/Aceh Utara berupa pembuatan kue bolu dan produk lainnya di Simpang Buloh, Kecamatan Muara Dua, dan toko Kerajinan Bungong di Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu.

Alhamdulillah, bandeng presto ini sudah mendapat hasil yang baik, produksi dan penjualan. Semoga akan terus lahir entrepreneur dari desa, baik kelompok dan perorangan,” ujar Muklis Azhar yang mendampingi kunjungan istri Pangdam Iskandar Muda dan istri Danrem-011/Lilawangsa itu.

Dalam kunjungan tersebut turut hadir Ny. Eka Oktavia, Ketua Persit Cabang Kodim 0103/Aceh Utara.[]

Pemerintah Umumkan Penurunan Harga Solar

Pemerintah Umumkan Penurunan Harga Solar

JAKARTA – Hari ini, pemerintah mengumumkan paket ekonomi jilid III. Salah satu isi paket yang bertujuan untuk memberikan stimulus ekonomi ini ialah penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sebesar Rp 200/liter.

Penurunan harga minyak solar ini berlaku setelah 3 hari diumumkan hari ini. Dari Rp 6.900/liter menjadi Rp 6/700/liter.

Kementerian ESDM mengungkapkan, bahwa penurunan sebesar Rp 200/liter tersebut berasal dari efisiensi-efisiensi yang dilakukan Pertamina, misalnya dari sistem dan rantai distribusi. Penurunan harga seluruhnya berasal dari efisiensi Pertamina, tidak ada yang berasal dari pengurangan pajak.

“Itu dari efisiensi Pertamina. Jadi Pertamina melakukan supply chain, sistem, dan sebagainya. Dari Pertamina semua,” kata Dirjen Migas Kementerian ESDM, Wiratmaja Puja, sebelum rapat kerja dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/10/2015).

Dia menambahkan, pemerintah akhirnya memutuskan untuk menurunkan harga solar, bukan premium, karena harga premium saat ini sebesar Rp 7.300/liter masih di bawah keekonomian. ‎Sekalipun Pertamina melakukan efisiensi-efisiensi, harga premium tetap tidak bisa di atas tingkat keekonomian.

“Premium kan sekarang harganya masih di bawah keekonomian, walaupun dilakukan efisiensi harga sekarang tetap masih di bawah keekonomian,” ucapnya.[] sumber: detik.com

DPR Sarankan Pemerintah Turunkan Harga BBM

DPR Sarankan Pemerintah Turunkan Harga BBM

JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah turunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Penurunan harga ini bisa membuat rakyat kecil terbantu ditengah banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Kalau mau konkret, pemerintah turunkan saja harga BBM di saat harga minyak dunia turun drastis,” ujar Wakil Ketua Komisi VI Heri Gunawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/10).

Dia menegaskan penurunan harga BBM bakal mengurangi inflasi. Alasannya, BBM menjadi salah satu yang sering menjadi penyebab inflasi.

Selain itu, penurunan harga BBM juga membantu UMKM sehingga tidak terjadi PHK massal.

“Ketahanan ekonomi kita membutuhkan insentif langsung dan cepat. kalau tidak, semua akan makin parah. Semoga kebijakan pemerintah secara nyata berpihak kepada rakyatnya,” kata dia.

Sebagai informasi, paket kebijakan ekonomi jilid III pemerintah fokus pada tiga aspek. Pertama, mendorong investasi. Kedua, dukungan kredit ekspor dan UKM. Ketiga, mendorong daya beli masyarakat.[] sumber: merdeka.com