Category: Advetorial

Walau Gerimis, Warga Takengon Tetap Padati Musara Alun

Walau Gerimis, Warga Takengon Tetap Padati Musara Alun

TAKENGON – Hujan mulai mengguyur kota Takengon sejak subuh, lalu berangsur reda, namun rintikan hujan masih terasa mengiringi satu dua warga yang memadati lapangan Musara Alun Kota Takengon untuk melaksanakan Shalat Iedul Adha 1436 Hijriah, kamis (24/9)

Walau gerimis, tidak menghalangi warga untuk datang sendiri maupun membawa keluarga mengisi shaf demi shaf sembari melafazkan takbir dan tahmid

Menanggapi situasi gerimis, panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Aceh Tengah sudah mempersiapkan rencana alternatif dengan memindahkan tempat Shalat ke Mesjid Agung Ruhama yang berjarak sekira 500 meter dari Musara Alun

“Alternatif sudah disiapkan ke Mesjid Ruhama kalau situasi gerimis atau cuaca semakin memburuk,” kata Kabag Humas Aceh Tengah, Mustafa Kamal, disela persiapan Shalat Ied

Hingga akhir pelaksanaan Shalat kondisi cuaca semakin membaik walau rintik gerimis tetap dirasakan oleh jama’ah Shalat Iedul Adha di Takengon tahun ini

Rangkaian pelaksanaan Shalat Ied dimulai dengan Sambutan Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, MM, kemudian Shalat dipimpin Imam Tgk. Azhar Azis. Sementara yang betindak sebagai Khatib Syeikh Dato’ Abdurrahman Umar, pimpinan Majlis Zilni Futuhal Arifin Sumut-Sumbar.[](adv)

Kakesdam Iskandar Muda Buka Pendidikan Akper

Kakesdam Iskandar Muda Buka Pendidikan Akper

BANDA ACEH – Kepala Kesehatan Kodam Iskandar Muda dr. H. Syafruddin ARL, Sp.PD, KGEH, MARS, FINASIM membuka upacara pendidikan Akademi Keperawatan (Akper) Kesdam IM di lingkungan Rumah Sakit (RS) Kesdam IM, Rabu, 16 September 2015.

“Pendidikan ini bertujuan untuk menjadikan peserta didik sebagai insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki moral dan etika yang bagus serta mampu mengembangkan kemampuan diri dalam bidang kesehatan khususnya bidang keperawatan, serta mempunyai jiwa menolong antar sesama,” kata dr. H. Syafruddin.

Kakesdam berharap agar calon mahasiswa nantinya dapat mengelola waktu dengan sebaik-baiknya selama mengikuti pendidikan di kampus. Selain itu, para peserta juga diminta untuk memanfaatkan kesempatan yang baik sebagai wahana untuk menempa diri, memperluas cakrawala pandang, melakukan interaksi transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan.

“Bangun kerja sama antar mahasiswa maupun dengan staf/dosen, untuk memperbaiki sikap dan prilaku serta kemampuan diri,” katanya.

Kakesdam menekankan kepada para calon mahasiswa agar dapat menyerap berbagai ilmu pengetahuan yang diberikan. “Untuk mencapai prestasi yang maksimal, hindari perbuatan yang tidak terpuji yang dapat merugikan diri sendiri, senantiasa berbuat yang terbaik, tulus dan ikhlas,” ujarnya.[](adv)

Tim Mabesad Sosialisasikan Revisi Renstra TNI AD di Kodam IM

Tim Mabesad Sosialisasikan Revisi Renstra TNI AD di Kodam IM

BANDA ACEH – Tim dari Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) menggelar sosialisasi Revisi Rencana Strategis (Renstra) Tentara Nasional Angkatan Darat (TNI AD) tahun 2015 – 2019 di Balai Teuku Umar, Makodam IM, Banda Aceh, Kamis 27 Agustus 2015.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini disampaikan langsung oleh Ketua tim sosialisasi Kolonel Arh M. Rusli, SIP, MM beserta rombongan.

Kegiatan ini juga diikuti oleh 56 peserta yang terdiri dari perwakilan satuan jajaran Kodam IM. Adapun tujuan kegiatan ini untuk tercapai nya rencana strategis satuan dalam mengalokasikan anggaran agar terlaksananya tugas pokok secara profesional dan akuntabilitas.

Kepala Staf Kodam Iskandar Muda  (Kasdam IM), Brigadir Jenderal TNI Luczisman Rudy Polandi, pada pembukaan mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini adalah Sistem Perencanaan Pembangunan Pertahanan Negara (SPP Hanneg).

Di samping itu, katanya, sejalan dengan telah terlaksananya suksesi kepemimpinan nasional dengan terbentuknya pemerintahan yang baru tentunya juga melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Hal ini penting guna mewujudkan visi misinya yang berpengaruh terhadap perencanaan pembangunan pertahanan negara yang termasuk didalamnya pembangunan kekuatan TNI AD.

“Untuk itu, sejak terbitnya peraturan Dirjen Renhan Kemhan RI Nomor 05 Tahun 2014 5 Mei 2014, tentang pedoman penyusunan rencana strategis di lingkungan Kemhan dan TNI, maka peraturan tersebut akan menjadi pedoman bagi Kodam IM dalam menyusun Renstra Kotama,” kata Kasdam IM.

Kasdam menekankan kepada tim sosialisasi, agar dapatnya menyampaikan secara utuh dan tuntas tentang berbagai hal yang berkaitan dengan Revisi Renstra TNI AD tahun 2015-2019 kepada peserta sosialisasi, sehingga nantinya paserta sosialisasi dapat mengaktualisasikan dalam tugas masing-masing.

Selain itu, Kasdam menyampaikan kepada peserta, harus ikuti kegiatan sosialisasi ini dengan seksama sehingga para peserta sekalian dapat memahami seluruh materi yang disampaikan secara utuh, cermati, dalami, dan kuasai hal-hal yang mengalami perubahan berkaitan. Nantinya peserta bisa pelajari dan dalami kembali Revisi Rencana Strategis TNI AD tahun 2015-2019 yang telah diberikan tim sosialisasi setelah kembali ke satuan masing-masing.

”Sebarkan pengetahuan dan pemahaman dalam kegiatan ini,” katanya. []

 

Anggota DPRA: Tanpa Pendidikan yang Baik, Aceh Bisa Sekarat

Anggota DPRA: Tanpa Pendidikan yang Baik, Aceh Bisa Sekarat

LHOKSEUMAWE – Ketua Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Iskandar Usman Al-Farlaky, SHI, mengatakan, tanpa pendidikan yang baik, Aceh bisa saja sekarat dan mengalami ketertinggalan dengan provinsi lain di Indonesia.

“Pendidikan yang baik tentunya harus didukung oleh sistem plus perangkat pendukung bagi penyelenggaran pendidikan itu sendiri,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky saat menjadi pemateri dalam acara Rapat Koordinasi Forum Komunikasi- Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM) Provinsi Aceh, di Hotel Lido Graha Lhoekseumawe, Sabtu, 15 Agustus 2015.

Rakornis PKBM tersebut dihadiri oleh FK-PKBM kabupaten/kota se-Aceh, unsur DPRK, dan Majelis Pendidikan Daerah (MPD).

“Tidak akan maju sebuah daerah, jika dunia pendidikan masih kacau balau, sistemnya harus tertata dengan baik. Bukan saja mengejar infrastruktur, namun kualitas juga sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Politisi muda Partai Aceh ini juga mengatakan Aceh saat ini belum mengalami kemajuan yang signifikan di bidang pendidikan. Selain belum terintegrasi pendidikan sampai ke kawasan pelosok, juga masih belum terbuka ruang bagi pelajar atau mahasiswa dari kabupaten/kota yang bisa disekolahkan ke luar negeri untuk program magister dan doktor.

“Belum merata bagi anak-anak Aceh yang mendapatkan pendidikan, ini yang harus secara terus menerus kita perjuangkan,” katanya.

Dikatakannya lagi, peran lembaga pendidikan seperti PKBM yang membina pendidikan luar sekolah sangatlah penting untuk mengakomodir kepentingan pendidikan anak-anak Aceh yang tidak bisa mendapat akses ke pendidikan formal.

Iskandar Farlaky juga mendorong pemerintah Aceh agar konsen lebih untuk membina anak-anak agar terjamin pendidikannya.

“Pendidikan sangat penting untuk menciptakan pola pikir anak. Mainset berpikir ke depan ditentukan oleh pendidikan yang ia terima saat ini,” ujarnya lagi.

Menurutnya, pola pikir anak dalam bermasyarakat akan sangat berpegaruh. Tanpa pendidikan, mereka akan terus tertinggal, apalagi saat ini negara-negara di Asia Tenggara akan menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Keterbukaan dan kebebasan dunia kerja tanpa bisa dihambat lagi,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky.[](bna)

Kodim 0104/Atim dan KNPI Langsa Gelar Seminar Kebangsaan

Kodim 0104/Atim dan KNPI Langsa Gelar Seminar Kebangsaan

LANGSA – Kodim 0104/Atim bekerjasama dengan KNPI Kota Langsa mengadakan seminar kebangsaan untuk memperkokoh penerapan nilai luhur budaya bangsa sebagai modal utama menuju Indonesia emas 2045. Seminar ini dibuat di Aula Makodim 0104/Atim di Langsa, Jumat, 14 Agustus 14 Agustus 2015.

Dandim 0104/Atim Letkol Inf. Endra Saputra Kusuma, ZR, SE. MSi, yang diwakilkan oleh Kasdim Mayor Inf. Rahmat, mengatakan seminar ini dibuat untuk memperingati kemerdekaan RI ke-70. Seminar ini dinilai perlu untuk menggerakkan upaya memperkokoh wawasan kebangsaan.

“Memasuki abad ke 21 masyarakat dunia kurang peduli terhadap paham nasionalisme, atau paham wawasan kebangsaan. Hal ini dipicu oleh perkembangan kehidupan yang mengarah ke kehidupan individualistik, di mana masyarakat kurang peduli terhadap kehidupan bersama terutama rasa cinta pada negara jauh tersingkirkan,” kata Kasdim.

Gambaran kondisi masyarakat Indonesia seperti itu perlu dicari solusinya agar NKRI tetap utuh dan kokoh. Namun, globalisasi sangat mempengaruhi aktivitas kebangsaan yang mengakibatkan nilai-nilai persatuan bangsa terabaikan,”

“Bergeser pada nilai-nilai luar seperti kebebasan, kesetaraan, dan paham liberalisme yang diterapkan tanpa dilandasi oleh adat budaya Indonesia, kondisi itu menggambarkan lunturnya semangat nasionalisme,” ujarnya.[]

Kodam IM Gelar Seminar Kebangsaan Bersama BEM se-Aceh

Kodam IM Gelar Seminar Kebangsaan Bersama BEM se-Aceh

BANDA ACEH – Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto, membuak seminar wawasan kebangsaan Badan Eksekutif Mahasiswa di Balai Teungku Umar (BTU) Kodam IM, Banda Aceh, Jumat, 14 Agustus 2015 sekitar pukul 08.30 WIB. Pangdam mengatakan kegiatan seminar ini merupakan salah satu wahana untuk membangun, memelihara dan menjalin komunikasi yang harmonis dalam rangka meningkatkan sinergitas, persaudaraan dan rasa kebangsaan.

“Jika suatu saat negara menghadapi ancaman invasi negara luar, maka kita sebagai komponen cadangan harus siap membela bangsa dan negara,” katanya.

Pangdam mengatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia akan terpecah-pecah dan memudahkan kekuatan asing menguasai wilayah seperti pada zaman penjajahan dulu. Hal ini disebabkan oleh perkembangan wawasan kebangsaan yang dimiliki anak-anak bangsa saat ini yang sudah mulai luntur.

“Ketika itu bangsa indonesia ditindas, diperas dan dibelenggu kebebasan hak-haknya oleh penjajah,” kata Jenderal berbintang dua itu.

Pangdam berharap dengan adanya kegiatan seperti ini mahasiswa dapat meningkatkan pemahaman tentang wawasan kebangsaan, sehingga pada akhirnya generasi muda Aceh dapat menyusun ide-ide yang terkonsep demi terwujudnya Indonesia baru yang lebih baik. Selain itu kegiatan tersebut juga diharapkan bisa menghindari disintegrasi dan dapat menciptakan kebersamaan, kemakmuran, kejayaaan serta persatuan dan kesatuan bangsa.

“Perlunya upaya-upaya nyata, terutama dari generasi muda sebagai ujung tombak dan simpul pemersatu bangsa, untuk dapat lebih membangkitkan kembali semangat patriotisme, wawasan dan rasa kebangsaan di kalangan masyarakat” kata Pangdam.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasdam, Irdam, para Pa Ahli, Asrendam, para Asisten, Lo Al, Lo Au, para Kabalak, Dandim 0101/BS, Ketua Majelis Adat Aceh, Kakesbangpol Linmas Aceh, Ketua PPM Aceh, Pengurus Presidium KB FKPPI, Ketua KNPI Aceh dan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa beserta para mahasiswa se-Aceh.[](bna)

Wachid Apriliyanto Jabat Komandan Rindam Iskandar Muda

Wachid Apriliyanto Jabat Komandan Rindam Iskandar Muda

BANDA ACEH – Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Agus Kriswanto memimpin serah terima jabatan Komandan Resimen Induk Daerah Kodam IM (Danrindam IM) dari pejabat lama Kolonel Inf Sugiyono kepada Kolonel Inf Wachid Apriliyanto. Serah terima jabatan tersebut berlangsung di Aula Rindam IM, Aceh Besar, Senin, 3 Agustus 2015 pagi.

“Alih tugas dan jabatan merupakan bagian dari dinamika kehidupan suatu organisasi, dengan tetap berorientasi pada sinkronisasi kepentingan pembinaan satuan dan pembinaan personel, dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi dan sebagai bagian dari tour of duty dan tour of area serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokok satuan. Jabatan adalah kepercayaan dan amanah yang harus diterima dengan bersyukur dan dipertanggungjawabkan kepada satuan dan Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Mayjen TNI Agus Kriswanto.

Dia mengatakan Rindam Iskandar Muda salah satu tempat menyelenggarakan pendidikan dan latihan serta membantu pembinaan latihan terhadap satuan-satuan di jajaran. Keberadaan lembaga pendidikan memiliki fungsi yang sangat strategis dalam rangka mempersiapkan, membina, mendidik, membekali dan melatih para prajurit. “Baik dalam hal sikap, mental maupun disiplin sehingga terampil dalam bidang kemiliteran,” kata jenderal berbintang dua tersebut.

Selanjutnya, Pangdam juga memberikan penghargaan dan berterima kasih kepada Kolonel Inf Sugiyono, atas karya dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Danrindam Iskandar Muda. Dia berharap Kolonel Inf Sugiyono dapat mencapai kesuksesan sebagai Danrem 172/Praja Wira Yakthi Jaya Pura.

Di sisi lain, Pangdam juga meminta Kolonel Inf Wachid Apriliyanto agar selalu mengkaji kualitas hasil didik, serta selalu meningkatkan kualitas para pengasuh, pelatih dan Gumil. Menurutnya pola-pola pengasuhan, pembinaan dan pelatihan yang selama ini kurang relevan dan tidak tepat.

“Segera dievaluasi dan direvisi sehingga lambat laun proses belajar mengajar di Rindam Iskandar Muda dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna,” kata Pangdam.

Acara sertijab tersebut turut dihadiri oleh Kasdam, Irdam, para Danrem, para Pa Ahli, Danrindam, para Asisten, Lo AL, Lo AU, para Kabalak, para Dansat jajaran Kodam IM, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD Iskandar Muda dan pengurus.[](bna)

Ditkesad TNI AD Survey Malaria di Yonif 113/JS

Ditkesad TNI AD Survey Malaria di Yonif 113/JS

BIREUEN – Personel Yonif 113/JS menyurvei serotype malaria Ta. 2015 yang diselenggarakan oleh Ditkesad TNI AD. Kegiatan ini berlangsung di Yonif 113/JS yang dilaksanakan sejak 29-30 Juli 2015 kemarin.

Pada kegiatan ini setiap personel Yonif 113/JS diambil sampel darahnya untuk pendataan. Kemudian darah tersebut diperiksa oleh Ditkesad TNI AD untuk mengetahui berbagai macam penyakit yang ada, khususnya malaria.

“Kegiatan pemeriksaan darah yang dilakukan oleh Ditkesad ini sangat berguna untuk mencegah dan mengantisapasi gejala penyakit malaria yang mungkin diderita oleh prajurit,” ujar Danton Kesehatan Yonif 113/JS, Lettu Inf Irwan Setiawan, Sabtu, 1 Agustus 2015.

Dia berharap dengan kegiatan ini gejala penyakit tersebut dapat diminimalisir penyebarannya. “Sehingga nantinya prajurit akan bebas dari penyakit malaria tersebut,” katanya.[](adv)

Kodim Aceh Barat Apel Gabungan Operasi Ketupat 2015

Kodim Aceh Barat Apel Gabungan Operasi Ketupat 2015

MEULABOH – Personel Gabungan TNI Polri dan Dishub melaksanakan apel gabungan dalam rangka Operasi Ketupat menyambut arus mudik lebara amankan arus mudik Lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah.

Apel pengamanan arus mudik Idul Fitri ini dilaksanakan di Mapolres Aceh Barat. Operasi Ketupat sendiri akan dimulai dari 10 sampai dengan 27 Juli.

Menjelang lebaran, Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2015 untuk pengamanan arus mudik. Adapun,di Kabupaten Aceh Barat ada beberapa instansi yang terlibat diantaranya Polri,TNI,DISHUB serta tim SAR hari ini menggelar Apel kesiapan guna suksesnya operasi tersebut.

“Operasi Ketupat tahun ini dengan sandi Operasi Ketupat Jaya 2015, adalah Operasi terpusat, dengan tujuan untuk mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat dalam Operasi Ketupat Jaya 2015,” ujar Kapolres Aceh Barat.

Hadir dalam apel tersebut, Wakil Bupati Aceh Barat, Dandim 0105/Aceh Barat, Kapolres Aceh Barat dan unsur Muspida lainnya serta tamu undangan. []

Babinsa Salurkan Sembako Murah di Aceh Timur

Babinsa Salurkan Sembako Murah di Aceh Timur

ACEH TIMUR – Babinsa koramil 23 menyalurkan pembagian sembako murah ke Desa Asam, Rampak, Kabupaten Aceh Timur. Sembako yang dibagikan berupa gula sebanyak 16 kilogram, Selasa 7 Juli 2015.

Kegiatan ini dalam rangka meringankan beban masyarakat dalam menghadapi bulan puasa.

Pada kesempatan itu, Babinsa Ramil menyampaikan dua hal penting kepada warga sekitar.

Pertama, Babinsa Ramil menyarankan warga yang bekerja, baik sebagai pegawai, nelayan, petani, maupun pegawai non formal untuk memiliki perencanaan masadepan agar kehidupan menjadi lebih baik.

Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan harai esok harus lebih baik dari hari ini.

Kedua, Babinsa juga menyampaikan bahwa pelaksanaan penyaluran sembako murah merupakan wujud kepedulian anggota TNI dalam mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya. [] (mal)