Cara Studio One Mendidik Calon Model di Aceh

BANDA ACEH – Dari Medan, Studio One atau S-One lalu didirikan di Aceh. Dibentuk setahun lalu, sekolah dan agency model ini menampung kreativitas anak muda Aceh di dunia modeling yang sebelumnya tidak tersalurkan.

Muhammad Syahrul Kamil ZA, Ketua S-One, saat berdiri di Medan, Studio sudah mencetak puluhan muda-mudi berbakat dalam hal modeling.

Setelah jadi, sebagian model tersebut berpencar. Ada yang membuat agency baru, ada yang kawin, bahkan jadi polwan.

“Berdirinya S-One di Aceh, tidak terlepas dari peran dan dukungan S-One di Medan," ujar Syahrul. Hingga kini, S-One di Aceh telah memiliki sekitar 30 anggota.

"Sebenarnya sudah ratusan. Namun karena banyak yang berkarir sendiri, dan sisanya 30 orang beserta anggota baru," kata Syahrul.

Agency model itu hanya diurus oleh enam orang dan semuanya masih kuliah. Di S-One, kata Syahrul, mereka tidak hanya memproduksi model, tapi fokus juga ke bisnis.

"Kita menciptakan sumber daya yang lengkap untuk suatu even, dari even inilah bisnis itu berjalan. Misalnya dalam setiap even tidak hanya modelnya yang di tonjolkan, tapi MC (pembawa acara), penyanyi, yang urus lighting (dekorasi cahaya) juga kita ciptakan," ujarnya.

Konsep seperti itu, kata Syahrul, sengaja diciptakan karena jika ada yang mengontrak, semua personil yang dibutuhkan untuk sebuah acara lengkap sama mereka.

"Termasuk model mereka (penyelenggara acara) tinggal tunjuk saja sesuai dengan keinginan."

Pada hakikatnya S-One juga menjadi Event Organizer (EO). "Karena dengan menjadi EO sehingga anggota kita juga bisa terberdayakan," katanya.

S-One tak terbatas mendidik model dewasa tapi juga model cilik. "Karena untuk event-event tertentu perlu penampilan anak-anak, oleh karenanya kita juga menerima peserta cilik,” ujar Syahrul.

Namun untuk penerimaan anggota muda, S-One masih membatasi, karena belum mampu memberikan kesejahteraan bagi yang bergabung. "Sehingga kita masih memberdayakan peserta yang ada pada setiap event."

Hingga kini Syahrul mengakui mereka belum memiliki prestasi. "Tapi dari personal pengurus banyak yang pernah mendapatkan prestasi, seperti juara modeling, menyanyi bahkan pada pemilihan duta tertentu.”

Para model dan talenta lain di S-One berlatih rutin saban minggu. Dalam sepekan ada dua hari hari jadwal latihan, Sabtu dan Minggu, di Taman Budaya Banda Aceh.

"Latihan kita tidak hanya melihat kecantikan, namun lebih kepada gerak si model, seperti langkahnya saat berjalan, tegur sapanya apabila jadi SPG (sales Promotion Girl), vokal, MC, dan banyak yang kiat bekali untuk mereka," ujarnya.

Peluang kerja di Aceh untuk urusan entertain memang kurang. Makanya Syahrul bertekad, anggota yang ada harus dididik hingga handal.

“Harapan kami S-One bisa terus maju dalam meningkatkan kreativitas generasi muda yang memiliki banyak potensi pada saat ini, dan berharap dukungan dari pemerintah untuk membangkitkan semangat generasi muda di dunia entertaiment.”[]

  • Uncategorized

Leave a Reply