Cara Muslem Dishutbun Motivasi Petani Bentuk Lembaga Ekonomi Masyarakat

Pejabat Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Utara, Muslem, S.P., M.P., berhasil memompa semangat petani untuk mengembangkan perkebunan dan membentuk Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM). Hasilnya, sebulan terakhir telah terbentuk sebuah LEM di Kecamatan Cot Girek yang menampung komoditi kakao hasil kebun rakyat.

“Saat turun ke lapangan, saya ajak masyarakat untuk bangkit kembali mengembangkan tanaman perkebunan, sekaligus menjadi penampung hasil panen melalui LEM. Lembaga ini dari, oleh dan untuk mereka sendiri,” ujar Muslem yang tak lain adalah Kepala Seksie Perlindungan Tanaman Perkebunan saat dihubungi ATJEHPOST.co lewat telpon seluler, kemarin, Senin 3 November 2014.

Muslem mengatakan rata-rata petani di Aceh Utara mengeluhkan tidak punya modal untuk menggerakkan LEM. “Saya katakan, mengapa tidak ada modal, coba bentuk LEM beranggotakan sekitar 20-30 orang saja, satu juta per orang sudah berapa. Dari modal itu terjadi perputaran uang, sehingga pelan tapi pasti akan terus bertambah. Akhirnya usaha ini mulai bergerak di Cot Girek,” katanya.

Cara seperti itu pula disampaikan Muslem kepada masyarakat kawasan Sandi Jaya, Desa Alue Dua, Nisam Antara, beberapa hari lalu. “Masyarakat di sana jadi terharu dan tertarik membentuk LEM. Alue Dua punya potensi sawit, salah satu komoditi unggulan perkebunan Aceh Utara. Kita harapkan masyarakat tidak hanya kembangkan perkebunan, tapi sebagian juga menjadi penampung hasil panen,” ujar Muslem.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply