Camat Simpang Mamplam : Ada Tiga Macam Isi Paket yang Meresahkan

BIREUEN – Camat Simpang Mamplam Jalaluddin mengatakan setiap paket yang meresahkan yang ditemukan warga Simpang Mamplam diduga upaya pemurtadan dan penyebaran aliran sesat itu berisi tiga macam yaitu dua brosur dan satu lainnya berbentuk buku saku.

“Paket itu diduga disebar di tepi jalan orang yang tidak dikenal pada malam hari tadi, mulai dari Keude Tambue hingga Simpang Ie Rhob, paket itu diduga sengaja dijatuhkan oleh orang-orang tertentu dengan harapan diambil dan dibaca oleh warga,” jelas Jalaluddin.

Isi paket itu berupa brosur dengan ukuran kertas 10 x 15 sentimeter, bergambar bintang bulan berjudul “Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan”, lalu buku dengan ukuran 10×15 sentimeter dengan gambar orang disalip dan ganbar kartu truf “K” dengan latar gambar raja.

Lalu buku saku dengan ukuran 5 x 10 sentimeter bergambar orang bersayap meniup trompet dan gambar kepala naga dengan judul “ketika naviri berkumandang” bacaan untuk umat pencari syurga.

Jalaluddin melanjutkan paket berisi tiga macam itu sudah ada padanya sebagai barang bukti, brosur dan buku saku diserahkan Keuchik Desa Pulo Drien yang juga turut menemukan paket yang menghebohkan itu di sisi jalan di desa itu.

“Sejauh ini baru satu keuchik yang melaporkan adanya temuan barang aneh itu, yang lain mungkin ada yang warganya menemukan barang yang sama tetapi tidak melaporkan kepada camat,” ujar Jalaluddin.

Atas temuan yang mendapat perhatian serius masyarakat di sana. Jalaluddin sudah melaporkan hal itu kepada pimpinan daerah untuk disikapi. “Hal ini sudah saya sampaikan kepada Bupati Bireuen,” katanya.

Dia mengharapkan kepada masyarakat yang menemukan paket tidak jelas seperti itu untuk tidak menyimpannya tetapi menyerahkan kepada pejabat Muspika atau kepada Majelis Permusyawaratan Ulama atau MPU tingkat kecamatan.

Diberitakan warga di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Senin 23 Juli 2012 pagi dihebohkan dengan temuan sejumlah paket berisi selebaran di sepanjang Jalan Banda Aceh-Medan dalam wilayah kecamatan itu yang diduga sebagai misi pemurtadan dan penyebaran aliran sesat di daerah itu.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply