Bupati Aceh Tengah: Isu Penolakan KPA di Takengon Mulai Muncul

Bupati Aceh Tengah: Isu Penolakan KPA di Takengon Mulai Muncul

TAKENGON – Wacana penyelenggaraan Kongres Peradaban Aceh (KPA) 2015 di Takengon, menimbulkan beragam isu di kalangan masyarakat. Ada sebagian komponen masyarakat setempat menolak jika Takengon menjadi tempat palaksanaan puncak KPA tersebut.

Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, MM, mengatakan berdasarkan pengamatannya melalui media sosial, soal penyelenggaraan itu muncul beragam isu penolakan di tengah masyarakat Gayo. Namun ia mengaku tidak belum mengetahui apa alasan penolakan dari sebagian elemen masyarakat itu.

“Kalau memangpun nanti sudah pasti penyelenggaraannya di Takengon, kita akan musyawarah dulu dengan seluruh pihak, termasuk kelompok yang kontra. Kita ingin dengar dulu apa alasan mereka tidak setuju,” kata Bupati Nasaruddin kepada portalsatu.com di Takengon, Sabtu malam 11 juli 2015.

Dikatakan, apabila dalam musyawarah bersama itu memutuskan sepakat untuk menolak penyelenggaraan KPA di Takengon, maka pihaknya selaku pemerintah terpaksa harus menuruti keinginan masyarakat ramai. Sikap ini dinilai penting guna menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan.

“Kalau dipaksakan lokasi penyelenggaraan di Takengon, takutnya nanti terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Karena dasarnya sebagian besar masyarakat tidak setuju,” ujarnya.

Nasarauddin mengaku, hingga saat ini pihaknya belum pernah melakukan rapat apapun menyangkut pelaksanaan kongres tersebut. karena hingga saat ini, katanya, Pemerintah Aceh Tengah belum menerima surat pemberitahuan resmi dari panitia kongres.

“Surat saja saya belum terima. Jadi saya juga tidak bisa berbicara lebih jauh tentang kesiapannya. Namun sampai saat ini saya belum melakukan rapat apapun soal kongres itu,” katanya.

Untuk diketahui, panitia persiapan KPA 2015, telah menetapkan Takengon, Kabupaten Aceh Tengah sebagai pilihan utama pelaksanaan puncak kegiatan KPA.

Keputusan itu disepakati dalam rapat bersama panitia persiapan pada minggu dinihari 28 juni 2015 di Jakarta. Pelaksanaan kongres dijadwalkan akan digelar pada 26-28 Oktober 2015 mendatang. Acara itu mengusung tema perkuat bahasa-bahasa lokal.

Berita terkait:

Panitia Peradaban Aceh Sepakati Takengon Jadi Lokasi Kongres

Kongres Peradaban Aceh Diharapkan Redam Isu Pemekaran ALA

Kongres Peradaban aceh Diharapkan persatukan seluruh Suku

Leave a Reply