Buffon kritik perilaku konsumtif Madrid di bursa transfer

PSY war acap kali dilontarkan jelang sebuah pertandingan olahraga, apalagi yang mempertemukan dua tim besar. Salah satunya ketika kiper Juventus, Gianluigi Buffon, mempertanyakan Real Madrid yang selalu foya-foya saat berbelanja pemain.

Madrid dan Juve kebetulan akan bertemu di Matchday III Liga Champions Grup B di Santiago Bernabeu, Kamis, 24 Oktober 2013, dinihari WIB. Saat ini Juve ada di posisi kedua dengan dua poin sementara Madrid dengan enam poin menguasai grup.

Dari performa belakangan kedua tim Madrid boleh jadi lebih diunggulkan mengingat Juve baru saja menelan kekalahan dari Fiorentina akhir pekan lalu, sementara Madrid menang 2-0 atas Malaga yang juga memangkas jarak dengan Barcelona serta Atletico Madrid.

Ditambah lagi Madrid butuh kemenangan besok demi menaikkan moral mereka jelang pertemuan dengan Barca di El Clasico akhir pekan ini.

Tapi Buffon sepertinya ingin menganggu konsentrasi Madrid dengan psy war-nya terkait belanja besar-besaran yang dilakukan klub ibukota itu selama sedekade terakhir.

Buffon mengkritik bahwa apa yang dilakukan Madrid belum tentu akan mendatangkan sukses. Meski dua kali memecahkan rekor transfer termahal, Cristiano Ronaldo lalu Gareth Bale, toh Los Blancos belum bisa juga meraih trofi ke-10 Liga Champions.

"Filosofi mereka dalam 10 tahun terakhir akan tetap sama, membeli pemain hebat, menghibur fans, dan mempertahankan prestise dari sejarah Real Madrid," ucap Buffon kepada Marca.

"Tapi realitanya dalam sepakbola, saat ini adalah itu semua tidaklah cukup untuk membuat tim Anda menang," sambungnya.

"Lebih baik punya program, keseimbangan, dan kesabaran. Uang itu perlu untuk memulai segalanya dengan baik tapi itu saja tidaklah cukup," tutup Buffon.[] sumber : detik.com

  • Uncategorized

Leave a Reply