Timphan Asoe Kaya, Tradisi Lebaran yang Tak Mengenal Si Miskin dan Si Kaya

JANTHO – Tangannya cekatan membelah dan merapikan daun pisang. Sesaat kemudian lalu mengaduk adonan tepung yang sudah tercampur labu kuning. Sesekali dia mengolesi minyak makan pada daun pisang yang telah disesuaikan ukurannya supaya tidak lengket. Namanya Rawiah.

Perempuan 42 tahun ini terlihat piawai membuat timphan asoe kaya. Padahal warga Leupung Aceh Besar tersebut saban harinya berprofesi sebagai penjahit. Keahliannya membuat penganan khas Aceh ini tidak terlepas dari tradisi yang dilakoninya saban Idul Fitri dan Idul Adha.

“Setiap tahun saya membuat timphan asoe kaya, meskipun sedikit tetap ada karena ini merupakan kebiasaan yang sering dilakukan oleh orang-orang tua dulu ketika jelang lebaran. Meskipun mereka telah tiada membuat asoe kaya tetap ada. Bahkan dulu, tak mengenal miskin atau kaya, yang namanya timphan asoe kaya tetap ada,” kata Rawiah nyambi membalut adonan tepung ke dalam daun pisang kepada portalsatu.com, kemarin, Rabu, 23 September 2015.

Meugang memang merupakan tradisi yang sudah turun temurun dan banyak dijumpai saat lebaran di Aceh. Namun pada satu hari jelang lebaran itu, bisa dikatakan setiap rumah yang mayoritas masyarakat Aceh kerap dijumpai membuat timphan asoe kaya, baik menjelang sore hari maupun malam lebaran.

Timphan asoe kaya merupakan kue basah yang memiliki tekstur legit dan rasa yang manis. Pembuatan timphan yang memiliki banyak peminat ini cukup sederhana, bagian kulit luarnya dibungkus dengan daun pisang. Sementara kulit timphannya menggunakan labu kuning yang direbus terlebih dahulu, gula pasir, santan, tepung ketan, dan garam secukupnya.

“Kalau untuk daun pisang sebagai pembungkusnya lebih baik digunakan daun pisang yang muda dan tidak terlalu tua biar cantik, dan kalau isian asoe kaya menggunakan telur, santan kental, gula dan daun pandan sebagai pewangi,” katanya.

“Setelah dibalut semua dengan daun pisang, lalu dikukus dan ditunggu sepuluh menit kemudian atau lebih dan timphan asoe kaya siap untuk dihidangkan,” ujar Rawiah sambil menyalakan kompor gas.[](bna)

Foto: Ilustrasi

Leave a Reply