Secuil Tradisi Menyambut Lebaran di Aceh

IDUL Fitri merupakan hari kemangan bagi seluruh umat Islam di dunia karena mampu melewati bulan Ramadan dengan penuh tantangan selama satu bulan.

Satu hari sebelum hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, ada tradisi di Aceh yang disebut makmeugang. Meugang bermakna silaturrahmi bagi masyarakat Aceh karena saat itu semua anggota keluarga berkumpul dan makan daging bersama. Di hati masyarakat Aceh, meugang memiliki dimensi nilai yang merujuk pada ajaran Islam dan adat istiadat masyarakat setempat, berupa nilai religius, kebersamaan, menghormati orangtua, dan nilai berbagi antar sesama.

Selain memasak daging, ada hal lain yang dilakukan oleh masyarakat Aceh dalam merayakan hari meugang sebelum lebaran, misalnya pada masyarakat Leupung, Aceh Besar, yaitu membuat lontong dan timphan.

Timphan adalah kue khas Aceh, biasanya diisi dengan kelapa dan srikaya yang dibungkus dengan daun pisang. Timphan merupakan kue terkenal di Aceh yang wajib dihidangkan saat hari-hari besar terutama Idul Fitri, Idul Adha dan pesta perkawinan.

“Kita dari dulu sebelum tsunami memang sudah ada dat membuat timphan asoe kaya (srikaya) saat menyambut lebaran, karena timphan adalah makanan mulia di hari yang mulia. Biasanya timphan juga sebagai hantaran saat pulang ke rumah Mak Tuan (mertua) di hari lebaran,” kata Sapiah, 65 tahun, orangtua Gampoeng Deah Mamplam Leupung kepada portalsatu.com di kediamannya pagi tadi, Minggu, 12 Juli 2015.

Sapiah melanjutkan, timphan juga memiliki makna lain yaitu sifatnya yang manis dan melekat diinterpretasikan bahwa harapannya di hari Idul Fitri hubungan dalam keluarga selalu harmonis dan bahagia.

Selain itu, dalam menyambut Idul Fitri banyak hal lain yang dilakukan oleh masyarakat, mulai dari gotong royong membersihkan rumah, menyiapkan berbagai macam makanan lebaran seperti kue khas Aceh berupa seupet, samaloyang, tumpo, dan kueh pret yang dihidangkan kepada tamu yang datang.

“Sekarang kue-kue Aceh tersebut sudah jarang kita temukan pada masyarakat padahal kue seperti seupet dan samaloyang itu kue khas Aceh yang dihidangkan hanya saat-saat tertentu saja seperti lebaran,” katanya.[] (ihn)

Foto: kue samaloyang/kembang goyang @acehtourismagency.blogspot

Leave a Reply