Sawô

Beudöh, beudöh, beudöh. Sawô, sawô, sawô. Kata sawô ini tentu saja tak asing lagi kita dengar. Kata ini boleh dikatakan se­bagai kata ‘musiman’ karena memang terdengar di saat-saat tertentu, yaitu tatkala menjelang fajar sebelum subuh dalam bulan Puasa di masjid-masjid.

Kata sawô dalam konteks seperti yang disebutkan di atas memiliki arti yang sama dengan sahur dalam bahasa Indonesia, yaitu makan pada dini hari (disunnahkan menjelang fajar sebelum subuh) bagi orang-orang yang akan menjalankan ibadah puasa.

Pengertian sawô bukan hanya itu. Sawô juga berarti anggapan atau sangkaan. Kata ini dapat dilekati oleh awalan teu- sehingga menjadi teusawô yang berarti tersangka atau terduga, seperti dalam kali­mat Hana teusawô, boh tulô ubé raga. Selain itu, sawô juga berarti memanggil, mengundang, menjawab, misalnya dalam kali­mat Pakon hana tasawô gop tanyöng? Kata sawô ini dapat dilekati oleh awalan seu- sehingga menjadi seunawô yang berarti undangan. Jadi, jak tasawô sigalom puasa, bèk sampé batèe tasawô ku’éh ‘oh teungöh puasa, akhé but hana seumpurna tapeunuhi seunawô Tuhan.[]