Home Budaya Bukan Komoditi

Bukan Komoditi

123
0

Bahasa Indonesia, sebagaimana bahasa-bahasa lain di dunia ini, tidak memiliki kosakata yang lengkap. Oleh karena itu, dalam bahasa Indonesia cukup banyak kosakata dari berbagai bahasa.

Dilihat dari segi sistem penulisan, ada perbedaan antara bahasa Indonesia dan bahasa asing. Perbedaan itu tentu saja disebabkan oleh aturan penulisan yang berbeda dari masing-masing bahasa. Karena perbedaan itu, ketika bahasa asing itu digunakan dalam bahasa Indonesia, sistem penulisannya harus mengikuti aturan penulisan yang ditetapkan dalam bahasa Indonesia. Penyesuaian penulisan dianggap perlu dilakukan agar mudah diucapkan oleh para penutur bahasa Indonesia.

Aturan penulisan ini dikenal dengan kaidah penyerapan. Kaidah ini telah dikemas dalam Ejaan yang Disempurnakan (EyD). Jika Anda buka, ada banyak kaidah penyerapan dari bahasa asing di dalamnya dan ini dapat menjadi pedoman bagi siapa saja yang menulis.

Meski telah ada aturan tentang itu, cukup banyak orang yang tak acuh terhadapnya. Sebut saja misalnya kata komoditi. Paling ini paling sering dipakai meskipun sebenarnya salah. Lantas, bagaimana penulisan yang benar?

Kata tersebut berasal dari bahasa Inggris, commodity. Karena merupakan bahasa asing, penulisannya ke dalam bahasa Indonesia haruslah disesuaikan. Penyesuaian itu harus mengikuti kaidah penyerapan bahasa Indonesia.

Dalam kaidah itu disebutkan, apabila di depan c terdapat vokal o, huruf c menjadi k, sedangkan mm cukup ditulis satu saja. Penyesuaian selanjutnya adalah pada ty. Bentuk ini, sesuai dengan kaidah penyerapan, menjadi tas sehingga terbentuklah kata serapan dalam bahasa Indonesia, yaitu komoditas. Maka, tidak benar bila kata itu ditulis komoditi.

Ada banyak kata dengan kaidah penyerapan yang sama seperti ini dalam bahasa Indonesia. Di antara kata-kata itu adalah kreativitas, universitas, aktivitas, realitas, stabilitas, efektivitas. Semua kata itu telah disesuaikan penulisannya. Bentuk asli kata-kata itu adalah creativity, university, activity, reality, stability, effectivity. Pada praktiknya, kata-kata bahasa Inggris itu sering ditulis seperti ini, kreativiti, universiti, aktiviti, realiti, stabiliti, efektiviti. Penulisan dengan cara seperti ini tentu saja tidak benar.

Yang kadang-kadang juga terabaikan adalah dalam penulisan kreativitas dan aktivitas. Dua kata ini sering ditulis kreatifitas, aktifitas. Huruf v dalam bahasa asalnya diganti dengan f. Penggantian seperti tidak benar karena bertentangan dengan aturan EyD. Huruf v yang digunakan dalam bahasa asalnya tetaplah v, bukan f. Dengan kata lain, huruf v tidak berubah penulisannya. Ā Biasakanlah menulis kreativitas dan aktivitas (menggunakan huruf v), bukan kreatifitas, aktifitas (menggunakan huruf f).[]