Bahasa-Bahasa Aceh

Bahasa-bahasa Aceh adalah bahasa-bahasa yang ada di Aceh (Wildan, 2010). Istilah ini berbeda dengan istilah bahasa Aceh. Bahasa Aceh adalah bahasa yang digunakan oleh suku Aceh. Jadi, bahasa Aceh bukanlah bermakna bahasa-bahasa yang ada di Aceh.

Ada banyak bahasa yang berkembang di Aceh. Hingga saat ini belum ada kesepakatan mengenai jumlah bahasa yang ada di Aceh. Wildan (2010) menyebutkan bahasa-bahasa yang berkembang di Aceh di antaranya seperti yang disebutkan berikut.

Bahasa Aceh digunakan di seluruh Aceh, terutama di Banda Aceh dan Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara dan Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Barat, dan Sabang. Di sebagian Aceh Selatan juga digunakan bahasa Aceh, terutama di Bakongan, Blang Pidie, Kuala Batèe, Sawang, Trumon, Manggéng, Tangan-Tangan, dan Meukék, dan sebagian kecil masyarakat di Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan sebagian Simeulu.

Berikutnya bahasa Devayan dan Sigulai. Devayan digunakan oleh masyarakat Pulau Banyak dan Simeulu Timur. Sigulai oleh masyarakat Simeulu Barat dan Salang.

Bahasa Gayo digunakan oleh masyarakat Aceh Tengah, Bener Meriah, Blang Kejeren di Gayo Luwes, sebagian masyarakat Aceh Tenggara, masyarakat Lokop di Aceh Timur, serta masyarakat Tanah Jambo Aye Aceh Utara dan Tamiang Hulu.

Bahasa Aneuk Jamèe digunakan oleh masyarakat Aceh Selatan, terutama Labuhan Haji, Sama Dua, Susoh, Tapak Tuan, Kluet Selatan, dan sebagian Singkil. Bahasa ini juga digunakan di Aceh Barat, khususnya di Kaway XVI (Penaga Rayek, Rantau Panjang, Meureubo, Pasi Meugat, dan Ranto Kléng) dan Johan Pahlawan (Padang Seurahét).

Bahasa Tamiang digunakan oleh masyarakat Tamiang, terutama di Bendahara, Kejuruan Muda, Karang Baru, Seruway, dan Tamiang Hulu

Ada juga bahasa Haloban yang digunakan di Pulau Banyak, terutama di Desa Haloban dan Desa Asan Tola di Pulau Tuanku. Di samping itu, di Pulau Tuanku ini juga digunakan bahasa Nias, khususnya di Desa Ujong Sialit.

Berikutnya ada bahasa Kluet yang digunakan oleh masyarakat Aceh Selatan, khususnya di Kluet Utara dan Kluet Selatan. Bahasa Singkil juga tak dapat dikesampingkan. Bahasa ini dipakai oleh masyarakat Singkil. Tak hanya itu, di Aceh juga ada bahasa Jawa, terutama Gunung Meriah di Singkil, Paya Bakong di Aceh Utara, Alue Ie Itam di Aceh Timur, Purwodadi di Nagan Raya. []

Bahasa-Bahasa Aceh

Bahasa-bahasa Aceh adalah bahasa-bahasa yang ada di Aceh (Wildan, 2010). Istilah ini berbeda dengan istilah bahasa Aceh. Bahasa Aceh adalah bahasa yang digunakan oleh suku Aceh. Jadi, bahasa Aceh bukanlah bermakna bahasa-bahasa yang ada di Aceh.

Ada banyak bahasa yang berkembang di Aceh. Hingga saat ini belum ada kesepakatan mengenai jumlah bahasa yang ada di Aceh. Wildan (2010) menyebutkan bahasa-bahasa yang berkembang di Aceh di antaranya seperti yang disebutkan berikut.

Bahasa Aceh digunakan di seluruh Aceh, terutama di Banda Aceh dan Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara dan Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Barat, dan Sabang. Di sebagian Aceh Selatan juga digunakan bahasa Aceh, terutama di Bakongan, Blang Pidie, Kuala Batèe, Sawang, Trumon, Manggéng, Tangan-Tangan, dan Meukék, dan sebagian kecil masyarakat di Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Simeulu.

Berikutnya bahasa Devayan dan Sigulai. Devayan digunakan oleh masyarakat Pulau Banyak dan Simeulu Timur. Sigulai oleh masyarakat Simeulu Barat dan Salang.

Bahasa Gayo digunakan oleh masyarakat Aceh Tengah, Bener Meriah, Blang Kejeren di Gayo Luwes, sebagian masyarakat Aceh Tenggara, masyarakat Lokop di Aceh Timur, serta masyarakat Tanah Jambo Aye Aceh Utara dan Tamiang Hulu.

Bahasa Aneuk Jamèe digunakan oleh masyarakat Aceh Selatan, terutama Labuhan Haji, Sama Dua, Susoh, Tapak Tuan, Kluet Selatan, dan sebagian Singkil. Bahasa ini juga digunakan di Aceh Barat, khususnya di Kaway XVI (Penaga Rayek, Rantau Panjang, Meureubo, Pasi Meugat, dan Ranto Kléng) dan Johan Pahlawan (Padang Seurahét).

Bahasa Tamiang digunakan oleh masyarakat Tamiang, terutama di Bendahara, Kejuruan Muda, Karang Baru, Seruway, dan Tamiang Hulu

Ada juga bahasa Haloban yang digunakan di Pulau Banyak, terutama di Desa Haloban dan Desa Asan Tola di Pulau Tuanku. Di samping itu, di Pulau Tuanku ini juga digunakan bahasa Nias, khususnya di Desa Ujong Sialit.

Berikutnya ada bahasa Kluet yang digunakan oleh masyarakat Aceh Selatan, khususnya di Kluet Utara dan Kluet Selatan. Bahasa Singkil juga tak dapat dikesampingkan. Bahasa ini dipakai oleh masyarakat Singkil. Tak hanya itu, di Aceh juga ada bahasa Jawa, terutama Gunung Meriah di Singkil, Paya Bakong di Aceh Utara, Alue Ie Itam di Aceh Timur, Purwodadi di Nagan Raya. []

Leave a Reply