Home Budaya Bagaimana Menulis Imbuhan Di- Awalan dan Di Kata Depan

Bagaimana Menulis Imbuhan Di- Awalan dan Di Kata Depan

1867
0

Ada dua jenis di dalam bahasa Indonesia, yaitu sebagai kata depan dan sebagai imbuhan (awalan). Keduanya paling sering digunakan, baik dalam lisan maupun tulisan. Meski tidak tampak berbeda bila digunakan dalam lisan, tetapi bentuk di harus dibedakan penulisannya bila dituliskan.

Pembedaan itu telah diatur dalam EyD. Disebutkan bahwa di- yang berupa awalan harus ditulis serangkai atau digabung dengan kata yang mengikutinya, misalnya ditulis, dibaca, diterima. Sebaliknya, bila bentuk di itu merupakan kata depan, penulisannya harus dipisahkan dengan kata yang mengikutinya. Ini dapat dilihat pada contoh berikut: di kantor, di pasar, di atas meja.

Persoalannya adalah tidak semua orang dapat dengan mudah membedakan di- sebagai awalan dan di sebagai kata depan. Hal ini pula yang menyebabkan sebagian orang salah menulis bentuk di itu.

Sebenarnya mengidentifikasi di- sebagai awalan dan sebagai kata depan cukup mudah. Kita dapat mengujinya dengan mengubah di menjadi me-, mem, men-, meny-, meng-. Bila kata yang diikuti bentuk di dapat berubah menjadi me-, mem, men-, meny-, atau meng-, pertanda bahwa di pada bentuk itu merupakan awalan sehingga harus dirangkai atau digabung penulisannya. Namun, bila tidak berterima setelah diubah, bentuk di berarti kata depan. Mengapa harus diuji dengan me-, mem, men-, meny-, atau meng-? Secara kebahasaan, bentuk-bentuk itu merupakan imbuhan penanda aktif yang bila dipasifkan menjadi awalan di-.

Anda ragu, apakah di pada kata di baca ditulis terpisah atau digabung? Coba ubah dengan imbuhan mem- sehingga menjadi membaca. Karena berterima, berarti di pada dibaca harus ditulis serangkai atau digabung karena merupakan awalan. Lalu, dengan cara yang sama, coba ubah di pada kata didapur menjadi medapur? Tentu saja hasil pengubahan seperti itu tidak ada dalam bahasa Indonesia. Itu berarti di pada kata di dapur adalah kata depan sehingga harus dipisahkan penulisannya dengan kata yang mengikutinya.  Mudah bukan?

Coba gunakan cara tadi untuk mengidentifikasi apakah di pada kata berikut ditulis terpisah atau digabung: di pekerjakan, di ambil, di tembak, di selamatkan. Bila setelah menguji, Anda mengatakan bahwa di pada kata-kata itu merupakan awalan sehingga harus ditulis serangkai, pertanda Anda berhasil menerapkan cara yang saya sampaikan. Selamat mencoba![]