Budaya Sumang dan Tutur Gayo Mulai Menghilang

REDELONG – Budaya Gayo seperti “Sumang” dan “Tutur” mulai menghilang di Dataran Tinggi Gayo, generasi di penerus di Gayo sudah tidak mengerti lagi apa itu sumang dan sudah sangat jarang mengunakan tutur dalam sehari-hari.

Hal itu disampaikan masyarakat Gayo ketika bertemu dengan Anggota DPR RI komisi X, Raihan Iskandar saat melakukan reses ke daerah dingin itu, Rabu 2 Mei 2012.

“Kita akan usulkan kepada Menteri Pendidikan supaya pendidikan di gabungkan dengan kebudayaan, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kalau sudah ada pengabungan itu, pendidikan otomatis tidak akan jauh dari kebudayaan”, sebut Raihan.
 
Dalam pendidikan itu, kata Raihan, harus ada kebudayaan didalamnya, sehingga siswa tidak lupa akan kebudayaan masing-masing dan budaya tersebut tidak akan hilang karena terus melekat di sampai kapan pun.
 
Sementara itu Pemerhati Budaya Gayo, Win Ruhdi Bathin menyebutkan, masyarakat Gayo itu Permissive, toleran dan mudah menerima budaya yang masuk, sehingga berakibat tersingkirnya adat budaya Gayo sendiri seperti sumang, demikian juga halnya dengan Tutur Gayo.
 
"Guna melestarikan Budaya Gayo tersebut, sangat perlu dibuat buku, cerpen dan cerita anak-anak berbahasa Gayo, sehingga budaya Gayo seperti sumang dan tutur itu terus melekat di hati anak-anak," ujar Win Ruhdi.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply