BPS Aceh: Deflasi Lhokseumawe Tertinggi di Sumatera

BANDA ACEH – Lhokseumawe mengalami deflasi tertinggi di Sumatera yang mencapai 1,53 persen. Hal itu dikemukakan Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Senin 1 Oktober 2012.

“Deflasi di Lhokseumawe mencapai 1.53 persen dan terendah di kota Medan yaitu 0.02 persen,” ujar kepala BPS Aceh, Syech Suhaimi kepada The Atjeh Post.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, menunjukkan pada bulan September 2012 provinsi Aceh mengalami deflasi sebesar 0,87 persen. Sementara deflasi terbesar terjadi di kota Lhokseumawe yaitu sebesar 1.53 persen, lalu disusul Banda Aceh yaitu sebesar 0.23 persen.

Menurutnya, komoditas yang memberikan andil tertinggi terhadap terjadinya deflasi bulan September 2012 ini adalah cabai merah, yaitu sebesar minus 0.2772 persen. Selanjutnya disusul daging ayam ras, cabai hijau, tulang sapi, baju muslim daging ayam kampung, ikan jenis rambeu, daging sapi, udang basah dan ikan tongkol.

Sementara deflasi yang terjadi di Banda Aceh, menurut Suhaimi, secara umum disebabkan oleh penurunan harga pada kelompok bahan makanan.

Untuk laju inflasi yang terjadi di Banda Aceh tahun kelender 2012 sampai dengan bulan September, menurut data BPS adalah sebesar 0.51 persen, sedangkan untuk kota Lhokseumawe sebesar 1.70 persen dan Aceh sebesar 1.09 persen.

“Sedangkan inflasi year on year (September 2012 terhadap September 2011) untuk Banda Aceh, mencapai 1.67 persen, Lhokseumawe 2.47 persen dan Aceh 2.06 persen,” kata Suhaimi.(bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply