Bos Semen Lafarge Tolak Komentari Persoalan Amdal dan Pajak di Aceh

BOS PT. Lafarge Indonesia, perusahaan yang menguasai saham pabrik semen di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, menolak mengomentari persoalan Amdal dan pajak di Aceh.

“Saya tidak mau berkomentar,” ujar Antony Ricolfi, Country CEO Lafarge Indonesia, kepada ATJEHPOST.CO, di sela-sela memberian beasiswa CSR Lafarge Indonesia, di SMAN 1 Lhoknga kamis, 28 Agustus 2014.

Sebagaimana yang diketahui, persoalan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) perusahaan semen di Lhoknga menjadi focus perhatian aktivis lingkungan selama beberapa tahun terakhir.

Perusahaan yang dulunya bernama PT. SAI itu disinyalir bekerja diluar ketentuan dokumen Amdal. Akibatnya terjadi kerusakan lingkungan di sekitar pabrik. Hal ini juga sempat mendapat protes dari tokoh masyarakat di Lhoknga dan Leupung. Namun protes ini kemudian meredup selama setahun terakhir.

Hal yang sama juga disinyalir terjadi pada permasalahan pajak. Keberadaan perusahaan itu diduga minim kontribusinya untuk Aceh. “Saya tidak mau berkomentar, karena ini tidak menyangkut dengan penyaluran beasiswa,” ujar Antony Ricolfi lagi.

Laporan Zulkarnaini Syehjoel

  • Uncategorized

Leave a Reply