Boleh Dicontoh, Seperti Ini Tertib & Bersihnya Kota Seoul

Boleh Dicontoh, Seperti Ini Tertib & Bersihnya Kota Seoul

Menjadi ibukota dari Korea Selatan, sudah tentu Seoul menjadi sangat padat dan sibuk. Meski begitu, kotanya termasuk yang sangat bersih, juga tertib. Bisa dicontoh untuk Jakarta!

Korea selatan memiliki ibu kota negara Seoul yang merupakan sebuah kota metropolitan. Sekalipun demikian, kota ini tertatap asri, bersih dan tertib.

DetikTravel belum lama ini berkesempatan menginjakan kaki di Seoul bersama PT BNI ketika membuka cabangnya di Kota Gingseng itu. Pagi sekitar pukul 08.00 waktu setempat ketika menapakkan kaki di Bandara Incheon di Seoul suhu udara lumayan panas sekitar 25 derajat. Perjalanan yang ditempuh dari Bandara Soekarno Hatta di Jakarta ke Seoul sekitat 6 jam 45 menit.

Bandara Incheon ini berada di sebuah dari daratan semenanjung Korea. Mempersatukan keduanya dibentang jembatan yang cukup megah. Tak cukup satu jembatan saja, tapi lebih dari dua jembatan menuju ke kawasan bandara yang menyeberangi selat sekitar 1 km.

Perjalanan yang ditempuh dari Incheon menuju kota metropolitan Seoul sekitar 1 jam. Menempuh perjalanan itu, kita dimanjakan pemandangan pulau-pulau kecil di sekitar semenanjung Korea. Pemandangan bertambah asri ketika melintasi panorama perbukitan nan hijau. Perbukitan itu ditumbuhi pepohonan hijau tanpa ada penggundulan.

Sampailah saatnya di Kota Seoul. Gedung-gedung pencakar langit berdiri kokoh. Ruas jalan-jalan protokolnya begitu lebar. Jarang sekali ada pembatas median di tengah jalan sebagaimana lazimnya kota di Indonesia. Pembatas jalan dua arah cukup dengan garis marka warna putih, bukan trotoar.

Di pusat kota, Anda bisa menikmati Seoul dikelilingi perbukitan yang menambah keelokannya. Swasana kota siang hari bertambah panas dengan suhu mencapai 29 derajat di musim panas. Ada patung Jenderal Lee sebagai pahlawan yang dikagumi masyarakat Korea.

Negara bekas jajahan Jepang ini memanfaatkan fasilitas kendaraan umum sebagai transportasi utama. Ada keretan bawah tanah, bus kota dan taksi. Jarang sekali kita lihat adanya kendaraan roda dua sebagai alat transportasi warganya. Kalau ada terlihat motor yang melintas pada umumnya sebagai transportasi untuk mengantarkan barang pesanan.

Sehingga pagi hari atau sore ini, kita akan melihat bagaimana warga setempat beraktifitas. Mereka lebih mengutamakan kendaraan umum seperti bus, dan kereta api ketempat yang akan dituju. Selebihnya untuk menuju titik terakhir dari perjalanan, mereka berjalan kaki.

Kendaraan umum, dari taksi dan bus para supirnya selalu dilengkapi tablet yang terpasang di depan tempat pengemudi yang berada di posisi kiri, bukan sebelah kanan. Bila Anda berjalan, bisa menunjukan tempat sesuai yang dituju.

Di Kota Seoul juga ada jalan khusus untuk bus seperti TransJakarta di Jakarta. Namun uniknya, antara jalan khusus bus dan kendaraan pribadi atau taksi tidak ada pembatasnya seperti di Jakarta yang diberi tembok kecil agar tidak ada kendaraan di luas bus yang nyelonong.

Batas marka jalan cukup ditandai garis warna kuning. Sportifnya, kendaraan di luar bus way tidak ada yang menggunakan bahu jalan tersebut. Padahal, jika mau nyelonong paling gampang, seperti pemandangan saban hari yang ada di Jakarta.

Di tengah pusat kota, ada sebuah sungai buatan dalam istilah kita. Sungai buatan yang dimaksud, sebuah lahan antar gedung di buat sungai oleh otoritas setempat. Bagian hulunya bak air yang mengalir air jernih. Untuk ke bawah kita bisa turun dengan anak tangga, sekitar 5 sampai 6 meter.

Sungai ini disusun begitu apik meliuk ke kanan dan kiri, di tengahnya ada bebatuan. Di tepi sungai, tersedia tempat duduk. Di sanalah, bila malam hari masyarakat atau turis memanjakan dirinya duduk bersantai.

Bagian atas sungai tersedia tempat duduk untuk memandang ke bawah atau memandang gedung pencakar langit. Malam hari, suhu udara cukup sejak bisa mencapai 18 derajat.

Kota Seoul juga cukup bersih. Tidak ada pemandangan tumpukan sampah di sana. Masyarakatnya, seperti sadar akan kebersihan. Merokok juga tidak sembarang tempat. Bila Anda pecandu rokok, maka harus berhati-hati. Sekalipun berada di kawasan jalan yang ramai, tidak ada warga yang melintas sambil merokok. Terkecuali mereka akan merokok di lokasi yang sudah ditentukan. Penasaran, ayo jalan-jalan ke negeri Gingseng itu. | sumber : detik

Leave a Reply