Bocah 6 Tahun Meninggal karena Luka Bakar Setelah Dilempar Lampu Teplok

Bocah 6 Tahun Meninggal karena Luka Bakar Setelah Dilempar Lampu Teplok

BIREUEN – Bocah perempuan berusia enam tahun dari Desa Pandrah Janeng, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, akhirnya meninggal dunia akibat luka bakar serius di tubuhnya.

A mengalami luka bakar serius setelah dilempar lampu teplok oleh tetangganya yang masih ada hubungan keluarga beberapa hari lalu. Kasus yang menimpanya sempat terpendam karena ada pihak-pihak yang tak ingin kasus itu mencuat.

Namun, peristiwa itu diketahui luas setelah rekaman video yang menggambarkan penderitaan A dikirim oleh seseorang ke inbox fanpage Serambinews.com.

Tak jelas dimana video berdurasi 2 menit 5 detik itu direkam. Namun, dalam rekaman itu terlihat seorang bocah yang disebut A berbalut perban di beberapa bagian tubuhnya, seperti di leher dan lengan.

Seorang laki-laki terdengar mewawancarai bocah tersebut yang tengah berbaring di ranjang, seperti ranjang rumah sakit. Dalam video itu, si bocah masih bisa menceritakan peristiwa yang dialaminya secara terbata-bata.

Dia bercerita bagaimana dia dilempar dengan lampu teplok sambil didorong ke bawah dari rumah panggung oleh seseorang. Pamannya sendiri, menurut bocah tersebut, sedang berada di rumah namun tidur. Dia lalu bercerita caranya mencari bantuan untuk memadamkan api yang saat itu membakar tubuhnya. Dia sempat lari ke sumur namun tak ada timba, akhirnya dia masuk ke rumah dan akhirnya ditolong.

Berdasarkan penelusuran terhadap informasi dari video tersebut, sumber Serambinews.com menyebutkan bahwa beberapa malam lalu, A dijemput oleh tetangganya yang masih memiliki hubungan keluarga, namun belum diketahui identitasnya.

Ibu A sempat menolak anaknya dibawa ke rumah tetangganya itu. Tetapi akhirnya, A tetap dibawa. Belum jelas motifnya, A lalu tiba di rumah tetangganya itu dan dilempar dengan lampu teplok yang membuat tubuh mungil bocah tersebut mengalami luka bakar serius. Pelakunya disebut-sebut perempuan.

Beberapa saat kemudian, tetangga dan keluarga A mengetahui kejadian itu dan segera melarikan korban ke puskesmas terdekat. Karena luka bakarnya cukup serius, korban dirujuk ke RSUD dr Fauziah Bireuen.

Selanjutnya, A dirujuk ke RSU Zainoel Abidin Banda Aceh. Kabar terbaru yang diterima, A akhirnya meninggal dunia pada 16 September 2015 ketika masih dalam perawatan tim medis rumah sakit tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Pandrah Ipda Tarmizi membenarkan kejadian yang menimpa seorang bocah berinisial A dari Desa Pandrah Janeng, Kecamatan Pandrah, Bireuen.

Polisi sedang mengusut dan mengembangkan kasus dugaan pembakaran terhadap A yang menyebabkan korban meninggal.

“Kami sudah berusaha memintai keterangan orang tua korban namun belum bisa karena mereka masih berduka,” kata Tarmizi. [] Sumber: kompas.com

Foto ilustrasi

Leave a Reply