Boat Illegal Asal Sibolga Ditangkap di Perairan Simeulu

SINABANG – Patroli gabungan antara TNI AL, Pol Air dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Simeulu kembali menangkap satu unit kapal ilegal fishing yang beroperasi di perairan Pulau Simeulu.

Sekitar pukul 09.00 wib Kamis pagi kemarin, 6 Desember 2012, petugas gabungan menemukan KM Lubuk Baru asal Sibolga, Sumatera Utara tidak bisa menunjukkan dokumen surat izin penangkapan ikan di perairan Aceh.

Petugas kemudian menggiring KM Lubuk Baru bersama 20 orang Anak Buah Kapal (ABK) ke Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Lugu, Sinabang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikaran Kabupaten Simeulu, Isdawati, Jumat, 7 Desember 2012.

"Patroli rutin kita menemukan kapal ikan asal Sibolga yang tidak dapat memperlihatkan dokumen resmi untuk melakukan penangkapan ikan di perairan laut Provinsi Aceh dan Simeulue. Dan saat ini sedang dalam proses pendalaman kasus," katanya kepada ATJEHPOSTcom.

Sementara ABK Opik, 32 tahun, asal Ujung Kulon Jawa Barat dan Rahmad, 20 tahun, asal Sibolga mengatakan, saat ditangkap mereka berada di kawasan Pulau Lasia, Kecamatan Teupah Selatan, dan kondisi kapals edang rusak setelah lima hari beroperasi menangkap ikan dengan menggunakan jaring lingkar.

"Saat ditangkap kapal kami sedang rusak Handle (alat untuk maju mundur kapal-red) sejak sehari lalu. Sebelum rusak kami sudah dapat ikan campuran sebanyak 6 Lubang. Kira-kira satu lubang itu ada 800 kilogram, dan hasilnya dijual ke Sibolga," kata Opik dan Rahmad yang ditemui ATJEHPOSTcom di lokasi PPI Lugu Sinabang.

Saat ini kata mereka, kapten kapal atas nama Eri, 36 tahun, dan dua ABK asal Simeulu sedang dimintai keterangan. Dua ABK Simeulu merupakan penunjuk jalan untuk penangkapan ikan.

"Pak Erik, kapten kapal dan dua ABK warga Simeulue, dibawa petugas itu, mungkin sedang diproses. Dua ABK warga pulau Simeulue memang ikut kami sebagai penunjuk jalan, agar mudah mendapatkan ikan," kata Opik.[] (ihn)

  • Uncategorized

Leave a Reply