Bisnis parsel Lebaran

RUANG tamu rumah di Lamteumen Timur, Banda Aceh, itu ibarat gudang minimarket. Puluhan dus barang aneka jenis dan penganan khas Lebaran terletak di sepanjang dinding.

Beberapa barang sudah dikeluarkan dari dus dan diatur layaknya jajanan barang dagangan di swalayan. Sementara di sudut ruangan terlihat puluhan keranjang rotan berbentuk rak mini tiga tingkat.

Di ruang tengah rumah, dua pekerja memasukkan dan menata barang-barang ke dalam keranjang rotan. Keranjang penuh barang-barang itu dihiasi pita warna-warni dan plastik bening sebagai pembungkusnya.

Beginilah suasana yang terlihat di rumah Lestari, ibu rumah tangga yang berbisnis parsel. “Saya mengawali bisnis ini tidak lain sebagai penyaluran hobi saja,” ujar Lestari kepada The Atjeh Times, Kamis pekan lalu. “Saya sering browsing di internet tentang tata cara menghias sesuatu, termasuk parsel.”

Berawal dari belajar autodidak sejak akhir 2008, setahun setelahnya Lestari mencoba mencari tempat yang dapat menampung kemampuannya merancang parsel. Pada 2009, ia mendapat job dari sebuah perusahaan untuk pengadaan parsel bagi karyawan. Sejak saat itu, setiap Ramadan ia mempunyai kesibukan menjadi pemasok parsel untuk perusahaan.

Bisnis parsel sedikit banyak membantu ekonomi keluarga. Isi parsel yang mesti disiapkan Lestari per paket tergantung tema. “Kalau parsel untuk Lebaran isinya ada busana muslim, seperti baju koko, mukena, kain sarung, sajadah, dan barang-barang keperluan sehari-hari,” ujarnya.

Isi parsel juga disesuaikan dengan harga per paket. Paket minimal Rp500 ribu berisi khusus busana muslim. Sementara harga maksimal paket Rp1,8 juta berisi kombinasi busana muslim, makanan dan minuman, hingga cangkir atau sloki.

Lestari mengaku tak harus punya ilmu khusus untuk merancang parsel. “Tinggal bagaimana kejelian kita menempatkan barang-barang dalam keranjang yang tersedia. Bagaimana kita menghiasnya biar menarik dipandang. Namun, tentu saja ini mesti dimodali dengan jiwa seninya juga,” ujarnya.

Dari bisnis parsel ia mendapat omzet lumayan. “Pokoknya dengan keuntungan itu setidaknya bisalah buat tambahan THR Lebaran, buat teman-teman juga yang ikut membantu di sini, dan setidaknya juga bisa membantu pengrajin rotan yang ada di sini juga,” ujarnya. Bisnis parsel, kata dia, menjadi tantangan tersendiri untuk dikembangkan karena prospeknya yang menjanjikan. []

  • Uncategorized

Leave a Reply