Besok, RDPU Raqan Hukum Acara Jinayat dihadiri unsur TNI

KETUA Pansus IV Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Abdullah Saleh, mengatakan lanjutan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Rancangan Qanun Hukum Acara Jinayat digelar besok, Rabu, 18 September 2013 akan dihadiri oleh unsur TNI, elemen Pemerintah Aceh dan para perwakilan Pemerintah Kabupaten/Kota di Aceh.

"Agar ini dapat berjalan menyeluruh, maka seluruh lapisan, orang-orang yang ada di Aceh harus tahu dan ikut berpartisipasi meberikan saran, masukan. Ya supaya ini bisa berjalan baik, diterima dengan baik di kemudian hari," kata Abdullah Saleh di sela-sela masa istirahat RDPU Raqan Hukum Acara Jinayat, Selasa, 17 September 2013.

Diberitakan sebelumnya  Pansus IV Dewan Perwakilan Rakyat Aceh menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum Rancangan Qanun (Raqan) Hukum Acara Jinayat. Rapat digelar sejak pukul 10.00 WIB di ruang serba guna DPRA, Selasa 17 September 2013. Hadir para pemangku kepentingan dari berbagai organisasi dan unsur Pemerintah Aceh.

Ketua Pansus IV Abdullah Saleh mengatakan rapat digelar selama dua hari. Hari ini, kata dia, dewan menerima masukan terkait pembenahan dan perbaikan substansi rancangan qanun.

"Kita harapkan apa yang disampaikan pada forum ini dapat membantu perbaikan-perbaikan atas Raqan yang kami sampaikan," ujarnya sembari meminta agar sesi diskusi diisi dengan lima pendapat dari peserta rapat.

Salah seorang peserta dari PBNU, Tengku Azli Al Madni, berharap agar struktur bahasa di dalam rancangan qanun yang masih banyak menggunakan kata sambung "Nya", dapat diperbaiki.

"Juga saya ingin agar qanun ini segera dapat diberlakukan. Ini harapan dari kami masyarakat yang telah menanti agar proses penyelenggaraan syariah Islam lebih baik," ujar Azli.

Pendapat lain juga diberikan oleh perwakilan FPI Aceh yang menilai proses penguatan syariah harus ditegakkan dari atas hingga ke bawah. Semua pihak, kata perwakilan FPI Aceh, harus dapat mendorong agar syariah tak hanya berlaku bagi segelintir orang saja.[] ihn

  • Uncategorized

Leave a Reply