Besok, Lintas Komunitas Gelar Parade Penyelamatan Satwa di Banda Aceh

Besok, Lintas Komunitas Gelar Parade Penyelamatan Satwa di Banda Aceh

BANDA ACEH – Lintas komunitas di Banda Aceh akan menggelar aksi Gerak Bersama dalam Solidaritas untuk Badak, Gajah dan Harimau pada Sabtu, 3 Oktober 2015 besok. Kegiatan yang bakal digelar di Banda Aceh ini merupakan salah satu rangkaian Global Marching for Elephant, Rhino and Tiger di seluruh dunia.

“Besok berkumpulnya di Taman Sari dengan rute Taman Sari-Masjid Raya Baiturrahman-Simpang Lima dan kembali lagi ke Taman Sari,” kata Nanda Mariska, koordinator partnership ke portalsatu.com, Jumat, 2 Oktober 2015.

Dia mengatakan parade dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Aksi ini, kata Nanda, juga didukung oleh Polda Aceh, Bappedal, dan berbagai lembaga serta komunitas di Aceh.

“Tujuannya untuk mengajak lintas individu, pemerintah, lembaga, dan lintas komunitas untuk peduli pada perlindungan satwa khususnya gajah, badak, dan harimau,” katanya.

Nanda mengatakan kegiatan ini untuk memberi dukungan terhadap penyelamatan satwa di Aceh. Menurutnya kegiatan penyelamatan satwa ini juga pertama kali diikuti oleh Banda Aceh.

“Banda Aceh akan melaksanakan parade ini yang merupakan keikutsertaan Indonesia untuk pertama kali. Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas masyarakat luas untuk menunjukkan kepedulian mereka terhadap nasib badak, gajah dan harimau yang sedang terancam punah,” ujar Nanda yang juga Duta Wisata Aceh Besar 2015 ini.

Sebagaimana diketahui, Aceh merupakan habitat penting satwa-satwa langka terancam punah seperti badak, gajah dan harimau. Sebagian besar populasi satwa di Sumatera ini terdapat di Aceh karena provinsi ini memiliki hutan yang cukup luas. Namun ancaman terhadap kelestarian satwa ini semakin meningkat disebabkan oleh pengrusakan hutan yang menyebabkan fragmentasi habitat satwa kekurangan makanan dan diperparah dengan perburuan liar.

Lembaga konservasi dunia, International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) juga telah memasukkan badak, gajah dan harimau sumatera dalam daftar red list sebagai satwa dengan status terancam punah.

Populasinya di alam liar terus menurun. Diperkirkan jumlah badak yang ada di seluruh Sumatera tidak lebih dari 100 ekor. Jumlah harimau diperkirakan tinggal 400 ekor. Sementara jumlah gajah tinggal 1.700 ekor saja. Sebagai rumah terakhir satwa langka di Sumatera, Aceh memiliki peranan penting untuk memastikan berjalannya upaya konservasi satwa ini.

“Masyarakat Aceh harus memiliki kekuatan untuk bisa mendesak pemerintah, aparat penegak hukum, dan privat sektor untuk bertanggung jawab untuk menyelamatkan sisa populasi badak, gajah dan harimau serta berupaya meningkatkan populasinya di masa depan. Salah satu targetnya adalah memberikan edukasi dan menggalang dukungan publik yang lebih besar,” ujar Nanda.[](bna)

Leave a Reply