Bergaya Bangsawan Tiongkok, Gaun Rihanna Mendapat Pujian di Met Gala

Bergaya Bangsawan Tiongkok, Gaun Rihanna Mendapat Pujian di Met Gala

Ketika Rihanna berpose di karpet merah Metropolitan Museum of Art’s Costume Institute Gala (Met Gala) 2015, semua orang terpana. Bagaimana tidak, RiRi terlihat luar biasa, bergaya bagaikan bangsawan Tiongkok, mengenakan jubah mewah berwarna kuning terang, dengan ekor panjang, berdetail sulaman emas.

Bagi Andre Leon Talley, mantan editor-at-large Vogue, gaun Rihanna adalah yang terbaik. Gaun tersebut, membutuhkan waktu pembuatan dua tahun, hanya untuk sulamannya.

“Dia memecahkan rekor gaya terbaik di karpet merah. Gaun yang dia pilih sangat tepat. Sesuai dengan tema dan punya drama. Itu menunjukkan, RiRi bukan hanya penyanyi, tetapi seorang diva,” papar Talley, dilansir Glamour.

Ada alasan tersendiri kenapa RiRi memilih gaun bergaya jubah tersebut. Tahun ini, Met Gala menghadirkan tema “China: Through The Looking Glass”, yang menceritakan akulturasi mode Tiongkok dan Barat selama berabad-abad.

Saat ditanya siapa perancang busananya, RiRi menyebut sebuah nama asing. Bukan Dior, Elie Saab, Versace, atau pun Armani, melainkan Guo Pei.

Siapa dia? Guo Pei, 45, merupakan perancang adibusana asal Tiongkok. Di liga mode Asia, Guo Pei termasuk desainer papan atas, koleksinya merupakan salah satu yang terbaik di Negeri Tirai Bambu. Di Negeri Panda tersebut, Guo Pei disejajarkan dengan Coco Chanel dan Alexander McQueen.

Pei pertama kali bersinggungan dengan mode di usia 19 tahun. Dia mengambil studi fesyen di Beijing Second Light Industry School, dengan jurusan busana siap pakai. Pei menajamkan talenta modenya di Tian Ma, sebuah perusahaan fesyen. Setelah mendapat cukup pengalaman, Pei mendirikan studi mode pribadi, yakni Rose Studio.

Pada 2005, Pei memperluas jangkauan rancangannya dengan menjajal dunia adibusana. Mengutip Strait Times, hal itu terjadi setelah Pei berkunjung ke Museum Militer Prancis, di mana dia terinspirasi seragam Napoleon Bonaparte.

Dari inspirasi itu, Pei menghadirkan sebuah gaun adibusana dari benang emas yang membutuhkan waktu setahun dan 100 pekerja untuk menyelesaikannya.

Sejak saat itu, Pei memantapkan diri sebagai desainer adibusana di Tiongkok. Dia berencana merilis koleksi busana siap pakai dalam waktu dekat.

Di pameran Met Gala tahun ini, Pei menyumbangkan dua koleksi masterpiece, yang pertama berjudul “Magnificent Gold”, sebuah gaun berdesain rumit yang membutuhkan waktu 50 ribu jam membuatnya. Gaun kedua berjudul “Blue and Porcelain”, serta memakan waktu 10 ribu jam dalam proses pembuatan.

Anna Wintour, penyelenggara pameran, mengatakan Tiongkok selalu memberi pengaruh signifikan terhadap gaya berbusana masyarakat Barat. Mulai dari busana kasual, hingga desain kostum bagi teater dan industri perfilman.

“Banyak mode Eropa dan Amerika yang terpengaruh budaya, seni, dan bahkan mode Tiongkok itu sendiri, dari mulai kontak pertama bangsa Barat dengan Tiongkok di era ke-16 hingga kini, dari desainer Paul Poiret sampai Marc Jacobs, semua pernah mengolah Tiongkok sebagai inspirasi rancangan,” papar Wintour. | sumber : viva

Foto: Rihanna berpose di red carpet Metropolitan Museum of Art Costume Institute Gala 2015 dalam pembukaan  (REUTERS / Lucas Jackson)

Leave a Reply