BEM Unsyiah: Pelegalan LGBT Bencana Kemanusiaan

BEM Unsyiah: Pelegalan LGBT Bencana Kemanusiaan

BANDA ACEH – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala mendesak pemerintah pusat untuk segera bertindak tegas terkait pelegalan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, and Transgender) di berbagai Negara di dunia.

“BEM Unsyiah menolak LGBT, ini adalah bencana kemanusiaan dan kami menolak eksistensinya di Indonesia,” kata Presiden Mahasiswa (Presma) Unsyiah, Hamzah, Selasa 7 Juli 2015.

“LGBT bukanlah bangsa Indonesia dan ini melawan fitrah kemanusiaan,” katanya lagi.

Hamzah mengatakan, sejak disahkan perkawinan antar sejenis di Amerika serikat pada 27 Juni 2015 silam, banyak respon yang muncul dari berbagai kalangan.

Katanya, sikap BEM Unsyiah terhadap hal ini dipicu oleh banyaknya kegiatan yang mengusung konsep perkawinan sejenis, tak hanya di Amerika namun juga merambah ke Indonesia.

“BEM Unsyiah juga mendesak pemerintah untuk segera mengambil peran sentral dan mencegah pergerakan masif terhadap LGBT,” katanya.

 Laporan M. Fajarli Iqbal

Leave a Reply