BEM Unsyiah Kecam Pelesiran DPR Aceh ke Prancis dan Hongkong

BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah mengecam prilaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang diduga pelesiran ke Perancis dan Hongkong.

Presiden Mahasiswa (Presma) Unsyiah, Muhammad Chaldun, mengatakan keberangkatan wakil rakyat ini dinilai sangat fatal karena dilakukan di akhir masa jabatannya, apalagi sedang berlangsungnya pembahasan lima qanun. [Baca: Anggota DPR Aceh Pelesir ke Prancis dan Hongkong?].

“Kami sangat sesalkan dengan adanya agenda keberangkatan anggota dewan ke luar negeri karena mereka telah meninggalkan tugas untuk membahas berbagai macam kepentingan rakyat di akhir masa jabatannya,” kata Chaldun.

Menurutnya, pelesiran yang dilakukan juga tidak jelas agenda, seperti apa yang dipelajari disana.

Pasalnya, kata Chaldun, jika DPR Aceh beralasan ingin belajar hukum di Perancis! Maka sistem tata negara Perancis yang liberal sangat jauh berbeda dengan aturan Hukum di Aceh yang diberikan otonomi khusus dalam menjalankan syariat Islam. 

“Kami selaku mahasiswa sangat mengharapkan agar mereka harus diperiksa dan mempertanggungjawabkan anggaran dan manfaat berangkat keluar negeri. Jika memang tidak ada manfaat yang jelas, maka anggota dewan yang berangkat telah mengkhianati amanah rakyat karena telah meninggalkan tugas dan menghamburkan uang rakyat,” ujarnya lagi.

  • Uncategorized

Leave a Reply