Begini wajah situs bencana Amerika setelah kebijakan shutdown

SITUS internet milik lembaga survei geologi Amerika, USGS (United States Geological Survey), berhenti beroperasi seiring dengan diberlakukan kebijakan "shutdown" oleh pemerintah Amerika.

Situs yang biasanya selalu mengupdate informasi bencana seperti gempa dan letusan gunung berapai secara real time ini kini hanya menampilkan layar putih dan keterangan berhenti beroperasi.

"Due to the Federal government shutdown, usgs.gov and most associated web sites are unavailable. Only web sites necesssary to protect live and property will be maintaned," tulis pengelola usgs.gov, 2 Oktober 2013.

Di halaman muka website memang memunculkan sejumlah link terkait informasi kebencanaan. Namun, USGS mengatakan informasi yang dimunculkan tidak lagi secepat biasanya.

Pada laman yang menampilkan informasi gempa terkini, misalnya, ada pesan begini,"Due to a lapse in Federal funding, the USGS Earthquake Hazards Program has suspended most of its operations. While the USGS will continue to monitor and report on earthquake activity, the accuracy or timeliness of some earthquake information products, as well as the availability or functionality of some web pages, could be affected by our reduced level of operation."

Situs usgs.gov sering menjadi rujukan media ketika melaporkan bencana. ATJEHPOST.com termasuk yang menggunakan informasi dari USGS untuk mengetahui data kegempaan di suatu daerah.

Ketika terjadi gempa Tangse beberapa waktu lalu, situs BMKG milik pemerintah Indonesia melaporkan pusat gempa yang berbeda dari USGS. Ketika itu, BMKG melaporkan pusat gempa terjadi di Pulo Aceh, sedangkan USGS melaporkan pusat gempa di Mane, Tangse. (lihat: BMKG Mencatat Gempa 15 Kilometer dari Banda Aceh, Mengapa Banyak Korban di Mane Pidie? dan Ini Sebab Data Gempa BMKG Berbeda dengan Badan Geologi Amerika

  • Uncategorized

Leave a Reply