Begini suasana SPBU di Bireuen jelang isu kenaikan BBM

AKTIVITAS di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Bireuen masih normal. Meski pemerintah telah mengambil ancang-ancang untuk menaikkan harga premium dan solar subsidi dari Rp4.500 menjadi Rp5.500 pada Juni 2013 mendatang.

Sebagaimana pantauan ATJEHPOSTcom di SPBU Reuleut, Kota Juang, Jumat 3 Mei 2013, pengguna kendaraan yang mengisi bahan bakar hanya beberapa orang saja, baik di pompa untuk kendaraan roda dua dan roda empat, tidak terlihat antrian panjang.

Hal sama terlihat di SPBU Kilometer 1 Kecamatan Juli, seirama dengan di SPBU Reuleut, konsumen masih normal. Baik di tempat pengisian bahan bakar untuk roda dua dan roda empat terlihat sepi.

Pemandangan sedikit berbeda terlihat di SPBU Paya Meuneng, Kecamatan Peusangan Bireuen yang terletak di lintas Banda Aceh-Medan itu, antrian terlihat di pompa untuk pengisian bahan bakar kendaraan roda dua. Sementara di tempat untuk pengisian bahan bakar mobil jumlah konsumen masih wajar.

Taufik, petugas SPBU Reuleut yang terletak di lintas nasional Banda Aceh-Medan mengatakan belum ada lonjakan konsumen dalam beberapa hari terakhir, meski pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak baik premium dan solar menjadi Rp5.500.

“Kalau ada isu kenaikan harga BBM, kalangan warga sering mengantri mengisi BBM pada akhir bulan, sebab pemerintah biasanya mengumumkan kenaikan harga bahan bakar pada akhir bulan, jadi warga menunggu jelang tanggal 1,” ujar Taufiq.

Dia mengatakan pasokan premium dan solar dari PT Pertamina ke SPBU tempatnya bekerja tetap yaitu masing-masing 24 ton perhari. Sehingga di SPBU itu jarang terjadi kekosongan stok BBM.

“Pasokan masih normal dan cukup hingga datang pasokan keesokan harinya, tetapi terkadang stok menipis bahkan habis pada setiap akhir pekan, sebab jumlah kendaraan pada saat itu lebih banyak, terlebih SPBU ini letaknya di lintas jalan nasional,” katanya.

Sementara itu sumber dari kalangan masyarakat Bireuen mengatakan tak dapat dipungkiri, aksi pelanggaran distribusi bahan bakar minyak di sejumlah SPBU kerap terjadi pada malam hari. Oknum masyarakat menggunakan pick up berisi jerigen pada larut malam.

Lalu puluhan jerigen diisi dengan BBM bersubsidi di salah satu pompa di SPBU di Bireuen. Bila ingin melihat langsung, kata warga, aksi seperti itu terjadi mulai pukul 22.00 wib hingga dinihari.

“Pelanggaran seperti itu sering terjadi, kami menduga yang sering mengambil bahan bakar terutama solar adalah kaki tangan oknum pengusaha jasa konstruksi dan industri dan para spekulan saat ada rencana kenaikan harga,” ujar warga Bireuen yang tidak ingin namanya disebutkan.

Sementara seorang warga lainnya mengatakan, akhir April 2012 kemarin dia pernah memergoki petugas yang menghentikan satu unit pick up yang bermuatan bahan bakar minyak di dalam puluhan jerigen di kawasan jalan lintas nasional kawasan Cot Gapu, Bireuen.

“Lalu terjadi perbincangan antara sopir dan petugas, saat itu sopir menyebutkan nama seseorang di sebuah institusi di Banda Aceh, lalu petugas segera menghentikan pertanyaan kepada sopir selanjutnya disilakan pergi,” ujar warga lainnya.

Menurut warga, beberapa kawasan yang menjadi lokasi penimbunan BBM di Kabupaten Bireuen adalah di Kecamatan Jangka, Juli, Jeumpa, Peudada dan beberapa kecamatan lainnya.[] ihn

  • Uncategorized

Leave a Reply