Begini suasana kantor BPKS setelah diperiksa KPK

KANTOR itu tampak berdiri megah. Terletak di atas ketinggian di kawasan Sabang Fair, gedung itu menghadap ke teluk Sabang dan laut lepas Samudera Hindia. Di depan kantor, ada satu kolam renang besar tak berair. Kosong. Inilah kantor Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) yang mengemban visi menjadikan Sabang sebagai  "kawasan  pusat utama pelayanan perdagangan dunia."

Dibangun tahun 2003 lalu, gedung itu memiliki lima lantai. Lantai paling bawah adalah basement gedung, sebagiannya dijadikan ruang kerja karyawan. Lantai kedua adalah lantai ground, juga menjadi tempat kerja karyawan. Di lantai 3, ada ruang kepala, wakil kepala serta para deputi. Lantai 5 dijadikan ruang perpustakaan dan arsip.

Situasi kantor BPKS hari ini tampak seperti biasa. Aktifitas perkantoran yang mengelola kawasan perdagangan bebas sabang itu tetap aktif walau dalam beberapa hari ini beberapa deputi dan staf di kantor tersebut diperiksa oleh Komisi Pemberantasa Korupsi.

ATJEHPOSTcom yang datang ke kantor itu pada Rabu, 13 Februari 2013, disambut hangat beberapa karyawannya.

Beberapa karyawan yang dijumpai mengatakan beberapa petinggi dan staf di kantor itu telah diperiksa KPK di Polres Sabang. "Mereka (KPK) tidak datang kemari, tapi pemeriksaan dilakukan di Polres," kata seorang karyawan. Karyawan yang bicara kepada ATJEHPOSTcom satupun tidak mau namanya dituliskan.

Seorang staf yang diperiksa KPK yang juga tidak mau namanya ditulis mengatakan, dia dipanggil ke Polres Sabang kemarin, Selasa 12 Februari 2013. Di Polres, mereka dimintai keterangan dalam ruangan khusus. Dia mengatakan petugas KPK memeriksa mereka di Polres Sabang lebih dari sepuluh orang.

Dia mengaku, ketika diperiksa, dia dikonfrontir dengan beberapa staf lain yang juga diperiksa KPK. "Kita langsung dikonfrontir," katanya.

Dia berharap agar masalah yang saat ini di BPKS yang saat ini sedang ditangani KPK cepat terselesaikan. "Kita serahkan kepada Allah, biar semua terang benderang," katanya.

Sumber ATJEHPOSTcom di Polres Sabang mengakui adanya ruangan khusus yang dipakai KPK untuk memeriksa karyawan BPKS. "Mereka pakai ruangan khusus, kami saja tidak boleh masuk ke ruangan itu," katanya. Menurut anggota polisi ini, di pintu ruangan tertulis "Dilarang masuk bagi yang tidak berkepentingan."

Kepala BPKS, Fauzi Husein tidak berada di Sabang. Kepada ATJEHPOSTcom dia mengaku sedang berada di Banda Aceh untuk menemui wakil rakyat di DPRA. Ia pun menyarankan ATJEHPOSTcom menemui Wakil Kepala BPKS di kantornya. Belakangan, lewat pesan singkat Fauzi mengakui memang ada pemeriksaan oleh KPK terhadap dugaan korupsi dua proyek bermasalah sebelum kepemimpinannya. Fauzi sendiri baru dilantik sebagai Kepala BPKS pada 22 November 2012. (selengkapnya klik: Soal KPK tangani kasus dermaga Sabang, Ini kata Kepala BPKS).

Wakil Kepala BPKS Irwan Faisal mengelak ketika ditanyakan tentang adanya petugas KPK yang memeriksa beberapa staf BPKS. "Kita bicara yang promosi-promosi saja," katanya. Menurutnya, dia baru menjabat beberapa bulan di kepemimpinan BPKS dan dia ingin memikirkan bagaimana membangun BPKS dan juga Sabang.

Ketika ditanyakan apakah pemeriksaan yang dilakukan KPK berpengaruh terhadap kinerja BPKS ke depan, dia mengatakan,"sama sekali tidak berpengaruh."

Gerak Aceh pernah melaporkan dua kasus dugaan korupsi di BPKS kepada KPK.  Pertama, kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dermaga bongkar BPKS tahun 2006, 2007, 2008, dan 2009. Menurut GeRAK Aceh, potensi kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp200 miliar. Kasus itu dilaporkan ke KPK pada 31 Maret 2010.

Kasus kedua, dugaan korupsi pada proyek pembebasan lahan untuk pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Sabang tahun 2007-2008. Potensi kerugian negara akibat kasus ini Rp112 miliar. Kasus ini  dilaporkan ke KPK pada 2010.

Kedua kasus itu terjadi saat BPKS dipimpin Saiful Ahmad. []

  • Uncategorized

Leave a Reply