Begini kondisi Kota Takengon hingga tadi sore

SEJAK pagi tadi di seputar Kota Takengon, Aceh Tengah, nyaris tidak ada kegiatan berarti dari warga.

"Masyarakat hanya memilih di luar rumah karena takut gempa susulan," ujar Dedi Arief, anggota Palang Merah Indonesia cabang Aceh Tengah kepada ATJEHPOSTcom, Rabu 3 Juli 2013.

Hanya saja, kata dia, beberapa pompa bensin tetap beroperasi melayani konsumen.

Sementara dari pantauannya di Kecamatan Bebesen dan Kebayakan sejak tadi siang, rumah dan toko warga rusak didera gempa 6,2 Skala Richter.

Yang terparah, kata dia, Kampung Pinangan di Kebayakan. Toko-toko di kampung yang berjarak sekitar dua kilometer dari Kota Takengon ini, hampir 30 persen runtuh.

Di Desa Belang Kolak 1, Kecamatan Bebesen, kata Dedi, yang berjarak sekitar 500 meter dari Takengon, beberapa bangunan rusak.

"Masyarakat yang bersebelahan dengan Masjid Belang Kolak 1 pindah, karena lantai dua mesjid terlihat retak. Tapi Desa Belang Kolak 2 dikabarkan tidak parah walau ada bangunan yang rusak," ujar Dedi.

Sementara Radio Amanda yang berada di Desa Belang Kolak 1 juga tidak siaran. Bangunan studio radio itu tampak miring.

"Para penyiar tidak berani masuk ke ruangan siaran di lantai dua," ujar Dedi.

Sementara ketika memasuki perkampungan Simpang Empat Bebesen, kata Dedi, warga memilih di luar rumah atau di dalam tenda seadanya. "Begitu pula di Desa Kala Kebayakan," ujarnya.

Sementara informasi dari kawasan To'a, tiga kilometer dari kota, Hakim Bale di kawasan hulu Peusangan, juga terjadi kerusakan beberapa pada bangunan.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply