Begini Kasus Damkar Rp16,89 Miliar Versi Mantan Kepala BPBA

MANTAN Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPDBA), Rizal Azwandi, menjelaskan kronologis pengadaan mobil pemadam kebakaran Rp16,89 miliar kepada ATJEHPOSTco, Jumat 2 Januari 2014.

Ditemui ATJEHPOSTco di ruang kerjanya, Rizal Azwandi yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Aceh, mengatakan pengadaan Damkar Rp16,89 miliar berawal dari surat Wali Kota Banda Aceh nomor 024/0941 tertanggal 22 Agustus 2013 perihal permohonan pengadaan unit mobil pemadam kebakaran bertangga (fire ladder).

“Surat ini kemudian ditindaklanjuti oleh BPBA. Saat itu, BPBA masih dijabat oleh Pak Jarwansyah. Pengusulan anggaran Januari dan saya baru masuk setengah tahun kemudian,” ujar Rizal Azwandi.

“Damkar itu menggunakan dana Otsus kota Banda Aceh, ya ditampung,” katanya.

Saat dirinya menjabat sebagai Kepala BPBA, kata Rizal, mata anggaran pengadaan Damkar sudah masuk ke Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh.

“Karena saya tidak mengetahui prosesnya, saya bilang sama staf terkait; ya sudah kirimkan saja semua spesifikasi yang diinginkan Pemko Banda Aceh ke DPKA. Biarpun kemudian DPKA tidak menggunakan spesifikasi ini,” ujar Rizal.

Spesifikasi yang dimaksud, kata Rizal, adalah usulan almarhum Wali Kota Mawardi Nurdin.

“Saya tidak mengetahui spesifikasi itu seperti apa,” katanya.

Namun, kata Rizal, Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh (DPKA)  kemudian meminta dirinya menandatangani spesifikasi Damkar. Spesifikasi ini diserahkan melalui staf BPBA.

“Saya saat itu saya bingung. Kok disuruh tandatangan saya! Damkar inikah DIPA DPKA, disana ada Pengguna Anggaran (PA) dan Kuasa Pengguna Anggaran tersendiri. Jadi ya, tidak saya tandatangani,” ujarnya.

“Bukan saya seolah-olah menyalahkan DPKA. Saya memang dari awal tidak mengetahui spesifikasi Damkar dan termasuk saat diminta tandatangan ulang. Saya tidak bermaksud memojokan siapapun,” kata Rizal Aswandi lagi.

Keadaan ini, kata Rizal, kemudian bergulir seperti sekarang. Saat ditanya wartawan apakah Rizal Aswandi merasa beruntung tidak menandatangani spesifikasi tersebut? Rizal Aswandi hanya tersenyum.

Sebagaimana yang diketahui, Wali Kota Banda Aceh yang saat itu masih dipimpin almarhum Mawardi Nurdin mengajukan mobil pemadam dengan chassis Scania P250 DB 4X2 MSZ. Almarhum Mawardi Nurdin juga mengajukan spesifikasi buit up 100 persen atau  100 persen barang jadi dan bukan rakitan.

Anehnya, Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh (DPKA) kemudian mengubah spesifikasi untuk pengadaan Damkar. Yang didatangkan bukan mobil Scania built up, melainkan chassis Volvo dan dirakit di Jakarta.  []

  • Uncategorized

Leave a Reply