Begini aktivitas di RSUD Meuraxa Banda Aceh saat libur Nyepi

RUMAH Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh, adalah salah satu rumah sakit yang melayani program pelayanan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) bagi masyarakat.

Terletak di Jalan Soekarno-Hatta Banda Aceh RSUD ini terasa lengang saat ATJEHPOSTcom berkunjung ke sana pagi tadi, Selasa, 12 Maret 2013.

Di parkiran, puluhan sepeda motor terparkir rapi. Sementara seorang penjual buah sedang mengupas nnas di samping sebuah becak yang disulap jadi kios beroda tiga. Di ruang rawat jalan, beberapa counter layanan, kecuali diisi dua orang penjaga terlihat kosong.

“Ini hari libur, makanya tidak ada orang,” kata Marwandi, salah satu pegawai kontrak bagian operator telpon pada ATJEHPOSTcom. 

Tentang pelayanan JKA di RSUD Meuraxa, Juni Dasman, salah satu pegawai manajemen memberi keterangan kalau hari libur, aktivitas pelayanannya hanya ditangani oleh pegawai yang kena shift jaga saja.

“Hari libur, pegawai yang menangani JKA tidak masuk. Biasanya pelayanan administrasinya dilayani oleh petugas jaga, dan besoknya dilanjutkan ke petugas JKA besoknya pada hari kerja. Yang jelas pelayanan ke pasiennya tetap diutamakan,” ujarnya.

Untuk prosedur pengurusan, Pak Jun, panggilan akrabnya menunjuk sebuah counter yang terletak di sudut kanan pintu masuk ruangan. Di meja, tertempel dua brosur pelayanan rumah sakit. Satu brosur yang berisi tentang macam-macam pelayanan rumah sakit, satunya lagi brosur tentang syarat-syarat administrasi yang harus disiapkan pasien atau keluarga pasien.

Ada syarat-syarat untuk pelayanan program JKA, ASKES, JAMKESMAS, dan In Health.

Untuk pelayanan JKA, pasien atau keluarga pasien harus membawa fotocopy KTP, KK, dan surat rujukan bagi pasien yang berasal dari luar kota Banda Aceh.

“Tapi kalau salah satu syaratnya tidak dibawa pasien, pelayanan tetap. Apalagi bagi pasien emergency. Cuma biasanya, menurut pegawai yang menangani JKA, pasien atau keluarga pasien sudah tahu syarat-syarat yang harus disiapkan,” katanya.

Di ruang IGD, aktivitas juga tidak terlalu sibuk. Hanya ada dua pasien yang sedang ditangani oleh dokter jaga beserta beberapa perawat. Salah satunya adalah pasien luka bakar. “Bapak terbakar akibat kecelakaan waktu jualan minyak di kampung. Sebelumnya sudah ditangani di Puskesmas sana, cuma karena luka bakarnya serius, bapak dirujuk ke sini,” sebut salah seorang keluarga pasien warga Pulo Aceh.

Tentang jenis kesiapan pengurusan layanannya, pemuda yang tidak mau menyebutkan namanya ini berujar, “Kita sudah menyiapkan berkas-berkasnya dari sana. Surat rujukan, KK, dan KTP memang tetap dibawa. Ini sudah diterangkan pihak Puskesmas di sana sebelumnya.[] ihn

  • Uncategorized

Leave a Reply