Bedah Buku Berislam Secara Toleran: Toleransi Berawal dari Mengubah Dogma

Toleransi dalam beragama, yang saat ini dirasakan sangat kurang di Indonesia dan juga di Aceh harus diubah dengan cara mengubah nalar dasar dalam berpikir. Alasannya,  seringkali tindakan tidak toleran dilakukan karena dasar berpikir yang salah.

Keinginan untuk membangun kembali sikap yang toleran dalam beragama harus dilakukan dengan membangun kembali nalar yang selama ini sudah menjadi dogma di kalangan masyarakat Indonesia dan Aceh.

Hal itu mencuat dalam diskusi publik dan bedah buku “Berislam Secara Toleran; Teologi Kerukunan Umat Beragam”, yang berlangsung di Lingka Kuphi Aceh Institute, Limpok, Banda Aceh, Rabu 5 September 2012.

Irwan Masduki, penulis buku tersebut menyatakan bahwa sebenarnya kata-kata “toleransi” tidak pernah dikenal dalam bahasa Arab, akan tetapi banyak pemikir dan para ulama dari dunia Islam yang kemudian berusaha menggali nilai-nilai toleransi dalam Islam.

“Harus kita ketahui bahwa dalam Alquran, ayat-ayat yang berbicara tentang toleransi itu lebih banyak daripada ayat-ayat intoleran,” ujar Irwan yang juga alumni Al Azhar Mesir tersebut.

Sementara itu, Reza Idria, salah seorang narasumber lainnya menyatakan bahwa Islam merupakan agama yang sangat toleran. Kata dia, persoalan toleransi selama ini terletak pada tafsir terhadap dalil dalil agama. Reza Idria juga mengatakan bahwa selama ini masalah toleransi juga berakibat pada penglihatan orang terhadap wajah Islam.

“Jika ditafsirkan secara politis dan ideologis, maka wajah Islam akan menjadi sangar, akan tetapi sebaliknya, jika ditafsirkan secara konstektual maka wajah Islam akan menjadi lembut dan ramah,” ujar Reza.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply