BCA Belum Tertarik Salurkan Kredit ke Sektor Migas

JAKARTA – Walaupun banyak memberikan kredit bagi korporasi, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengaku belum tertarik memberikan pembiayaan untuk sektor minyak dan gas (migas). Risiko tinggi serta belum adanya jaminan pemerintah menjadi alasan yang dikemukakan oleh Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja saat dijumpai di Jakarta.

"Sektor migas itu high risk, apalagi sekarang produksi minyak juga lagi turun. Belum ada juga jaminan saat pengeboran bisa langsung dapat. Kami pun sekarang hanya memberikan kepada Pertamina," jelasnya, Rabu (8/8) malam. Sulitnya pencarian sumber minyak dan gas ini pun, membuat pemain lokal yang bergerak di sektor tersebut cukup sedikit.

Hal ini pun terlihat jika pemain besar yang bermain di sektor migas Indonesia banyak dikuasai asing. Sehingga Jahja pun menilai sebaiknya asing yang menggarap sektor kredit di bidang migas ini.

Sementara BCA pun lebih menyukai menyalurkan pembiayaan yang bersifat massa alias ke bidang yang banyak memberikan value bagi masyarakat. "Contoh kami kerja sama dengan Pertamina itu karena kami ingin masuk ke pom bensinnya," ungkap Jahja.

Lebih lanjut Jahja pun mengungkapkan bahwa selama ini penyaluran kredit BCA lebih banyak untuk sektor usaha seperti infrastruktur, telekomunikasi, properti dan industri pangan.

  • Uncategorized

Leave a Reply