Bawaslu Rilis Indeks Kerawanan Pemilu di Aceh

BADAN Pengawas Pemilu Republik Indonesia melansir data Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) tahun 2014. Dari 6.524 kecamatan yang ada di seluruh Indonesia, menurut Bawaslu, 729 kecamatan tergolong sangat rawan, 1.422 kecamatan rawan, dan selebihnya aman.

Di Aceh, menurut data dilansir situs resmi Bawaslu RI pada 4 April 2014 itu, tiga kecamatan di tiga kabupaten/kota yang tergolong sangat rawan, dan 15 kecamatan di delapan kabupaten/kota tergolong rawan. (Lihat datanya di bagian bawah berita ini).

Bawaslu menggunakan tiga variabel penting dalam menentukan tingkat kerawanan suatu daerah. Pertama, dampak elektoral, yaitu terkait persolan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang hingga ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum atau KPU masih bermasalah. Juga berkaitan dengan data median hasil perolehan suara pemilu tahun sebelumnya di tiap daerah pemilihan. Imbas dari dampak elektoral ini adalah berpindahnya kursi calon tertentu ke calon lain.

Kedua, akses pengawasan yang berkaitan dengan kondisi geografis suatu daerah. Semakin sulit jangkauan suatu daerah yang dipengaruhi faktor transportasi maupun sarana komunikasi, maka semakin tinggi tingkat kerawanannya.

Ketiga, potensi terjadinya money politics (politik uang), hal ini dapat dipengaruhi dari faktor indeks kemiskinan suatu daerah.

“Dengan data dan informasi yang ada ini dapat digunakan oleh Bawaslu provinsi beserta aparatur pengawasan di bawahnya sebagai referensi tambahan, guna menindaklanjuti instruksi pengawasan sebelumnya agar melakukan pendataan kerawanan elektoral khususnya soal potensi manipulasi hasil pemilu,” demikian pernyataan Bawaslu RI.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Lhokseumawe, Zainal Bakri dan Ketua Panwaslu Aceh Utara, Ismunazar, saat dihubungi atjehpost.com secara terpisah tadi sekitar pukul 09.25 WIB, Senin, 7 April 2014, mengaku belum melihat data IKP yang dilansir situs Bawaslu RI.

“Yang ada surat dari Bawaslu Provinsi (Aceh) agar kami berkoordinasi dengan KIP dan Pemda terkait alat peraga kampanye dan pengawasan masa tenang,” ujar Zainal Bakri.

Zainal Bakri dan Ismunazar kemudian meminta waktu untuk melihat data IKP 2014 di situs Bawaslu RI.

Berikut data Indeks Kerawanan Pemilu di Aceh versi Bawaslu RI:

I. Kecamatan yang tergolong “Sangat Rawan”

Bebesen (Kabupaten Aceh Tengah)
Indeks Kerawanan Pemilu/IKP        4,2

Bandar Baru (Kabupaten Pidie Jaya)
IKP                        4,2

Langsa Barat (Kota Langsa)
IKP                         4,2

II. Kecamatan yang tergolong “Rawan”

Silih Nara (Kabupaten Aceh Tengah)     
Indeks Kerawanan Pemilu/IKP         3,2

Johan Pahlawan (Kabupaten Aceh Barat)
IKP                        4,0

Meureuboe (Kabupaten Aceh Barat)
IKP                        3,6

Pidie (Kabupaten Pidie)
IKP                        3,6

Baktya, Dewantara, Lhoksukon, Tanah Jambo Aye,  dan Sawang (Kabupaten Aceh Utara)
IKP                        3,6

Kota Juang (Kabupaten Bireuen)
IKP                        3,4

Banda Sakti (Kota Lhokseumawe)
IKP                        3,4

Langsa Kota (Kota Langsa)
IKP                        3,4

Langsa Lama dan Langsa Baro (Kota Langsa)
IKP                        3,6

Simpang Kiri (Kota Subulussalam)
IKP                        3,6

[] Sumber: bawaslu.go.id

  • Uncategorized

Leave a Reply