Batee Raya miliki lahan tidur produktif

DESA Batee Raya, Bireuen memiliki lahan potensial untuk perkebunan yang sangat luas dan belum tergarap. Dukungan dari semua pihak agar warga bisa mengelola lahan tersebut lebih produktif sangat diharapkan.

"Lahan perkebunan yang sangat luas ini terlantar imbas konflik. Setelah perdamaian, masyarakat terhalang modal untuk memulai menggarap lahan," ujar Junaidi M Nur, Geuchik Desa Batee Raya pada Kenduri Uteuen dan peringatan Hari Tani Nasional di Batee Raya, Selasa 24 September 2013.

Junaidi mengatakan sekitar 90 persen dari masyarakatnya merupakan petani. Tetapi imbas konflik, kini separuh lebih warganya hanya menjadi buruh tani di perusahaan perkebunan atau lahan sawah milik juragan tanah.

"Ke depan, jika adanya aliran bantuan dari berbagai pihak terutama untuk pengembangan bidang perkebunan, bukan mustahil masyarakat di sini nantinya akan kembali menjadi masyarakat yang mandiri dengan mengelola lahan yang sangat potensial," katanya.

Selain untuk penanaman pohon, kata Junaidi, ratusan hektar areal perkebunan di sekitar Batee Raya juga sangat subur untuk ditanami tanaman komoditi seperti karet, pinang, coklat dan tanaman komoditi lainnya. Termasuk tanaman mangga dan rambutan.

Untuk itu Junaidi mewakili aspirasi masyarakatnya mengharapakan semua pihak agar dapat memperhatikan kawasan Batee Raya. "Supaya masyarakat di daerah ini dapat bangkit dari keterpurukan ekonomi," tuturnya. [](bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply