Banyak Paus dan Hiu Terdampar, Pemerintah Diminta Bentuk Tim Penyelamat Satwa

JAKARTA – Fenomena terdamparnya satwa langka seperti paus dan hiu di perairan Indonesia membutuhkan penanganan khusus. Pemerintah harus membentuk satuan kerja yang fokus tangani perlindungan satwa liar dan terdampar.

"Indonesia harus punya lembaga jaringan seperti di luar negeri, marine mamal stranding network, jadi pemerintah membentuk jaringan penanganan hewan yang terdampar," kata Koordinator Jakarta Animal Aid Network, Pramudya, saat berbincang lewat telepon, Sabtu (4/8/2012).

Menurut Pram, kini koordinasi penyelamatan satwa liar dan terdampar masih sebatas di kalangan LSM. Belum ada turut campur pemerintah guna menyelesaikan nasib satwa yang semakin terdesak keberadaannya.

"Ini masalah edukasi dan pengetahuan. Masyarakat Indonesia sudah peduli, sekarang perlu didukung pemerintah," terangnya.

Lebih lanjut Pram yang terlibat langsung dalam misi penyelamatan paus sperma di Karawang ini menambahkan, berbagai kemungkinan bisa jadi penyebab banyaknya paus yang terdampar. Faktor lingkungan hingga kondisi si paus bisa jadi pemicu.

"Yang terdampar, size-nya masih tergolong muda. Bisa jadi dengan kejadian dia yang paling lemah, ketika terjadi gangguan si paus ini tertinggal," kata Pram.

"Bisa jadi juga faktor perubahan cuaca. Pasang surut air cepat. Kalau dia masuk pasangnya tinggi lalu tiba-tiba surutnya ambles dan tersangkut di pantai di perairan shallow," jelasnya.

Faktor manusia di sekitar juga bisa menjadi pemicu rusaknya sonar paus. "Kalau paus sperma masih bisa bernafas dengan paru-paru, tapi kalau hiu paus pakai insang, jadi dia cepat mati," tambah Pram.

Tiga kejadian paus terdampar hampir berlangsung dalam waktu berdekatan. Setelah paus sperma di Karawang, dua hiu paus juga terdampar di Bantul. Tidak hanya itu, paus juga dilaporkan terdampar di Malaysia dan Australia. (mad/mad) | sumber: detik

  • Uncategorized

Leave a Reply