Bantuan Dana Rehab Rumah Korban Gempa Bener Meriah Diduga Bermasalah

Bantuan Dana Rehab Rumah Korban Gempa Bener Meriah Diduga Bermasalah

TAKENGON – Bantuan rehab rumah untuk korban gempa di Desa Bener Ayu, Kabupaten Bener Meriah diduga sarat masalah. Pasalnya, kriteria bantuan yang disalurkan kepada korban gempa dinilai tidak sesuai aturan.

“Bantuan rumah gempa, khusus di Bener Meriah tidak sesuai. Yang rusak ringan dapat bantuan rusak sedang. Yang rusak sedang malah dikasih jatah bantuan untuk rusah ringan,” kata salah satu korban gempa yang enggan ditulis namanya saat menghubungi portalsatu.com, Jumat, 15 Mei 2015.

Dihubungi secara terpisah, Geuchik Bener Ayu, Dirhaman, mengakui penyaluran bantuan rumah gempa di kampungnya tidak sesuai kriteria. Ia mengatakan penyaluran bantuan rumah untuk korban gempa tidak sesuai dengan data korban pada pertengahan 2013 lalu.

“Yang rusak ringan dapat jatah bantuan rusak sedang. Sementara rumah yang rusak sedang, dapat jatah rusak ringan. Gitu-gitu lah. Ini salahnya pada pendataan dulu,” katanya.

Ia mengatakan jumlah bantuan kategori rusak ringan itu sangat bervariasi mulai dari Rp 1,7 juta sampai Rp 6 juta per unit rumah. Bantuan tersebut disalurkan dalam dua gelombang. Tahap pertama dibantu senilai Rp 3 juta, sementara tahap kedua sisa dari jumlah total yang akan dibantu.

“Kalau dapat Rp 3,5 juta misal. Tahap pertama dibagikan Rp 3 juta, tahap kedua Rp 500 ribu. Sementara bagi warga yang mendapat di bawah Rp 3 juta, maka langsung lunas,” katanya.

Dirhaman mengaku banyak warga yang mengeluh karena penyaluran itu tidak sesuai. Di desanya, terdapat 43 unit rumah kategori rusak ringan dan dua di antaranya rusak sedang.

“Yang komplain sekarang yang rusak ringan, karena mereka ada yang dapat Rp 200 ribu tahap dua ini. Tapi sebelumnya sudah saya wanti-wanti kalau memang tidak sesuai jumlah dananya jangan di tandatangan. Tapi masyarakat tidak menggubris perintah saya kala itu. Sementara yang dua rusak sedang itu tidak ada masalah. Rusak sedang itu dapat Rp 20 juta per unit rumah,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala BPBD Bener Meriah yang dihubungi portalsatu.com belum mengangkat handphone selulernya.[](bna)

Leave a Reply