Banjir Landa Tiga Kecamatan di Aceh Utara

Banjir kembali melanda tiga kecamatan di Aceh Utara akibat meluapnya Krueng Pirak dan Krueng Kereutoe, Jumat 26 September 2014. Tiga kecamatan itu adalah Kecamatan Lhoksukon, Matangkuli dan Pirak Timu. Selain rumah warga, sawah dan beberapa ruas jalan pun ikut terendam.

Ketinggian air bervariasi antara 40 centimeter hingga 80 centimeter. Banjir juga merendam halaman sekolah SD Negeri 2 Lhoksukon, SD Negeri 10 Lhoksukon, dan MTsN Matangkuli. Dari sejumlah sekolah yang terendam, hanya MTsN Matangkuli yang terpaksa meliburkan siswanya.

Pantauan ATJEHPOST.co di Kecamatan Lhoksukon banjir melanda Desa Dayah, Ara Kemudi, Beringen, Geumata, Kampung Baru dan Lr III. Di Matangkuli, banjir melanda 16 desa. Di antaranya, Desa Hagu, Meuria, Alue Thoe, Lawang, Teupok Barat dan Tanjong.

Sementara di Kecamatan Pirak Timu, banjir mulai merendam beberapa desa. Di antaranya, Desa Tanjong Serkuy, Meunasah Krueng, Rayek Pange, Pange, Bungong, Gelumpang dan Hasan Krueng Kreh. Namun yang terparah terjadi di Desa Pange dan Rayek Pange. Pasalnya desa tersebut berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Keuretoe.

Di jembatan Desa Rayeuk Pange, terlihat dua unit rakit telah disiagakan oleh pemuda setempat. Nantinya rakit itu akan digunakan untuk alat transportasi warga jika ketinggian air terus bertambah. Sejauh ini air di kawasan itu baru mencapai paha orang dewasa.

“Sejak kemarin sore (red-Kamis) banjir mulai memasuki pemukiman, namun baru pukul 06.00 WIB pagi tadi mencapai badan jalan desa. Kita sudah persiapkan dua unit rakit karena dikhawatirkan jika hujan deras malam ini, ketinggian air akan terus naik. Sejauh ini banjir masih kategori ringan,” ujar pemuda setempat.

Camat Matangkuli, Azwar via telepon seluler menyebutkan, di Kecamatan Matangkuli sudah 16 desa yang terendam banjir. Namun sejauh ini belum ada yang fatal karena air mulai surut.

“Air memang mulai surut, tapi jika kembali hujan deras maka air akan kembali bertambah. Untuk sekolah, di Matangkuli hanya MTsN yang terpaksa meliburkan siswanya karena air merendam seluruh perkarangan sekolah,” ujarnya.

Ditambahkan, untuk data banjir pihaknya sudah melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply