Banjir Korea Utara Tewaskan 169 Orang

BANJIR yang melanda sebagian wilayah Korea Utara sejauh ini sudah menyebabkan 169 orang tewas sementara 400 lainnya hilang.

Hujan lebat pada akhir Juni menyebabkan banjir besar sehingga 200.000 orang harus mengungsi, seperti dilaporkan kantor berita resmi Korea Utara, KCNA. Jumlah korban jiwa yang terbaru ini lebih tinggi dari yang dikeluarkan sebelumnya, yaitu 119 jiwa.

Dikhawatirkan korban yang tewas maupun yang hilang masih akan bertambah lagi, sementara 65.000 hektar lahan pertanian terendam air.

Badan Pangan Dunia, WFP, mengatakan sedang mengirimkan bantuan pangan darurat kepada Korea Utara yang memang sudah meminta bantuan.

WFP mengatakan pada hari Jumat (03/08) mereka akan menyalurkan bantuan kepada korban banjir sebesar 400 gram gandum per hari selama dua pekan, namun belum ada rincian kapan bantuan akan tiba.

Pejabat PBB yang sudah berkunjung ke kawasan yang dilanda banjir mengatakan kepada para wartawan di Pyongyang bahwa bantuan amat mendesak untuk segera disalurkan.

Banjir juga mempengaruhi prasarana dan lahan pertanian di Korea Utara, yang sedang menghadapi masalah kekurangan bahan pangan.

KCNA melaporkan lebih dari 8.500 rumah rusak sementara 43.000 lebih terendam air, termasuk sekolah, pabrik, dan saranan kesehatan.

Penduduk di kawasan yang dilanda banjir bukan hanya membutuhkan bantuan pangan tapi juga air bersih karena sumur-sumur terkontaminasi oleh kotoran akibat banjir.

Wartawan BBC di Korea Selatan, Lucy Williamson, melaporkan Korea Utara masih tergantung pada bantuan pangan karena tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

Bencana kelaparan yang melanda negara ini -yang masih menutup diri dari dunia internasional- pada pertengahan 1990-an sampai menewaskan ratusan ribu orang.

Sebuah laporan PBB yang diumumkan bulan lalu memperkirakan dua per tiga dari total 24 juta penduduk Korea Utara menderita kekurangan pangan yang kronis. | sumber: bbcindonesia

  • Uncategorized

Leave a Reply