Banjir, Jaringan Telekomunikasi Belum Normal

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan masih ada sejumlah infrastruktur telekomunikasi yang terganggu setelah banjir Kamis pekan lalu. "Bahkan masih ada yang off," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Gatot S. Dewa Broto, melalui keterangan resmi, Minggu, 20 Januari 2013.

Ia mengatakan, banjir yang melanda sebagian wilayah Ibu Kota telah menyebabkan komponen optik fiber tidak berfungsi. Selain itu, disebabkan oleh pemadaman listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) karena masih adanya genangan banjir di beberapa wilayah.

Kementerian pun memberikan perhatian khusus kepada beberapa titik banjir yang menjadi perhatian publik, seperti Kampung Melayu, Jatinegara, Kalibata, Cengkareng, Penjaringan, serta Pluit. "Tapi, secara umum, layanan telekomunikasi, termasuk Internet, masih dalam kondisi baik," katanya.

Gatot mengungkapkan, Kementerian telah menghimpun laporan dari enam penyelenggara telekomunikasi. Pertama, PT Telkom menyatakan layanan telekomunikasi, termasuk Internet, dapat berfungsi dengan baik. Sebagai antisipasi, perseroan akan mendatangkan 5.500 liter solar untuk perpanjangan operasional genset hingga 50 jam mendatang. Kedua, PT Telkomsel menyebutkan ada beberapa base transceiver station (BTS) yang mati.

Menurut Kementerian, jumlah BTS Telkomsel di wilayah Jabodetabek cukup banyak dan memiliki kerapatan yang tinggi. Oleh karena itu, kata Gatot, BTS yang mati dapat di-cover oleh BTS terdekat. Ia menyatakan jumlah BTS yang mati kurang dari 2,5 persen dari total BTS. Kedua, PT Hutchison CP Telecommunication menyebutkan, pelanggannya tidak mengalami gangguan layanan telekomunikasi dan Internet.

Ketiga, PT Indosat mengklaim layanan telekomunikasi tetap berjalan baik. Dalam kondisi darurat seperti yang terjadi saat ini, Indosat mengaktifkan Single Network Operation System (SNOC) yang memantau jaringan seluruh Indonesia selama 24 jam. Sistem tersebut biasanya hanya digunakan pada masa sibuk dengan tingkat traffic telekomunikasi tinggi, seperti Lebaran dan tahun baru.

Keempat, PT XL Axiata sempat mengalami gangguan untuk layanan telekomunikasi di wilayah Bogor dan Bekasi. Gangguan berlangsung selama lima jam pada Sabtu pekan lalu karena jaringan optik fiber terputus akibat banjir. XL Axiata telah melakukan perbaikan jaringan serta back up dengan merotasi jalur layanan. Perusahaan pun telah melakukan pemulihan terhadap layanan telekomunikasi di wilayah Penjaringan yang masih tergenang banjir.

Kelima, PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia mengatakan, ada dua BTS yang mati karena kelangkaan suplai energi dari BTS. Namun, Gatot menjelaskan, tidak ada area yang off karena pada umumnya pelanggan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia merupakan korporasi, sehingga tidak perlu ada upaya darurat. | sumber : tempo

  • Uncategorized

Leave a Reply