Bangun Jalan, Medco Serahkan Ganti Rugi Lahan Warga

LANGSA- 23 persil lahan pertanahan milik warga Desa Seunebok Rambong dan Seunebok Baro, Julok, mendapat ganti rugi pembebasan lahan dari PT Medco untuk pembangunan jalan bag perusahaan itu, Selasa 10 April 2012.

Acara penyerahan ganti rugi yang difasilitasi Bagian Adminitrasi Pertanahan Kantor Sekretariat Daerah Aceh Timur, itu dilakukan di halaman belakang kantor PT Bank Aceh cabang Langsa.

Penyerahan dilaksanakan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Aceh Timur, Syaifannur, kepada Jafaruddin, salah satu warga Desa Seunebok Rambong. Turut menyaksikan penyerahan itu dari perwakilan Medco, masyarakat,dan Bank Aceh Cabang Langsa.

Kepala Bagian Administrasi Pertanahan, Marzaini, mengatakan penyerahan ganti rugi itu merupakan tahap pertama yang dilakukan oleh PT Medco kepada masyarakat.

"Sebab nantinya masih ada lagi beberapa tanah masyarakat di enam kecamatan yang juga akan mendapatkan ganti rugi yang sama oleh PT Medco. Namun tergantung luas lahan dan tanaman yang berada di atasnya” ujarnya.

Untuk tahap pertama, kata Marzaini, Medco mengeluarkan dana ganti rugi sekitar Rp2 miliar lebih yang dimasukan ke nomor rekening Bank aceh atas nama masing-masing pemilik tanah yang mendapatkan ganti rugi. "Untuk tahap-tahap berikutnya kemungkinan akan lebih besar lagi jumlahnya."

Namun, kata Marzaini, tanah-tanah masyarakat dibeberapa kecamatan masih ada yang belum diukur. "Juga masih nego mengenai permasalahan harga pembebasan tanah tersebut antara warga pemilik dengan pihak perusahaan. Kita selaku dari pemerintah daerah hanya bertindak sebagai fasilitator semata,” ujarnya.

Zubaidi A Gani, perwakilan PT Medco mengatakan pembebasan lahan ini pada tahap pertama dipergunakan untuk membangun sarana jalan dan line pipa. Ia mengharapkan sesudah pembebasan lahan tersebut pembangunan jalan bagi perusahaan mulai dari Nisam sampai Blang Dinding akan selesai secepat mungkin.

Untuk Aceh Timur, kata Zubaidi, ada enam kecamatan yang akan dilakukan pembebasan lahan, yaitu Pante Bidari, Julok, Darul Fallah, Indra Makmur, Banda Alam, dan Nurussalam.

"Kita sendiri selaku pihak perusahaan akan berusaha secepat mungkin untuk menyelesaikan pembayaran pembebasan lahan milik masyarakat ini guna mempercepat beroperasinya perusahaan ini di Aceh Timur.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply