Banda Aceh Luncurkan Aplikasi Permohonan Informasi Online

Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika meluncurkan sebuah aplikasi permohonan informasi secara online untuk masyarakat, di Aula Balai Kota Banda Aceh, Selasa 2 September 2014.

Peluncuran aplikasi ini bagian dari keterbukaan informasi dan transparansi publik. Dengan begitu masyarakat bisa mengakses dan mendapatkan segala informasi yang dibutuhkan secara mudah dan cepat. Kepercayaan publik dan partisipasinya dalam mendukung program pemerintah diharapkan ikut meningkat.

"Dengan aplikasi tersebut masyarakat tidak perlu lagi berdesak-desakan atau antri dengan waktu lama untuk mendapatkan informasi dari pemerintah Kota Banda Aceh,” ujarnya.

Wali Kota meminta setiap pejabat PPID yang mewakili dinas/instansi/badan/bagian dapat memberikan informasi yang nyata kepada masyarakat melalui sistem aplikasi yang telah diciptakan.

Illiza juga berharap ke depan Pemko dapat lebih banyak menciptakan aplikasi lain seraya juga berharap publik dapat menggunakan aplikasi tersebut dengan sebaik-baiknya.

Kepala Dishubkominfo Kota Banda Aceh, Muzakkir, mengatakan peluncuran aplikasi tersebut merupakan bentuk pelayananan pemerintah dalam memenuhi informasi bagi masyarakat.

“Apalagi 2015 nanti kita sudah open data, tidak ada yang ditutup-tutupi semua harus terbuka kepada mayarakat, kecuali data rahasia negara,” kata Muzakkir di sela-sela pembukaan kegiatan Rakornis PPID bersama SKPD se-Kota Banda Aceh.

Selain itu katanya, tujuan Rakornis tersebut mendorong PPID pembantu yang ada di SKPD-SKPD ikut membantu memberi informasi kepada masyarakat.

Sementara itu tim PPID utama Kota Banda Aceh T Taufik Mauliansyah, menjelaskan aplikasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk memperoleh informasi tanpa harus ke kantor pusat informasi. Masyarakat dapat membuka web PPID ppid.bandaacehkota.go.id dan mengisi formulir.

Setelah proses pengisian formulir selesai nanti pemohon akan diminta untuk apa penggunaan informasi tersebut dan mengarahkan pada SKPD mana data tersebut dan dalam bentuk apa. Setelah itu aplikasi akan membalas apakah informasi tersebut dapat diberikan, ditunda atau penangguhan kapan akan dipenuhi permintaan.

“Semua data pemohon akan terecord data KTP, langsung tampil, kalau data disalahgunakan maka pemohon dapat dipidanakan,” ujar Taufik.

Sehari sebelum peluncuran, Dishubkominfo melakukan Rakornis dengan sekretaris dinas/badan, para kepala tata usaha kantor, dan Kasubbag sekretariat Pemko Banda Aceh. Rakornis dibuka langsung Setda Kota Banda Aceh T Saifuddin TA.

“Tanda sebuah pemerintah yang baik itu ketika meganggap keterbukaan informasi adalah hal yang sangat penting. Kita perlu dikontrol masyarakat karena kita bekerja untuk melayani masyarakat,” ujar Saifuddin.

Ia berharapa ke depan Banda Aceh sebagai kota kecil yang terbaik se-Indonesia. Banda Aceh harus menjadi penggagas dan menjadi pilot project bagi kota-kota lain.

“Tidak ada yang melarang untuk bercita-cita, banyak ide-ide cemerlang dari orang kita, maka perlu dilaksanakan sebelum orang lain yang mengaplikasikan,” kata Saifuddin.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply