Badan Pengawas PDPL Tak Penuhi Panggilan Jaksa

JAKSA gagal memeriksa dua saksi dari Badan Pengawas Perusahaan Daerah Pembangunan Lhokseumawe (PDPL) terkait kasus dugaan korupsi dana APBK dikelola perusahaan plat merah itu, Rabu, 1 Oktober 2014. Pasalnya, kedua saksi tidak memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri Lhokseumawe.

Informasi diperoleh ATJEHPOST.co, dua saksi dari Badan Pengawas PDPL yang dipanggil jaksa untuk diperiksa Rabu/hari ini berinisial ZH alias TN dan MS alias CL.

“Seharusnya ada dua (saksi yang diperiksa hari ini), tapi dua-duanya nggak datang, dan mereka ada kirim surat keterangan dengan alasan karena berhalangan dan sakit,” ujar Kajari Lhokseumawe Mukhlis SH melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Yusnar Yusuf SH saat dihubungi ATJEHPOST.co, tadi menjelang malam.

Ditanya saksi atas nama siapa yang sakit dan berhalangan, Yusnar enggan menyebut identitas bersangkutan. Ia hanya mengatakan, “Pokoknya ada dua saksi yang berhalangan hadir, satu karena sakit dan satu lagi berhalangan karena ada kegiatan”.

Yusnar membenarkan kedua saksi tersebut dari Badan Pengawas PDPL.  “Akan kita jadwalkan lagi waktu pemeriksaan, segera,” ujarnya.

Sebelumnya, tim Kejari Lhokseumawe sudah memeriksa 14 saksi terkait kasus dugaan korupsi dana PDPL yang diterima dari APBK 2013 senilai Rp5 miliar. Dalam kasus tersebut, jaksa telah menetapkan empat tersangka. (Baca: Ini Inisial Empat Tersangka Kasus Perusahaan Plat Merah Lhokseumawe).[]

  • Uncategorized

Leave a Reply