Author: Zahratil Ainiah

Foto: Barang Elektronik Berbahan Bambu di Pameran TTG Aceh

Foto: Barang Elektronik Berbahan Bambu di Pameran TTG Aceh

BANDA ACEH – Pria paruh baya asal Kecamatan Bogor Barat, Jawa Barat, ini sudah menekuni berbagai produk inovatif berbahan dasar bambu sejak 2012. Kreativitas ini diasahnya secara otodidak sehingga menghasilkan teknologi yang unik. Namanya Zainullah. Dia merupakan salah satu peserta pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XVII dan Pekan Inovasi Perkembangan (PIN) Desa Nasional I Tahun 2015 yang berlangsung di Stadion Harapan Bangsa Lhoong Raya, Banda Aceh.

Ditemui oleh portalsatu.com di stand Bambootronic, Posyantek Pondok Kreatif Bogor Barat pada Jumat, 9 Oktober 2015, Zainullah mengaku mampu menyulap bambu menjadi barang-barang yang bernilai tinggi.

“Sebelum bambu dimasukkan teknologi, kan murah. Jadi ketika sudah diberi inovasi dengan teknologi menjadi berharga,” ujar Zainullah.

Berikut beberapa barang elektronik berbahan dasar bambu ciptaan Zainullah:

bambootronic5
@Zahratil Ainiah
bambootronic3
@Zahratil Ainiah
bambootronic2
@Zahratil Ainiah
bambootronic1
@Zahratil Ainiah
bambootronic
@Zahratil Ainiah
zainullah
Zainullah dan jam bambu produksinya. @Zahratil Ainiah
Zainullah, Si Pencipta Barang Elektronik Berbahan Dasar Bambu

Zainullah, Si Pencipta Barang Elektronik Berbahan Dasar Bambu

BANDA ACEH – Pria paruh baya asal Kecamatan Bogor Barat, Jawa Barat, ini sudah menekuni berbagai produk inovatif berbahan dasar bambu sejak 2012. Kreativitas ini diasahnya secara otodidak sehingga menghasilkan teknologi yang unik. Namanya Zainullah. Dia merupakan salah satu peserta pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XVII dan Pekan Inovasi Perkembangan (PIN) Desa Nasional I Tahun 2015 yang berlangsung di Stadion Harapan Bangsa Lhoong Raya, Banda Aceh.

Ditemui oleh portalsatu.com di stand Bambootronic, Posyantek Pondok Kreatif Bogor Barat pada Jumat, 9 Oktober 2015, Zainullah mengaku mampu menyulap bambu menjadi barang-barang yang bernilai tinggi.

“Sebelum bambu dimasukkan teknologi, kan murah. Jadi ketika sudah diberi inovasi dengan teknologi menjadi berharga,” ujar Zainullah.

Zainullah berinisiatif membuat barang-barang tersebut lantaran potensi bambu di daerahnya berlimpah. “Di daerah saya banyak bambu, tetapi pemanfaatannya belum maksimal karena belum ada teknologi yang menyentuh bambu,” ujarnya.

Banyak teknologi bambu yang diciptakan oleh Zainullah. Di antaranya seperti jam gravitasi, lampion, lampu tidur, lampu belajar, jam dinding, tape yang bisa memasukkan hardisk dan USB, loudspeaker tape, dan loudspeaker gadget untuk laptop. Benda-benda tersebut merupakan karya cipta Zainullah termasuk desainnya.

Zainullah juga mampu membuat bambu menjadi sebilah papan. Selain itu, Zainullah juga yang menciptakan teknologi alat-alat untuk menciptakan papan bambu tersebut termasuk alat pres.

“Ini merupakan karunia yang diberikan Allah SWT untuk saya. Sudah banyak yang saya hasilkan, seperti jam yang harganya Rp100 ribu ini saja orang pesannya ratusan,” kata Zainullah sembari memperlihatkan karyanya.

Dia mengatakan barang hasil buatan tangannya tersebut dibanderol bervariasi, dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Dia mencontohkan seperti tape bambu yang dibanderol senilai Rp500 ribu. Selain itu ada juga jam bambu yang menggunakan media listrik sebagai tenaga dijual senilai Rp 2,5 juta dan jam gravitasi bumi yang bernilai jutaan rupiah.

Salah satu konsumen yang tertarik dengan jam gravitasi bumi berbahan bambu karya Zainullah adalah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Dia memesan jam tersebut saat mengunjungi stand Bambootronic Posyantek Pondok Kreatif Bogor Barat kemarin, Kamis, 8 Oktober 2015.[](bna)

Pameran TTG dan PIN Aceh: Stand Kemendagri Layani Pembuatan e-KTP dan…

Pameran TTG dan PIN Aceh: Stand Kemendagri Layani Pembuatan e-KTP dan…

BANDA ACEH – Stand Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengadakan layanan khusus berupa konsultasi Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang desa di arena Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) di Stadion Lhong Raya, Banda Aceh, Jumat, 9 Oktober 2015. Selain konsultasi UU tentang desa, stand ini juga melayani konsultasi profil desa, registrasi layanan e-KTP dan PKK.

“Ini kami ada talent project-nya dari desa yang telah mengurus servis publik di sebuah desa yang telah menggunakan IT untuk mengurus dokumen-dokumen desa,” kata Nirwana Tapiomas, salah satu penjaga stan saat dijumpai portalsatu.com siang tadi.

Program ini mendapat dukungan dari Gandang Harjanata selaku Kepala Desa Taman Martani, Kabupaten Sulaiman, Jakarta. Dia mengaku telah mengimplementasikan IT untuk pelayanan administrasi desanya.

“Alhamdulillah dengan ada sistem ini cepat, murah, akurat, efektif dan efesien. Kami juga binaan balai Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) di bawah Kemendagri,” kata Gandang, Kepala Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, saat dijumpai oleh portalsatu.com di arena TTG.

Gandang mengatakan dengan perkembangan zaman teknologi yang serba canggih serta memasuki era digital, pemimpin desa setidaknya bisa menggunakan perangkat IT.

“Warga sudah pakai IT, berarti selaku kepala desa yang mengurusi warga jangan sampai ketinggalan. Jangan sampai kita yang mengurus orang banyak tertinggal jauh dengan warga,” ujar Gandang.

Ia mengatakan kebutuhan masyarakat sekarang ini bukan hanya sandang, pangan, dan papan. Akan tetapi juga informasi.

“Sekarang muncul satu generasi baru, yaitu generasi digital. Kalau manual urusan catat mencatat seperti dahulu, sudah tidak zamannya lagi di era ini karena tidak efesien,” katanya.

Terlebih, kata dia, dokumen desa jarang yang akurat jika merujuk data dari pemerintah. Hal ini dilakukan untuk membangun desa.

“Sekarang bagaimana saya selaku kepala desa untuk mengetahui berapa usia produktif, berapa orang laki-laki, perempuan, jumlah penduduk keseluruhan, pekerjaan, itu kan saya harus tahu. Jika ada warga yang tidak produktif, kan bisa ditindaklanjuti. Karena untuk merencanakan sesuatu harus ada datanya, hal ini dilakukan untuk mengambil kebijakan,” katanya.

Amatan portalsatu.com, banyak warga memadati stand ini. Pangdam IM, Mayjen TNI Kuswanto bahkan ikut mengecek datanya melalui layanan yang disediakan stand Kemendagri ini pagi tadi. Ada juga warga yang mengurus pembuatan e-KTP yang langsung siap di stand Kemendagri tersebut.[] (bna)

Ketua IPPEMAS: Masih Ada Instansi di Sabang yang Tidak Paham UU Keterbukaan Informasi

Ketua IPPEMAS: Masih Ada Instansi di Sabang yang Tidak Paham UU Keterbukaan Informasi

BANDA ACEH – Ketua Umum Ikatan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Sabang (IPPEMAS), Putra Rizki Pratama, menyebutkan masih ada beberapa instansi publik di Sabang yang belum memenuhi Undang-Undang Keterbukaan Informasi.

“Bahkan yang disayangkan, masih ada pihak-pihak di instansi publik tersebut tidak paham akan UU Keterbukaan Informasi itu sendiri dan terkesan sengaja menutup jalan bagi masyarakat untuk mendapatkan hak memperoleh informasi yang bersifat publik,” ujar Putra melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com, Jumat, 9 Oktober 2015.

Hal ini juga disampaikan Putra kepada komisioner KIA saat berkunjung ke kantor tersebut pagi tadi. Kedatangan pengurus IPPEMAS ini juga bagian dari persiapan diskusi publik bertajuk ‘Mendorong Peran Pemuda Dalam Keterbukaan Informasi Dan Pelayanan Publik’ yang bakal dilaksanakan di Sabang pada 17 Oktober 2015 mendatang.

Dalam pertemuan itu, PB-IPPEMAS juga mengharapkan agar KIA mampu mendorong kesadaran menjalankan UU Keterbukaan Informasi untuk instansi yang ada di Sabang. Mereka juga berharap KIA bisa mendorong masyarakat Sabang agar mau mengambil bagian sebagai elemen kontrol sosial demi menjaga program pro masyarakat dan menekan tindakan KKN.

Hadir dalam pertemuan ini beberapa pengurus seperti Ketua Umum IPPEMAS Putra Rizki Pratama, Sekjen, Yusran Nasir, Ketua II, Dofa Muhammad Aliza, dan Sekbid Kesekretariatan Wijiasih Rahma Sari. Mereka diterima langsung oleh Ketua KIA Afrizal Tjoetra, M.Si dan beberapa komisioner KIA lainnya.

Dalam pertemuan tersebut komisioner KIA juga menjelaskan mekanisme uji akses informasi publik berdasarkan UU Keterbukaan Informasi.[](bna)

Meunasah Bak U Leupung Gunakan Dana Desa untuk Beli Sapi

Meunasah Bak U Leupung Gunakan Dana Desa untuk Beli Sapi

JANTHO- Dana desa yang sudah cair di Gampong Meunasah Bak U, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar dipergunakan untuk membeli sapi, Jumat, 9 Oktober 2015.

Hal ini disampaikan M. Amin Daya, Geuchik Gampong Meunasah Bak U saat dihubungi portalsatu.com pagi tadi.

“Dana desanya sudah kami ambil hari Senin kemarin dan sudah kami pergunakan untuk kebutuhan gampong,” katanya.

Amin mengakui Anggaran Dana Desa (ADD) tersebut digunakan untuk membeli sapi dengan perkiraan harga 31 juta dan selebihnya, 80 persen (tahap 1 dan 2) akan dibuat toko.

“Dana secara keseluruhan 269 juta dalam tahun ini. Proses pengerjaannya tergantung gampong masing-masing. Kalau Gampong Meunasah Bak U, kami membuat toko dan membeli sapi,” kata Amin Daya.

Sejauh ini, kata dia, tidak ada kendala apa-apa dan sekarang sedang proses pengajuan penyaluran dana tahap kedua untuk disalurkan pada November atau Desember 2015 mendatang. [] (mal/*sar)

[Foto]: Pangdam IM Kunjungi Stand Kemendagri di Pameran TTG

[Foto]: Pangdam IM Kunjungi Stand Kemendagri di Pameran TTG

BANDA ACEH-  Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Agus Kriswanto mengunjungi stand Kementerian Dalam Negeri Indonesia (Kemendagri) pada pameran Teknologi Tepat Guna (TGG) dan PIN Desa di Stadion Lhoong Raya, Banda Aceh, Jumat, 9 Oktober 2015.

Amatan portalsatu.com, Pangdam bersama personelnya mengunjungi stand-stand yang terdapat dalam Hall 6 di area pameran TTG pagi tadi sekitar pukul 10.30 WIB.

Pangdam IM, Agus Kriswanto juga melakukan registrasi pelayanan pada e-KTP yang berada di stand tersebut. Pangdam juga disematkan pin ke bajunya oleh penjaga stand Kemendagri. (*sar)

Berikut foto yang diabadikan portalsatu.com pagi tadi:

Pameran TTG

Pameran TTG 2

Pameran TTG 3

Pameran TTG 4

Gampong Lampaya Lhoknga Belum Tarik Dana Desa

Gampong Lampaya Lhoknga Belum Tarik Dana Desa

JANTHO- Dana desa untuk Gampong Lampaya, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar tahap pertama sudah cair, tetapi belum ditarik.

“Dana desa belum tarik, karena Rencana Anggaran Biaya (RAB) belum selesai sedikit lagi,” kata Ibnu, Geuchik Gampong Lampaya saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh portalsatu.com pagi tadi, Jumat,  9 Oktober 2015.

Ia mengatakan, dananya sudah terplotkan pada anggaran yang telah diajukan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dana yang diplotkan untuk Gampong Lampaya sekitar Rp298 juta.

“Dana sudah ditransfer, tetapi belum kami tarik, kemarin harus membuat rekom dari kantor camat, ada kesalahan sedikit harus kami perbaiki, jadi nanti hari Senin kami ambil untuk tahap pertama,” katanya.

Berhubung dana belum diambil, proses pengerjaan hingga sejauh ini belum berjalan, tetapi kata Ibnu, dana tersebut sudah diprogramkan untuk rehab WC dan diprioritaskan untuk hal-hal yang dibutuhkan.

“Dana kami programkan untuk hal-hal yang sangat membutuhkan terlebih dahulu seperti drainase, yaitu bangunan yang sangat diperlukan untuk mengalirkan air,” ujarnya.  [] (mal/*sar)

Soal Dana Desa, 18 Gampong di Peukan Bada Sudah Cair

Soal Dana Desa, 18 Gampong di Peukan Bada Sudah Cair

JANTHO- Penyaluran dana desa di Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar tahap pertama sudah cair sejak September lalu, Jumat,  9 Oktober 2015. Di Kecamatan Peukan Bada terdiri dari 26 gampong, dana yang telah cair 18 gampong.

“Artinya tahap pertama yang 40 persen sudah cair semua dan ke 18 desa ini dananya sudah diambil. Sekarang sedang pembuatan laporan tahap pertama untuk pengurusan tahap kedua melalui kantor camat yang akan ditujukan ke pusat,” kata Afrizal, Geuchik Gampong Lam Manyang sekaligus ketua Forum Geuchik Peukan Bada saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh portalsatu.com pagi tadi.

Afrizal menyampaikan, Alokasi Dana Desa (ADD) semuanya terdiri dari tiga tahap, tahap pertama dan kedua 40 persen, dan tahap ketiga 20 persen. Sementara anggaran yang diplotkan untuk Gampong Lam Manyang secara keseluruhan berjumlah Rp. 251 juta.

“Dana yang cair kemarin sudah selesai semua pengerjaannya. Kemarin kami pergunakan untuk rehap kantor geuchik dan rehap atau perbaikan sarana olahraga,” katanya.

Afrizal mengakui tahap pertama sudah tuntas pekerjaannya, dana tahap pertama untuk gampong setempat senilai Rp 95 juta.

Sejauh ini, kata dia, tidak ada kendala apa-apa. Namun kedepan agar penyaluran dana tidak lambat karena hal yang harus dikejar oleh pihak desa secara bertahap.

“Harapan saya supaya transfer dana dari pusat tidak lambat, jangan seperti kemarin September baru cair, karena kita mengejar target dan yang kita kejar fisik, jadi tidak siap dalam sehari dua hari. Pada proses administrasi saja hilang waktu sudah satu Minggu,” katanya.

Afrizal berharap, agar ADD ini jangan selalu akhir tahun, karena proses di gampong untuk menyampaikan ke masyarakat melalui rapat, laporan dan tidak bisa terkejar dalam waktu dekat kecuali pengadaan.

“Kalau untuk fisik tida bisa dikerjakan dalam waktu singkat dan harus selesai tahun 2015 ini. Minimal awal tahun sudah transfer dan membuat Surat Pertanggung Jawaban,” ujarnya. [] (mal)

Dana Desa di Lamsujen Digunakan untuk Rehab Jembatan Gantung

Dana Desa di Lamsujen Digunakan untuk Rehab Jembatan Gantung

JANTHO- Penyaluran dana desa di Gampong Lamsujen, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar tahap pertama sudah cair sejak September lalu, Jumat,  9 Oktober 2015.

“Penyaluran dana desa sudah kemarin yang tahap pertama sekitar September awal. ADD cair tahap pertama 40 persen,” kata Muslim, Geuchik Gampong Lamsujen saat dihubungi portalsatu.com melalui sambungan telpon pagi tadi.

Muslim mengatakan, Alokasi Dana Desa (ADD) semuanya terdiri dari tiga tahap, tahap kedua 40 persen, dan tahap ketiga 20 persen.  Sementara anggaran yang diplotkan untuk Gampong Lamsujen secara keseluruhan berjumlah Rp270 juta.

“Dana yang cair kemarin sudah kami terima dan dipergunakan untuk fisik biaya pembangunan dan membuat jalan dan rehab jembatan gantung,” katanya.

Muslim mengakui tahap pertama sudah jalan pekerjaannya, dana tahap pertama untuk gampong setempat senilai Rp106 juta. “Tahap kedua nanti kemungkinan akhir Oktober dan tahap ketiga akhir tahun nanti,” ujarnya.

Sejauh ini, kata dia, tidak ada kendala apa-apa. Namun harapannya jangan lambat untuk penyaluran dana tahap selanjutnya. Pihaknya, sekarang sedang membuat laporan untuk pengajuan dana tahap kedua.

“Kita doakan kedepan tidak ada kendala dan lambat dalam hal penyaluran dana desa,” ujar Muslim. [] (mal)

Gempa Guncang Aceh Kamis Malam

Gempa Guncang Aceh Kamis Malam

BANDA ACEH – Gempa mengguncang Kota Banda Aceh dan Aceh Besar pada Kamis, 8 Oktober 2015, sekitar pukul 21.00 WIB. Guncangan gempa tersebut terasa kuat. Beberapa warga Banda Aceh dan Aceh Besar melalui linimasa menyebutkan gempa tersebut terasa kuat.

Salah satunya adalah Ismail Daud melalui akun twitternya @cutbiet.

Hal senada juga disampaikan oleh Amek Barli melalui akun twitternya Amek-Barli.

Informasi yang dihimpun portalsatu.com, getaran gempa tidak hanya dirasakan di Banda Aceh tetapi juga di Lembah Seulawah dan Calang, Aceh Jaya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengenai pusat dan kekuatan gempa tersebut.[] (bna)