Author: REPUBLIKA

Menteri Susi Bungkam Terkait Dugaan 16 Pulau Dimiliki Asing

Menteri Susi Bungkam Terkait Dugaan 16 Pulau Dimiliki Asing

JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti memilih bersikap bungkam saat ditanya tentang kepemilikan 16 pulau oleh orang asing.

Saat ditemui di kantornya, Kamis (8/10) tak sepatah katapun keluar dari mulutnya. Republika berupaya meminta konfirmasi terkait isu ini. Namun Susi langsung pergi dan masuk ke mobilnya tanpa berkomentar apa apa.

Sebelumnya LSM KIARA menemukan fakta bahwa 16 pulau dikuasai oleh orang asing dan tidak bisa diakses tanpa izin. Pulau pulau ini tersebar di DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Kalimantan Barat.

Perinciannya yakni Lima pulau kecil sudah dikelola oleh investor sejak 2014 dengan nilai investasi Rp 3,074 triliun. Sisanya, lima pulau akan direalisasikan pada tahun 2015 dan enam pulau dalam masa penjajakan.

Fakta ini menunjukkan bahwa praktek privatisasi dan komersialisasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil masih terus berlangsung. Padahal Mahkamah Konstitusi telah menafsirkan bahwa kedua praktek ini melawan konstitusi, yakni pasal 28 dan 33 Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.[] sumber: republika.co.id

Sungguh Tega, Ibu Suntik Putrinya dengan Heroin

Sungguh Tega, Ibu Suntik Putrinya dengan Heroin

CHESTER — Seorang ibu menyuntikkan putrinya yang baru berusia 14 tahun dengan heroin dalam beberapa momen.

Seperti dikutip Insideedition, kemarin, Jessica Lynn Riffey (34 tahun) dituduh memberikan putrinya dengan heroin bulan lalu. Ia juga memberikan heroin itu ke kekasih anaknya.

Menurut kantor kejakasaan daerah Chester, AS, Riffey bahkan sempat mengikat kuat tangan putrinya untuk menyuntikan langsung heroin ke jalur pembuluh darah.

Associated Press melaporkan, Riffey menghadapi sejumlah dakwaan. Dari mulai korupsi, hingga membahayakan kondisi anak, serta pengedaran narkoba.

Polisi mengatakan, Riffey mengakui tindakan bejatnya itu. Ia menyuntikkan putri dan pacar anaknya dalam tiga kesempatan.  Pelaku kini berada dalam tahanan Penjara Chester. Jaksa juga mendakwa pacar Riffey yang menyalurkan heroin ke remaja.[] Sumber: republika.co.id

Foto ilustrasi

Ilmuwan Usulkan Lifi, Pemancar Internet Pengganti Wifi

Ilmuwan Usulkan Lifi, Pemancar Internet Pengganti Wifi

Kebutuhan data internet terus meningkat dari tahun ke tahun. Perusahaan IT dan ilmuwan terus berupaya mencari cara untuk memenuhi kebutuhan data di masa depan. Dilansir dari laman ScienceAlert, berdasarkan sebuah laporan ‘Mobile Internet from Heaven’,  Samsung mempredisksi pada 2028, lima miliar pengguna internet akan menghabiskan satu zettabyte kuota data per bulan. Besaran ini berkali-kali lipat dibandingkan kebutuhan data sekarang.

Sebagai gambaran, satu zettabyte setara dengan 1.000 eksabita atau satu miliar terabita. Sedangkan, satu terabita setara dengan 1.000 gigabita. Pavlos Manousiadis, Graham Turnbyll, dan Ifor Samuel, profesor bidang polimer dan fisika di University of St Andreas memiliki ide untuk memenuhi kebutuhan data internet di masa depan.

Mereka menulis artikel di The Conversation mengenai potensi penggunaan gelombang cahaya sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan data internet. Menurut mereka, bukan tidak mungkin bola lampu akan menjadi sumber ‘pemancar’ untuk internet. Jika internet sekarang dipancarkan melalui wifi, di masa depan internet bisa disediakan melalui lifi.

de itu berawal dari penggunaan tungsten pada bola lampu yang digunakan dalam industri lampu LED. Penggunaan tungsten bisa membuat lampu 30 kali lebih awat. Rupanya, penggunaan tungsten ini tidak terbatas pada penggunaan lampu, tapi juga pada penggunaan wifi, jaringan nirkabel untuk internet. Setelah wifi digunakan bertahun-tahun, mereka memunculkan istilah lifi.

Wifi digunakan dengan spektrum frekuensi radio dan gelombang mikro. Dengan pertumbuhan yang berlipat-lipat dari perangkat mobile kapasitas wifi diprediksi tidak akan mencukupi kebutuhan data. Pada 2019, menurut mereka, akan ada lebih dari 10 miliar perangkat mobile yang digunakan. Mereka akan bertukar data lebih dari 35 quintillo (10 pangkat 18) bita informasi setiap bulan. Hal ini tidak memungkinkan teknologi niknabel yang ada karena kemacetan frekuensi dan gangguan elektromagnetik.

Prinsip komunikasi mendasar adalah bagaimana transfer data  dengan ketersediaan bandwitdh yang ada. Spektrum frekuensi radio ini dirasa tidak cukup lagi melayani kebutuhan data yang ada. Jadi, lifi memiliki potensi untuk menggantikan frekuensi radio dan gelombang mikro wifi. Sebab, frekuensi radio pada spektrum elektromagnetik saat ini sudah sesak.

Sementara, spektrum cahaya memiliki kapasitas yang besar dan tidak terpakai untuk komuniasi. Cahaya dari LED bisa digunakan untuk merekayasa transfer data. Tidak seperti pemancar wifilifi menawarkan penggunaan yang sangat efisien. Secara teori, menurut mereka, komunikasi melalui gelombang cahaya tampak secara instrinsik aman.

Sebuah keuntungan lebih lanjut dari lifi adalah bahwa hal itu dapat menggunakan jaringan listrik yang ada sebagai pencahayaan LED sehingga tidak ada infrastruktur baru diperlukan. Beberapa perusahaan sudah menawarkan produk untuk komunikasi cahaya tampak. “Di masa depan, lampu bisa menyala lebih dari sekadar pencahayaan,” tulis mereka. | sumber : republika

Akar Islam Mengakar di Masyarakat Rumania

Akar Islam Mengakar di Masyarakat Rumania

JAKARTA — Setelah lepasnya kekuasaan Turki Utsmani di Rumania pada akhir abad ke-19, Islam semakin terpinggirkan di negara ini. Kondisi ini diperparah dengan masuknya Rumania dalam Blok Timur komunis pimpinan Uni Soviet kala itu.

Pengaruh Islam pun semakin berkurang dari beberapa wilayah yang sebelumnya mendominasi. Setelah Revolusi Rumania 1989, Rumania meninggalkan Blok Timur yang komunis sehingga rakyat Rumania memiliki kesempatan untuk menemukan Islam dan merasakan hasilnya.

Akar Islam Turki dan Tartar yang tertanam kuat di sebagian wilayah tengah dan selatan Rumania membuat umat Islam di Rumania mampu bertahan. Kini agama Islam di Rumania dipeluk tidak lebih dari satu persen penduduknya, setara dengan sekitar 60 ribu jiwa.

Setidaknya 3.000 orang masuk Islam dan jumlah ini meningkat dari hari ke hari. Dengan menjadi mualaf, mereka menghadapi masalah tertentu dalam masyarakat yang tidak siap untuk menerima mereka.

Beberapa wilayah seperti di Dobruji Utara, sekitar pantai Laut Hitam memiliki lebih dari lima abad tradisi dari Kekhalifahan Turki Usmani. Sebagian besar Muslim Rumania adalah Sunni yang mengikuti Mazhab Hanafi. Sekitar 97 persen Muslim Rumania adalah penduduk dua wilayah yang membentuk Dobruja Utara, sebanyak 85 persennya tinggal di Constanta, dan 12 persen di Tulcea.

Sisanya terutama mendiami pusat-pusat perkotaan, seperti Bukarest, Braila, Calarasi, Galai, Giurgiu, dan Drobeta-Turnu Severin. Kini setidaknya terdapat 13 masjid besar yang terdaftar di Rumania. Sebagian besar masjid tersebut berada di daerah Constanta dan sebagian yang lain berada di daerah Tulcea. Umat Islam di Rumania pun kini telah memiliki Aliansi Islam Rumania untuk melindungi dan membela umat dan Islam di Rumania. | sumber: republika

Foto Masjid Karol I

Perkuat Akidah Jeanne Ester Adelaida Jadi Santri

Perkuat Akidah Jeanne Ester Adelaida Jadi Santri

JAKARTA — Praktis hanya Zaenab dan kakaknya yang Muslim, orang tua dan kakaknya yang lain masih Nasrani. Itu sebabnya, ada penolakan dari keluarganya ihwal keputusannya menjadi Muslim. Ia pun diusir karena pilihannya itu.

“Saya bisa menerima itu.  Hingga ayah meninggal, saya masih disalahkan, Kata mereka karena saya ayah meninggal,” kenang dia.

Meski mendapat penolakan, Zaenab tetap menjaga akhlak sebagai seorang anak. Ketika ayahnya jatuh sakit, ia menengok. Memang, niatan baiknya itu dibalas dengan hal yang menyakitkan. Semisal, ketika ayahnya berada di Unit Gawat Darurat, Zaenab diminta melepas jilbab.  “Saya jadi bingung, apa hubungannya melepas jilbab dengan sakitnya ayah saya,” Tanya dia.

Kegigihan Zaenab perlahan mulai melunakan hati keluarganya. Tapi bukan berarti Zaenab diterima kembali. Oleh keluarganya, dia dianggap sebagai anak yang hilang. Berulang kali, keluarganya mengajak ia ke gereja. Lagi-lagi, Zaenab dengan lantang menolak ajakan itu.

“Setiap kali saya ingin mengajak mereka, pasti ujung-ujungnya bertengkar. Saya memahami itu bukanlah hal yang mudah,” kata dia.

Hubungan dengan keluarganya tidak menjatuhkan mental Zaenab. Namun, ia merasa terpukul ketika keluarga kakaknya yang sejak lahir  menjadi Muslim justru menjelek-jelekan ajaran Islam. “Saya memahami banyak pengaruh luar yang membuat keluarga kakak iparnya seperti itu. Jujur, ini menggores hati saya. Saya yang mualaf mencintai Islam, Ini keluarga Muslim kok menghina islam,” kata dia.

Sejak itu, Zaenab kian bertekad mempelajari ajaran Islam. Niatan itu diimplementasikannya dengan masuk pesantren Syahamah di Klender, Jakarta Timur. Di pesantren itu, Zaenab mempelajari Islam mulai dari dasar akidah.  “Saya masuk pesantren bulan Mei 2014,” kata dia.

Awalnya, Zaenab ingin total belajar Islam di pesantren. Namun, ia butuh pekerjaan guna menunjang kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia masih menerima pekerjaan di bidang konstruksi.  “Sebagai seorang mualaf, saya harus membentengi diri saya sendiri. Saya belajar akidah. Ke depan, harapan saya bisa berbagi ilmu kepada siapapun,” kata dia.

Selama belajar di pesantren, Zaenab menyimpulkan Islam tidaklah rumit. Ia merasakan keindahan Islam. Ia melihat ajaran agama lain menyembah apa yang diciptakan Tuhan. Sementara islam mengajarkan Muslim menyembah sosok yang menciptakan kehidupan. “Jadi, saya memahami, apa itu puasa, shalat. Intinya, apa yang diperintahan Allah pencipta kehidupan adalah hal terbaik bagi setiap mahluknya,” kata dia. | sumber: republika

Foto Zaenab Ester Adelaida (Kiri) bersama rekan kerjanya.@Dokpri

Apakah Prakiraan Cuaca Tergolong Ramalan?

Apakah Prakiraan Cuaca Tergolong Ramalan?

Bagi para pakar, pembacaan ramalan cuaca itu sebatas prakiraan, bukan kepastian menggunakan rangkaian teori ilmiah, eksperimen, lalu dirilis yang berpotensi benar sekaligus salah di saat bersamaan. Hukumnya persis dengan ketentuan yang berlaku dalam kasus prediksi waktu terjadinya gerhana matari atau bulan. Dan, ini tidak dianggap intervensi terhadap ranah gaib.

Syekh Ibnu Utsaimin menegaskan, prediksi tersebut bukan dianggap bentuk perdukunan atau pernujuman yang diharamkan. Karena, ‘ramalan’ itu memakai acuan-acuan yang jelas dan bersifat indrawi, yaitu adaptasi cuaca. Cuaca itu bisa berubah-ubah dan bisa diketahui dengan takaran yang sangat detil, sehingga bisa diprediksi turun hujan atau tidak.

Logika sederhananya, jika melihat ada mendung tebal, angin kencang, bercampur gemuruh atau kilat maka kebanyakan itu adalah pertanda akan turun hujan. Yang jelas, prakiraan tersebut merujuk pada sesuatu yang indrawi. Bukan ilmu gaib, sekalipun sebagaian masyarakat awam menilai praktik itu tergolong perdukunan.

Guru besar ilmu akidah Fakultas Dakwah dan Teologi Universitas Ummu al-Qura, Makkah ini, mengatakan, prakiraan tersebut merupakan bagian dari eksperimen manusia yang ditempuh secara kontinyu dan rutin dengan pantuan aktif, sehingga bisa memprediksikan pergerakan apa pun dari fenomena alam tersebut, meski sebatas prediksi bukan kepastian.

Sebagai contoh, kalkusi seseorang soal kedatangan kereta berdasarkan jadwal, jarak tempuh, dan indikator lainnya, atau prediksi pakar astronomi perihal peredaran bulan dan matahari. Ini tidak termasuk memasuki ranah ilmu gaib, tetapi prakiraan atas dasar eksperimen, premis, kajian intensif, dan uji coba berkala, serta tidak bisa mutlak dipastikan kebenarannya. “Jadi, prakiraan itu diperbolehkan,” kata dia.

Syekh Masyhur bin Hasan Alu Salman beranalogi, permisalan prakiraan itu ibarat seseorang melihat suatu objek dari kejauhan menggunakan teropong, kemudian memprediksi pergerakan objek tersebut ke suatu titik dengan acuan jarak dan waktu tempuh.

Jika terbukti benar, apakah ini tergolong ramalan? Jelas tidak sama sekali. Prakiraan cuaca juga demikian karena merujuk pada premis dan indikator pergerakan angin dan lain sebagainya. Bagaimanapun, ketentuan kapan dan di mana akan turun hujan mutlak hak Allah. “Sesungguhnya Allah hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan.” (QS Luqman [31]: 34). | sumber : republika

Wah! Ada Manusia Terbang di Kota Tua

Wah! Ada Manusia Terbang di Kota Tua

JAKARTA — Taman Fatahillah, Kota Tua menjadi salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi di Jakarta.

Banyak masyarakat yang bersantai di taman ini saat sore hari, ada yang bermain, bercanda, selfie, dan nongkrong sambil minum kopi.

Namun, di tengah aktifitas masyarakat itu, baru-baru ini terdapat manusia terbang di pojok taman. Ia melayang sambil memegang tongkat dengan tangan kirinya, sedangkan kakinya tidak menyentuh tanah sama sekali. Wajahnya dicat putih, dan memakai baju belang hitam-putih.

Para pengunjung Kota Tua mengantri untuk melakukan selfie dengan lelaki itu. Dengan penuh semangat, ia pun menghibur para pengunjung dengan gerakan-gerakan pantomim sambil terbang. Ia dengan lihai memvisualisasikan sesuatu tanpa menggunakan kata-kata, sehingga pengunjung yang mengajak selfie pun lepas tawa.

Salah satu pengunjung asala Manado, Rahman (54) mengaku di daerahnya belum ada manusia terbang seperti ini. “Ini perilaku kreatif, saya baru pertama kali lihat ini, kalau yang pantomim biasa sudah ada di Monas,” katanya sambil menfoto istrinya berasama lelaki itu.

Setelah pengunjung melakukan foto selfie bersamanya, pengunjung memberinya uang sukarela melalui sebuah wadah yang ada di depannya. Pengunjung terheran-heran melihat aksi lelaki itu, beberapa bahkan bertanya kepadanya.

“Kok bisa sih mas, bagaimana caranya?,” katanya. Ia tetap tak mau bicara, Ia hanya menunjuk kepalanya seolah-olah ingin mengatakan kepada pengunjung itu, ‘caranya pakai otak’.

Lelaki itu, Ari Kotu (30) menjalani ide terbangnya ini sejak tahun 2014. Namun, dalam mamainkan gerakan pantomim ia sudah menjalaninya sejak tahun 2009. Bersama teman-temannya di komunitas Kota Tua ia mencari nafkah untuk istri dan anaknya di tempat ini.

“Kalau belajarnya saya otodidak mas, dulu (sebelum terbang) saya bebas beraksi di sini, bisa berada di tengah-tengah pengunjung, tapi sekarang pengelola tidak membolehkannya, harus di pinggir taman,” katanya kepada Republika.co.id belum lama ini.

Pada hari-hari biasa, dia terbang mulai dari jam 13.00 WIB siang sampai waktu maghrib. Sedangkan pada weekend sejak jam 08.00 WIB pagi sudah berada di taman ini untuk beraksi di bawah terik matahari seharian.

“Tujuannya pertama ya untuk cari duit mas, terus kedua untuk menghibur dengan karya seni,” jelas lelaki asal Tegal yang besar di Jakarta ini.

Jika penasaran dengan aksi terbangnya, Anda bisa datang ke Kota Tua, tepatnya di depan Café Batavia. Anda bisa mengamatinya dengan seksama bagaimana cara ia terbang, namun jangan sekali-kali bertanya kepadanya karena dirinya sedang memerankan karakter Culun Disiplin (Cuplin) yang tanpa kata-kata.[] Sumber: republika.co.id

Foto: Manusia Terbang di Kota Tua

Masjid-masjid Megah Ini Hanya Dibuka Setahun Sekali

Masjid-masjid Megah Ini Hanya Dibuka Setahun Sekali

DAMMAM — Kebanyakan masjid di dunia ini sama dari segi bentuk maupun pengoperasiannya. Namun berbeda dengan ketiga masjid ini yang hanya dibuka ketika musim haji saja. Ketiga masjid tersebut diantaranya masjid Namirah, masjid Al khaif dan masjid Al Baiaa.

Masjid-masjid tersebut jauh dari pusat kerumunan warga, sehingga ketiganya hanya difungsikan ketika musim haji. Masjid Namirah, yang terkenal dengan menaranya yang megah ini terletak di Arafah dekat Makkah. Jika musim haji sekitar 450 ribu jamaah haji beribadah sepanjang siang dan malam di sana.

Masjid tersebut telah melewati beberapa tahapan masa kehidupan. Dibangun pertama kali selama abad ke-2 Hijriah. Selama era Saudi, terdapat perluasan terbesar sebagai area mencapai sekitar 18.000 meter persegi.

Selain itu, sudah dilakukan renovasi dan peningkatan penyediaan toilet. Sehingga masjid tersebut menjadi masjid terbesar ketiga dalam hal ruang setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Masjid Al Khaif berdiri kokoh dengan warna merahnya yang khas di Mina. Masjid tersebut terkenal dengan sebutan masjid 30 hari, hal itu karena masjid ini hanya dibuka selama 30 hari per tahunnya selama musim haji. Masjid ini sudah beberapa kali mengalami pemugaran, dan kini sudah terdapat banyak pintu masuk untuk perempuan.

Masjid Al Khaif ini menurut informasi dari Arabnews, Sabtu (3/10), dapat menampung sekitar 100 ribu jamaah untuk melakukan shalat lima waktu.

Masjid yang memiliki 403 tiang ini terletak di dekat kantor administrasi Kementerian Keislaman Arab Saudi. Di dekatnya juga dibangun penginapan untuk tamu besar Kementerian Keislaman Arab Saudi.

Masjid Al-Baiaa terletak di bagian timur Makkah. Masjid ini bentuknya masih membawa keaslian sejarahnya. Masjid ini diyakini  dibangun pada era khalifah Abu Jaafar Al-Mansour tahun 144 AH.

Di masjid ini Nabi Muhammad SAW mengikrarkan sumpah kesetiaan 12 pemimpin dari dua suku Arab besar: Al-Aws dan Al-Khazraj, yang berasal dari Madinah.

Masjid sebesar 500 meter persegi sedikit berbeda, karena termasuk bangunan tua yang tidak memiliki atap, menara atau jendela. Masjid tersebut dibangun dari batu dan batu bata dan biasanya ditutup kecuali selama musim haji.[] Sumber: republika.co.id

Foto: Jamaah haji yang tengah melaksanakan ibadah wukuf, menunaikan salat Jumat di sekitar kawasan Masjid Namirah, Arafah, Jumat (2/10). @Reuters

Ini Riwayat Kru Pesawat Aviastar yang Hilang Kontak

Ini Riwayat Kru Pesawat Aviastar yang Hilang Kontak

JAKARTA — Tiga kru pesawat turut hilang kontak bersama pesawat Aviastar tipe DHC6. Mereka adalah kapten pilot, kopilot, dan teknisi pesawat.

“Semalam pertemuan dengan KNKT mengumpulkan bukti sebanyak-banyaknya, keluarga dianggap kooperatif karena memberikan data-data,” ujar GM Operasional Aviastar Petrus Budi Prasetyo, Sabtu (3/10).

Kapten Pilot bernama Iri Afriadi bergabung dengan Maskapai Penerbangan Aviastar sejak 2009. Dia berasal dari Sentani, Papua.

Dia memiliki 2.900 jam terbang. Menurut Petus dengan jumlah jam terbang sebanyak itu sudah cukup untuk menerbangkan pesawat Twin Otter.

Jam terbangnya banyak dilakukan saat menerbangkan pesawat Misi di Papua. Hingga saat ini belum banyak pilot yang mengemudikan Twin Otter.

Sementara itu, Kopilot yang bersamanya bernama Yudistira beralamat di Jl Margasatwa, Pasar Minggu. Dia baru bergabung dengan Aviastar tahun 2015.

Sebelum bergabung dengan Aviastar Yudistira pernah menjadi kandidat Kapten Pesawat di Maskapai Merpati Airlines. Hingga saat ini, Yudistira memiliki 4.035 jam terbang.

Sementara itu, teknisi pesawat Sukris berasal dari Surabaya. Dia bergabung dnegan Aviastar sejak 2014 setelah sebelumnya bekerja di Merpati Airlines.[] Sumber: republika.co.id

Foto pesawat Aviastar

Santri Annaba Masuk Timnas Timor Leste

Santri Annaba Masuk Timnas Timor Leste

CIPUTAT —  Menjadi santri tidak membatasi diri untuk berkarir, dalam bidang apapun. Itulah yang dilakukan oleh Muallim Monteiro seorang pemuda berkebangsaan Timor Leste yang beberapa tahun lalu menuntut ilmu di Pesantren Pembinaan Muallaf-Yayasan Annaba Center Indonesia.

Muallim, panggilan akrab pria yang hijrah dari agama Katholik ke Islam ini, adalah sosok yang sangat gemar bermain sepak bola. Sering kali ia dipanggil oleh klub-klub sepak bola daerah dan diminta untuk bergabung memperkuat tim kesebelasan tersebut.

Nasib baik menimpa Muallim. Berawal dari hobi, sekarang ia mendapat kesempatan untuk bisa “unjuk gigi” dalam kejuaraan internasional, khususnya Asia Tenggara mewakili negaranya, Timor Leste.

Menjadi pesepak bola yang handal memang salah satu opsesi Muallim. Meskipun demikian, ia tidak melupakan kewajibannya dalam menuntut ilmu, terlebih ketika berada di pesantren Annaba Center. Ia juga alumni dari salah satu perguruan tinggi swasta dan memilih program studi manajemen informatika komputer.

Melihat latar belakang pendidikan Muallim sudah dapat dipastikan bahwa dia bukanlah seorang yang pemalas, melainkan pribadi yang juga semangat dalam menuntut ilmu. “Saya akan tetap belajar, meski sekarang sudah tidak berstatu sebagai santri dan mahasiswa lagi.”, tegasnya dengan singkat.

Pada kesempatan yang berbeda, KH. Syamsul Arifin Nababan menuturkan para santri tidak dibatasi dalam hal pengembangan minat dan bakat mereka. Sebaliknya, bila minat dan bakat mereka dapat mendatangkan hal yang positif, pesantren Annaba Center akan turut mendorong dan memberikan dukungan tidak hanya sebatas doa, melainkan juga hal-hal lain yang mampu dilakukan.

Itulah sebabnya, mengapa di pesantren Annaba Center kita dapat menemukan santri-santri yang memiliki berbagai macam minat dan bakat karena Annaba tidak membatasi mereka. Kita dapat menemukan santri-santri yang pernah mondok di Annaba menjadi sosok yang berbeda dan bermanfaat ketika di masyarakat, seperti Hasyim yang kini telah menjadi manager di “Bang Martabak”, dan juga Muallim yang kini bergabung di Timnas sepak bola Timor Leste.

“Mereka tidak harus menjadi seorang penceramah yang berdiri dari satu mimbar ke mimbar yang lain, tetapi dakwah mereka juga bisa dilakukan pada lingkungan tempat mereka berkarir”, sebut pak kiai.

Pesantren Annaba Center terus menggali potensi para santri. Hal ini sangat diperlukan mengingat semakin mereka mengetahui minat dan bakat masing-masing, maka akan semakin mudah dalam menyalurkan bakat dan minat mereka. | sumber: republika.co.id

Foto Mualim, Alumni Pesantren Mualaf Annaba Center.@Annaba-Center.com