Author: portalsatu.com

Jam Astronomi Praha Hiasi Google Doodle Hari Ini

Jam Astronomi Praha Hiasi Google Doodle Hari Ini

COBA perhatikan tampilan Google hari ini, ada yang berbeda, bukan? Ya, Google, Jumat (9/10/2015), mengubah tampilannya dalam rangka memperingati ulang tahun ‘Jam Astronomi Praha’. Tanggal 9 Oktober merupakan ulang tahunnya yang ke-605.

Jam yang dalam bahasa setempat di wilayah Ceko disebut Prazsky Orloj, merupakan jam astronomi dari abad pertengahan yang terletak di Praha, ibu kota Ceko. Jam tersebut pertama kali dipasang pada tahun 1410, sehingga menjadikannya sebagai jam astronomi tertua ketiga di dunia dan salah satu jam tertua yang masih bekerja sampai saat ini.

Dinding selatan Old Town Hall di Old Town Square menjadi tempat di mana jam tersebut dipasang. Mekanisme jam itu sendiri terdiri dari tiga komponen utama, yaitu perhitungan astronomi, yang mewakili posisi matahari dan bulan di langit dan menampilkan berbagai rincian astronomi; “Perjalanan Para Rasul”, jarum jam yang setiap jamnya menunjukkan karakter para Rasul dan patung-patung bergerak lainnya-terutama sosok Kematian (yang diwakili oleh kerangka), yang paling mencolok; dan perhitungan kalender dengan medali-medali yang mewakili bulan.

astronomi

Asal mula jam astronomi ini disalahpahami selama berabad-abad. Banyak orang percaya bahwa pembuatnya adalah seorang ahli jam bernama Hanus, yang juga disebut Jan of Ruze, yang hidup pada abad ke-15. Cerita mengatakan bahwa jam itu dikagumi oleh banyak orang asing, tapi Hanus menolak untuk menunjukkan rencana konstruksinya kepada siapa pun.

Ketika Anggota Dewan Praha menemukan bahwa ia akan membuat yang lain, bahkan jam yang lebih baik, mereka menjadi cemburu dan membutakan matanya, sehingga ia tidak bisa menyelesaikannya. Kemudian ia diduga merusak jam astronomi tersebut sebagai balas dendam, dan tidak ada yang dapat memperbaikinya.

Namun, pembuat sebenarnya diketahui pada tahun 1961 dalam sebuah dokumen tua, yang menggambarkan perhitungan astronomi. Di dalam dokumen tua tersebut diungkap bahwa jam itu dibuat oleh Mikulas of Kadan pada tahun 1410. Dia mungkin bekerja sama dengan astronom dan profesor Universitas Charles, Jan Sindel.

Pada abad ke-16 jam astronomi itu diperbaiki dan ditingkatkan kemampuannya oleh Jan Taborsky. Namun, jam tersebut menderita kerusakan parah seiring berjalannya waktu. Bahkan, sempat muncul anggapan apakah jam tersebut harus dihentikan pada tahun 1780-an. Tak lama kemudian, jam itu berhenti bekerja untuk waktu yang lama.

Selanjutnya, perbaikan besar-besaran tak terelakkan dan itu terjadi pada tahun 1865. Jam tersebut dimodernisasi dan perhitungan kalender baru dibuat oleh Josef Manes. Kemudian pada tahun 1945 tentara Jerman merusak jam astronomi tersebut dan beberapa patung juga dibakar.

Patung-patung itu digantikan oleh replika dan yang mencolok dari jam itu adalah perubahan waktu yang ditunjukkan, dari waktu Ceko Kuno, menjadi Waktu Eropa Tengah.[] sumber: Liputan6.com

AP2MAJ Kembali Tuntut Ipelmaja Segera Laksana Mubes

AP2MAJ Kembali Tuntut Ipelmaja Segera Laksana Mubes

CALANG- Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Paguyuban Pelajar dan Mahasiswa Aceh Jaya (AP2MAJ) menuntut Ipelamaja melaksanakan Musyarawah Besar (Mubes) Ipelmaja 2015.

“Desakan ini merupakan yang kesekian kalinya kami sampaikan semenjak SK kepengurusan berakhir pada Januari 2015, baik secara lisan kepada pengurus Ipelmaja, maupun di media massa cetak dan online. Kami mendesak segera diadakan Mubes,” kata Juru Bicara AP2MAJ, Mashari Wahid, melalui siaran persnya, Jumat, 9 Oktober 2015.

Katanya, kepengurusan Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Jaya (Ipelmaja) sudah berakhir selama 10 bulan lamanya.

“Dan para pengurus harus segera mempertanggungjawabkan kinerjanya selama 1 periode terakhir,” kata dia.

Adapun organisasi mahasiswa yang tergabung dalam AP2MAJ, kata Mashari, seperti Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Lamno (Ipemal), Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Lamno Indra Jaya (Himalaya), Ikatan Pelajar Mahasiswa Sampoiniet (IPMS), Himpunan Pelajar Mahasiswa Setia Bakti (Hipelmaseba), Ikatan Pelajar Mahasiswa Panga (Ipelmapa), Himpunan Pelajar Mahasiswa Teunom (Hipelmat), serta Ikatan Pelajar Mahasiswa Pasie Raya (IP-MPR).

“Kami mendesak adanya kepastian dalam 1 minggu ke depan tentang pelaksanaan Mubes tersebut, kekosongan jabatan di Ipelmaja sangat merugikan kepentingan mahasiswa sendiri terkait dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan. Salah satunya seperti perekrutan mahasiswa yang akan menempati asrama mahasiswa Kabupaten Aceh Jaya yang sudah sekian lama tertunda dan kegiatan rutin Ipelmaja yang sudah setahun tidak terlaksana. Kondisi ini tentu bukan kondisi ideal untuk sebuah lembaga,” kata dia.

“Di samping itu, masyarakat juga sangat merindukan hadirnya para intelektual muda dalam proses pembangunan di daerah, yang setidaknya dapat memberi sedikit perubahan ataupun sebagai sarana penyampaian informasi di daerah,” katanya lagi. [] (mal/*sar)

Foto Juru Bicara AP2MAJ, Mashari Wahid.@Ist

Kalahkan SMAN 7 di Final, SMAN 9 Pertahankan Gelar Juara LPI

Kalahkan SMAN 7 di Final, SMAN 9 Pertahankan Gelar Juara LPI

BANDA ACEH – Tim sepak bola SMAN 9 Tunas Bangsa Banda Aceh berhasil mempertahankan gelar juara ajang Liga Pendidikan Indonesia (LPI) dan berhak atas piala bergilir Wali Kota Banda Aceh.

Pada babak final LPI Banda Aceh 2015 yang digelar di Stadion Mini Gampong Lambhuk, Tim Tunas Bangsa yang dimotori oleh M. Rizki Cs. melesakkan tiga gol tanpa balas ke gawang Tim SMAN 7 Banda Aceh, Kamis, 8 Oktober 2015.

Wali Kota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, S.E. bersama Wakil Wali Kota Drs. Zainal Arifin ikut menyaksikan langsung pertandingan pamungkas LPI Banda Aceh 2015 tersebut. Terlihat hadir pula di kursi undangan antara lain Ketua Komisi D DPRK Farid Nyak Umar dan sejumlah kepala sekolah SMP/SMA se-Banda Aceh.

Bermain dengan tempo tinggi, Tunas Bangsa sudah unggul dua gol pada babak pertama yang dicetak oleh M. Angkasa dan T. Mirza. Memasuki babak kedua, anak-anak SMAN 7 yang mencoba mengejar ketinggalan, malah kebobolan satu gol lagi lewat kaki striker Tunas Bangsa, Fikri.

Sepanjang pertandingan, teriakan yel-yel dari seribuan supporter kedua tim terus menggema dari atas tribune penonton. Skor 3-0 untuk kemenangan Tunas Bangsa bertahan hingga wasit meniup pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Kemenangan Tunas Bangsa semakin lengkap karena dua pemain andalan mereka, yakni M. Rizki dan M. Angkasa yang masing-masing menyabet predikat best player dan top score turnamen sepak bola antarpelajar yang digelar Disdikpora Banda Aceh tersebut.

Sebagai kampium, selain mendapatkan piala bergilir, tropi dan piagam penghargaan, anak-anak Tunas Bangsa juga berhak atas uang pembinaan sebesar Rp5 juta yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Illiza pada seremoni penutupan turnamen yang telah bergulir sejak 7 September itu.

Plh Kadisdikpora Banda Aceh Drs. T. Angkasah dalam laporannya menyebutkan LPI merupakan salah satu wahana untuk mempererat tali persaudaraan guna mewujudkan rasa nasionalisme sekaligus membentuk karakter para pelajar.

Menurutnya, LPI tahun ini mendapat respons yang baik dari pihak sekolah dan pelajar yang dibuktikan dengan keikutsertaan 44 tim dalam turnamen yang menggunakan sistem ½ kompetisi ini. “44 tim yang ikut ambil bagian terdiri dari 20 tim untuk tingkat SMP/sederajat dan 24 tim SMA/sederajat.”

“Untuk Juara I, II, III, dan IV berhak atas tropi, piagam dan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp5 juta, Rp4 juta, Rp3 juta, dan Rp2 juta. Selain itu, kami juga memberikan hadiah uang pembinaan masing-masing sebesar Rp1 juta untuk pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Illiza dalam sambutan singkatnya saat menutup turnamen, mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya melihat para pemain yang tetap menjaga auratnya selama pertandingan dengan memakai kaos kaki hingga menutupi lutut.

Ia juga mengungkapkan rasa bangganya kepada para pemain karena mampu menjunjung tinggi sportivitas dalam pertandingan. Kata Illiza, sepak bola merupakan olahraga yang bisa mendidik karakter para pelajar.

“Kepada tim yang menang, Bunda harap jangan terlalu berbangga hati dan cepat puas. Terus tingkatkan prestasi. Kepada tim yang belum beruntung, terus berusaha, dan tetap semangat untuk memberikan yang terbaik, dan yang paling penting tetap jaga ibadahnya ya,” pesan Illiza.

Berikut daftar lengkap pemenang LPI Banda Aceh 2015:

Tingkat SMA/sederajat

Juara I SMAN 9
Juara II SMAN 7
Juara III SMAN 11
Juara IV SMKN 2

Pemain Terbaik: M. Rizki (SMAN 9)
Topskor: M. Angkasa (SMAN 9)

Tingkat SMP/sederajat
Juara I SMPN 10
Juara II SMPN 2
Juara III MTsN 2
Juara IV SMP Inshafuddin

Pemain Terbaik: M. Khairul (SMPN 10)
Topskor: Rahmat (SMPN 2)

Bocah di Pidie Diduga Jadi Korban Pencabulan Tetangga

Bocah di Pidie Diduga Jadi Korban Pencabulan Tetangga

BANDA ACEH – Kasus pelecehan seksual anak kembali terungkap di Aceh. Seorang bocah delapan tahun sebut saja Ratu -nama samaran- asal Kabupaten Pidie diduga dicabuli pemuda berinisial BS (20) yang merupakan tetangganya sendiri.

Aksi pencabulan diduga terjadi di rumah nenek korban di sebuah desa di Kecamatan Padang Tiji, Pidie. Pelaku kini masih buron.

Kapolres Pidie AKBP Muhajir mengatakan, polisi sudah mendapatkan laporan dari orang tua korban. “Sudah kita tangani,” katanya saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (9/10/2015).

Muhajir yang mengaku sedang berada di Mabes Polri mengarahkan wartawan untuk bertanya langsung kasus ini ke Kasat Reskrimnya. “Coba ke kasat reskrim atau kapolsek aja,” ujarnya.

Kapolsek Padang Tiji, Iptu Sofyanto mengatakan, kasus pencabulan itu terjadi di rumah nenek korban pada 28 September 2015. “Tapi baru kemarin dilaporkan ke kami,” sebutnya.

Polisi hingga kini sudah memintai keterangan tiga saksi yakni orangtua korban dan tetangganya. “Sekarang mau kita panggil tiga saksi lagi,” ujar Sofyanto.

Menurutnya dari hasil visum menunjukkan adanya kekerasan seksual dialami korban. “Buktinya-buktinya sudah kita kantongi,” katanya.

Sofyanto mengatakan pihaknya kini sedang mancari pelaku yang sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang. “Kasus anak ini harus kita prioritaskan sesuai arahan pak Kapolda,” pungkasnya. | sumber: okezone.com

Wakasad Buka TMMD ke-95 di Bireuen

Wakasad Buka TMMD ke-95 di Bireuen

BIREUEN – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Erwin Syafitri membuka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-95 di Gampong Alue Gadai, Kecamatan Kuta Peudada Kabupaten Bireuen, Propinsi Aceh, Kamis 8 Oktober 2015.

Tampak hadir dalam pembukaan TMMD tersebut, Pangdam IM Mayjen TNI, Agus Kriswanto, Irwasda Polda Aceh Kombes Pol Dede Suryana, Danrem 011/LW Kolonel Dedy AP, Bupati Bireun H. Ruslan M. Daud, Ketua DPRK Bireun Ridwan Muhammad, Dandim 0111/Bireun Letkol Inf Shofanudin, S.I.P., Kepala Perwakilan BkkbN Aceh, M. Natsir Ilyas, serta unsur Muspida Kabupaten Bireun.

Kegiatan yang sama ini juga dilaksanakan serentak di tiga kabupaten di Provinsi Aceh lainnya yaitu Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Jaya, Aceh Tenggara serta ditambah dengan TMMD Non Reguler (Imbangan) antara lain di Kabupaten Pidie, Aceh Tengah dan Nagan Raya. Selain itu, kegiatan ini juga terkait dengan sasaran fisik dan non fisik diantaranya pembangunan Infrastruktur, serta sarana, dan prasarana fasilitas umum lain yang menjadi kebutuhan masyarakat di daerah pedesaan.

TMMD kali ini mengangkat tema “Dengan Semangat Kemanunggalan TNI, Polri, Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Pemerintah Daerah dan Seluruh Komponen Bangsa lainnya, kita Laksanakan Percepatan Pembangunan Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Pedesaan”.

Wakasad mengatakan, tujuan TMMD untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Semua program TMMD haruslah berasal dari aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah pedesaan, tertinggal, terisolasi, wilayah perbatasan, atau kawasan kumuh perkotaan, serta terkait dengan kebutuhan nyata masyarakat setempat yang harus segera dicarikan solusi atau pemenuhannya,” ungkapnya.

Wakasad berharap TMMD tidak hanya dapat terus mempercepat proses pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah, tetapi juga pada gilirannya akan dapat memperkokoh kemanunggalan TNI dengan Rakyat, yang merupakan landasan utama bagi terwujudnya ketahanan masyarakat yang makin tangguh.

“Dengan pelaksanaan pembangunan sasaran fisik, diharapkan dapat membuka isolasi antar Desa di daerah-daerah terpencil, pedesaan, terbelakang maupun perbatasan, dan atau membantu kegiatan pencapaian swasembada pangan, dan pada akhirnya semakin meningkatkan dan memacu roda perekonomian daerah tersebut. Sedangkan untuk sasaran non fisik, kali ini TNI AD dalam pelaksanaanya terutama bekerjasama dengan pemerintah daerah, Kementerian Agama RI, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dan instansi lainnya,” kata Jenderal bintang tiga ini.

Pelaksanaan TMMD ini dilaksanakan selama 21 hari dimulai tanggal 08 akan berakhir 28 Oktober 2015, nantinya akan membuka dan membuat akses jalan, membangun rumah tidak layak huni, membangun meunasah setempat, dan memberi bantuan sembako. [] (mal)

Maksiat Sumber Kekacauan Umat Islam

Maksiat Sumber Kekacauan Umat Islam

BANDA ACEH – Berbagai perbuatan maksiat dan dosa merupakan sumber kekacauan yang membuat kehidupan umat Islam menjadi morat-marit, sehingga pertolongan dari Allah SWT pun sulit datang atas berbagai persoalan yang muncul.

Umat ini pernah memimpin dan mengendalikan dunia selama berabad-abad. Kemudian, kepemimpinannya dicabut dan keadaannya berubah mencolok. Musuh-musuhnya mengepungnya, berbagai musibah menimpanya, beragam cobaan dan bencana menderanya secara bertubi-tubi.

Hal ini disampaikan Ketua Himpunan Imam Masjid dan Meunasah (HIMNAS) Aceh, Prof. Dr. Tgk. H. Zainal Abidin Alawy, MA saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke, Banda Aceh, Rabu malam 7 Oktober 2015.
“Apa yang menimpa kita, umat Islam di Aceh, Indonesia dan Timur Tengah sehingga terpuruk, kekacauan dan kehidupan morat-marit. Jawabannya, penyebab semua itu adalah perbuatan dosa dan maksiat, yang menyeret umat ini ke jurang kehinaan yang dalam,” ujar Prof Zainal.

Imam Chik Masjid Al-Wustha Perumnas Jeulingke mengungkapkan, di Aceh sendiri walaupun sudah diberlakukannya syariat Islam, tapi berbagai perbuatan dosa dan maksiat masih sangat mudah terjadi.

“Ingkar pada perintah Allah seperti meninggalkan perintah shalat lima waktu juga dosa. Berbagai perbuatan maksiat juga banyak di sekitar kita. Kasus-kasus mesum, pemerkosaan, pelecehan seksual termasuk kepada anak-anak, membunuh manusia dengan mudah yang dulu mungkin jarang ditemukan, kini sangat mudah terjadi. Ini sumber kemurkaan Allah,” sebut Guru Besar Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry ini.

Ahli Hadits yang juga penceramah rutin halaqah magrib di Masjid Raya Baiturrahman ini menambahkan,‎ hilangnya persatuan sesama Islam juga telah menambah keterpurukan umat akhir zaman ini. “Yang sangat kita sayangkan, persatuan diantara kita sesama umat Islam sudah tercabik-cabik saat ini. Kita sudah hilang persatuan sesama Islam, dimana-mana terjadi perpecahan,” ungkapnya.

Yang paling memprihatinkan adalah umat Islan terpedaya dengan kehidupan duniawi dibanding ukhrawi. “Padahal kehidupan ukhrawi itu lebih utama. Perlu ada keseimbangan hidup dunia dan akhirat. Jangat terlalu cinta dunia, dan lupa akhirat,” katanya.

Karena lebih mengedepankan kehidupan duniawi, maka terjadilah perebutan kekuasaan dimana-mana di tengah-tengah umat Islam, dengan cara apapun.

“Hal ini kemudian ditambah oleh faktor ekternal, dimana politik pecah belah kepada umat Islam terus dilakukan oleh musuh-musuh kita.‎ Persekongkolan zionisme dunia, Yahudi dan Nasrani terus mengicar umat Islam. Kebencian Yahudi dan Nasrani terhadap umat Islam tidak akan pernah berhenti. Mereka tidak bakal senang sebelum mereka taklukkan kita agar ikut mereka,” kata Zainal Abidin yang meraih gelar profesor pada usia 60 tahun ini.

Pada pengajian KWPSI dengan tema “Hadits Sebagai Pedoman dalam Beribadah” ini, Prof Zainal Abidin juga mengajak umat Islam khususnya di Aceh untuk kembali kepada ajaran Al-Qur’an dan Hadits sebagai Sunnah yang ditinggalkan oleh Rasulullah SAW untuk umatnya.

“Kita umat Islam perlu pelajari Al-Qur’an dan Hadits.‎ Ada kewajiban pelajari Hadits bagi umat ini. Karena kalau tidak, maka tidak ada ilmu kita untuk mengamalkan suatu ibadah yang diperintahkan oleh Rasulullah,” jelasnya.

Menurut Prof. Zainal, hampir tidak ada lini kehidupan manusia yang tidak diterangkan dalam hadits. Jika dalam Al-Qur’an dijelaskan perintah secara umum, lalu semua perintah itu ditegaskan dalam hadits.

“Contohnya, dalam Al-Qur’an hanya diperintahkan untuk shalat, tapi tidak ada penjelasan bagaimana kita shalat. Lalu datang hadits nabi menjelaskannya secara lengkap bagaimana shalat itu dikerjakan. Begitu juga dengan zakat, puasa, haji dan lainnya yang diperintahkan dalam Al-Qur’an, ada hadits yang kemudian menjelaskan bagaimana itu dilaksanakan, apa saja jenis-jenisnya baik yang wajib maupun sunat,” ujar Prof Zainal. [] (mal)

Banyak Orang Tak Sadar Menderita Diabetes!

Banyak Orang Tak Sadar Menderita Diabetes!

Jutaan orang Indonesia ditengarai hidup dengan diabetes. Namun, banyak orang diduga tak menyadari hal itu karena tak pernah melakukan pemeriksaan dini.

Data terbaru dari Internasional diabetes Federation (IDF), misalnya, menyebutkan pada 2014 lalu ada 9,1 juta orang Indonesia yang hidup dengan diabetes. Menurut lembaga itu, sekitar 70 persen total kasus diabetes baru diketahui setelah ada komplikasi.

Sebetulnya, gejala diabetes dapat dikenali dengan mudah. Di antara gejala itu adalah sering buang air kecil, kerap merasakan haus secara berlebihan, mudah emosi, stres, serta penglihatan kabur. Komplikasi hingga kegagalan organ tubuh bisa timbul bila kondisi tersebut dibiarkan dan terlanjur memburuk.

Deteksi dini

diabetes termasuk jenis penyakit kronis yang pola pengobatannya berlangsung selama seumur hidup. Karena itu, memeriksa kadar gula darah secara berkala sebaiknya dilakukan sebagai upaya deteksi dini untuk bisa segera mengambil tindakan bila ditemukan gejala awal.

Ada beberapa cara deteksi dini diabetes yang umum dilakukan, salah satunya adalah tes Fasting Plasma Glucose (FPG). Tes ini fokus pada mengukur kadar glukosa pada sel darah merah setelah puasa.

Pemilik darah yang diuji masih dalam kategori normal tanpa diabetes, bila dari hasil tes didapati glukosanya kurang dari 100 mg/dl. Namun, bila angkanya ada dalam rentang 100 mg/dl hingga 125 mg/dl, orang tersebut masuk kategori pre-diabetes. Hasil tes melebihi 126 mg/dl, menunjukkan kemungkinan seseorang positif menderita diabetes.

Sampai saat ini, uji laboratorium masih menjadi pilihan utama untuk pemeriksaan darah. Jaminan lengkapnya peralatan canggih dan faktor kebersihan menjadi pertimbangannya. Namun, perkembangan teknologi sudah memungkinkan pemeriksaan darah untuk deteksi dini diabetes dilakukan secara mandiri.

Salah satu alat bisa dipakai untuk uji mandiri diabetes adalah One Touch Ultra 2. Ukurannya yang tidak lebih besar dari telapak tangan memungkinkan alat tersebut mudah disimpan dalam saku celana dan hasil pengujiannya tidak berbeda dengan tes laboratorium berdasarkan standar ISO 15197.

Alat ini juga dilengkapi dengan blood strip serta teknologi fast draw yang hanya membutuhkan sedikit sampel darah untuk pengujian. Pengaruh makanan terhadap gula darah sebelum dan sesudah makan dalam perhitungan rata-rata 7, 14 hingga 30 hari, terlacak pula di sini.

Satu hal perlu dicamkan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan pre-diabetes, apalagi diketahui positif diabetes melitus, langkah yang perlu dilakukan selanjutnya adalah mulai membiasakan mengedukasi diri tentang penyakit tersebut. Edukasi itu termasuk mengatur pola makan, olahraga teratur, serta pengobatan dan pemantauan hasil cek mandiri. | sumber: kompas.com

Foto ilustrasi.@Shutterstock

Tessa Kaunang Bantah Telantarkan Anak

Tessa Kaunang Bantah Telantarkan Anak

JAKARTA – Tessa Kaunang menghadapi tudingan penelantaran anak dari mantan suaminya, Sandy Tumiwa dengan santai. Isu tak benar dan baginya tak perlu ditanggapi.

“Enggak benar kok itu, saya juga enggak perlu komentar sepertinya. Karena benar atau enggak bisa kelihatan ya mana yang benar,” ucap Tessa saat dikonfirmasi lewat sambungan telefon, Kamis (8/10/2015).

Memang setelah hidup menjanda, Tessa kembali lagi menggeluti dunia hiburan yang telah melambungkan namanya. Sedikit banyak waktu bersama kedua anaknya berkurang.

Tetapi, ia menegaskan, jika waktu sibuknya tak membuat dirinya lupa akan kewajiban sebagai seorang ibu.

“Saya memang harus kerja, karena memang yang menghasilkan uang di rumah hanya saya. Kalau saya di rumah saja nanti enggak makan. Memang agak berkurang waktu untuk anak tapi sejauh ini baik-baik saja, tidak sampai ke menelantarkan anak,” tutupnya tegas.[] sumber: okezone.com

Foto: Purna Praja se-Indonesia Reuni di Aceh

Foto: Purna Praja se-Indonesia Reuni di Aceh

BANDA ACEH – Purna Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memanfaatkan momen Pekan Inovasi Nasional (PIN) dan Teknologi Tepat Guna ke 17 di Banda Aceh untuk reuni, Kamis, 8 Oktober 2015.

“Banyak peserta PIN & TTG ke 17 adalah PNS alumni sekolah pamong praja. Kesempatan ini kita manfaatkan untuk reuni dalam upaya silaturahmi dan memupuk persaudaraan sesama alumni se-Indonesia,” kata Kadisbudpar Aceh, Reza Fahlevi, yang merupakan purna praja angkatan 05, melalui siaran pers kepada portalsatu.com.

Dia mengatakan para alumni purna praja yang hadir berasal dari Sabang hingga Merauke.[]

image1

image2

Alumni IPDN se-Indonesia Reuni di Aceh

Alumni IPDN se-Indonesia Reuni di Aceh

BANDA ACEH – Purna Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memanfaatkan momen Pekan Inovasi Nasional (PIN) dan Teknologi Tepat Guna ke 17 di Banda Aceh untuk reuni, Kamis, 8 Oktober 2015.

“Banyak peserta PIN & TTG ke 17 adalah PNS alumni sekolah pamong praja. Kesempatan ini kita manfaatkan untuk reuni dalam upaya silaturahmi dan memupuk persaudaraan sesama alumni se-Indonesia,” kata Kadisbudpar Aceh, Reza Fahlevi, yang merupakan purna praja angkatan 05, melalui siaran pers kepada portalsatu.com.

Dia mengatakan para alumni purna praja yang hadir berasal dari Sabang hingga Merauke. “Malah dari kepulauan terluar Indonesia juga hadir di Aceh dalam rangka memeriahkan acara PIN & TTG ini,” kata Almuniza purna praja angkatan 11 STPDN.

Salah satu purna praja asal Maluku Utara, Khairullah, mengaku senang dan bangga dapat bertemu dengan rekan-rekan sealmamaternya. “Terimakasih kepada purna praja Aceh yang sudah memfasilitasi reuni dadakan ini,” katanya.[](bna)