Author: Qahar Muzakar

Aceh Loloskan Lima Petinju ke PON XXI 2016 Jawa Barat

Aceh Loloskan Lima Petinju ke PON XXI 2016 Jawa Barat

Batam – Cabang tinju Aceh sukses meloloskan lima dari 11 petinju yang diikutsertakan dalam kejuaraan Prakualfikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) Wilayah I, di Batam, Kepulauan Riau. Di kejuaraan yang berlangsung sejak tanggal 29 September hingga 3 Oktober 2015 ini, tim tinju Aceh gagal membawa pulang medali emas untuk semua nomor.

Atlet asuhan pelatih kepala Rahman Boga, Ferdinan Kamal, Ediwansyah dan pelatih nasional Harry Maitimu harus puas dengan perolehan empat medali perunggu dan dua perak.

Dari enam medali itu, lima diantara berhak mendapatkan tiket PON XXI 2016 Jawa Barat. Sementara satu atlet yang meskipun sukses merebut perunggu di kelas berat, namun gagal menuju PON XXI Jawa Barat. Khusus di kelas ini atlet yang berhak mendapatkan tiket PON harus masuk ke babak final.

“Pra-PON kali ini persaingannya sangat ketat. Karena hanya ada satu kejuaraan saja untuk ajang merebut tiket PON,” kata Pelatih Kepala tim tinju Aceh, Rahman Boga usai acara seremoni penutupan di Kepri Mall, Batam, malam Minggu, 3 Oktober 2015. Padahal pada prakualifikasi even yang sama di tahun-tahun sebelumnya Pengurus Pusat (PP) Pertina Indonesia selalu melaksanakan paling tidak tiga kejuaraan berbeda perebutan tiket PON.

Tiga atlet tinju Aceh yang berhasil mendapatkan perunggu dan tiket PON XXI Jawa Barat adalah Salsabila di kategori putri di kelas 48 kg, Rika Damayanti kategori putri kelas 51 Kg, dan  Wahyudi kategori putra kelas 56 Kg.

Wahyudi sebenarnya memiliki peluang besar untuk masuk ke partai final. Di babak kualifikasi Wahyudi dengan enteng mengalahkan lawan-lawannya. Namun kemenangan Wahyudi menuju perempat final harus dibayar dengan cedera pergelangan tangan kanan akibat sikutan lawan. Cedera itu membuat dirinya tidak bisa tampil maksimal di perempat final dan harus puas dengan medali perunggu.

Sementara dua petinju Aceh yang berhasil merengsek ke babak final serta berhak mendapatkan tiket PON XXI Jawa Barat adalah Insanul Sabri dan Suryadi kelas 81 kilogram. Pada babak perempat final Suryadi dengan gampang mengalahkan petinju Lampung atas nama rianto. Lawan Suryadi di perempat final ini merupakan petinju Pelatnas asal Jawa Tengah yang sebelumnya bernama Rian Thomas.

Sukses mengalahkan mantan petinju Pelatnas, Suryadi harus berhadapan dengan patinju tuan rumah atas nama Janes Siregar. Ambisi petinju tuan rumah yang bermain dengan gaya menyerang penuh membuat langkah Suryadi tertahan di medali perak. Namun ia sukses merebut tiket menuju PON XXI Jawa Barat.

Begitu pula Insanul Sabri, pertandingan ketat peraih medali emas di Pangdam Iskandar Muda serta Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2014 di Idi Aceh Timur harus bertarung ketat dengan petinju tuan rumah di babak final atas nama Sandyarto Deno Feroja yang secara statistik memiliki kemampuan seimbang dengan Insanul. Namun pada kejuaraan yang berlangsung tanpa hari jeda tersebut, wasit memutuskan medali emas partai final kelas 69 kilogram jatuh ke tangan petinju tuan rumah.

Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Pertina Aceh Azhari Cage yang datang langsung dari Aceh untuk memberikan semangat kepada atlet mengatakan, ia sangat mengapresiasi hasil yang telah diperoleh oleh atlet. “Mereka sudah berusaha maksimal,” kata Azhari di Batam, Minggu pagi, 3 Oktober 2015.

Lima tiket yang telah didapatkan, kata Azhari, harus dimanfaatkan sungguh-sungguh. Kepada atlet yang lolos, waktu yang tersisa menuju PON XXI 2016 Jawa Barat diharapkan dapat dimanfaatkan dengan berlatih keras. “Kepada atlet yang tidak lolos juga jangan patah semangat. Terus berlatih. Masih ada banyak kejuaraan untuk mengharumkan nama Aceh ke depan,” kata Azhari.

tinju aceh 2

Di malam penutupan, panitia pelaksana kejuaraan Pra-PON Tinju Wilayah I juga memberikan kepercayaan kepada Ketua Umum Pertina Aceh untuk mengalungkan medali kepada peraih medali emas kategori putri. Selain itu, di kejuaaraan ini, ada orang wasit Aceh yang dipercayakan ikut memimpin sejumlah pertandingan.[] (mal)

KONI Aceh Lepas Atlet Wushu Menuju Pra-PON Bandung

KONI Aceh Lepas Atlet Wushu Menuju Pra-PON Bandung

BANDA ACEH – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melepas atlet Wushu Aceh menuju prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) pada Jumat, 18 September 2015. Pra PON akan berlangsung di Gedung Olah Raga (GOR) Cikutra, Bandung, Jawa Barat, dari 22-26 September 2015 mendatang.

Pelepasan atlet ini dipimpin oleh Wakil Ketua Bidang Litbang KONI Aceh, T Rayuan Sukma, dan didampingi oleh Ketua Umum Pengprov Wushu Aceh, Hasroni.

Dalam acara pelepasan sekaligus tatap muka antara atlet dan pelatih Wushu Aceh dengan pimpinan KONI Aceh, pelatih kepala Pengprov Wushu, Syarwan Saleh mengatakan para anak asuhannya telah mengikuti latihan selaman tiga bulan penuh dalam rangka persiapan menuju Pra-PON. Satu bulan dalam pemusatan latihan mandiri, dan dua bulan di Pelatda KONI Aceh bersama cabang-cabang lainnya.

“Sekarang anak-anak (atlet) berada dalam kondisi fit,” kata Syarwan.

Ia mengharapkan dan memprediksikan wushu akan meloloskan empat atlet menuju PON XIX 2016 mendatang. Selain mengirimkan atlet untuk bertarung di arena Pra-PON Bandung 2015, dua orang pengurus Pengprov Wushu Aceh juga dipercayakan menjadi wasit pada ajang tersebut.

Cabang wushu memang terbilang baru dalam dunia olahraga Aceh. Dibanding beberapa cabang unggulan lain, prestasi wushu Aceh memang belum menunjukkan taringnya. Karena itu, wushu hanya mendapatkan jatah dua bulan Pelatda dari KONI Aceh. Meski demikian, sebagai “pendatang” baru, wushu Aceh telah menunjukkan kenaikan grafis prestasi dari tahun ke tahun.

Pada Pra-PON 2011, wushu Aceh berhasil merebut medali perunggu. Namun prestasi itu tidak bertahan hingga PON 2012. Karena itu, Wakil Ketua Bidang Litbang KONI Aceh, T. Rayuan Sukma mengharapkan agar atlet wushu Aceh mendapatkan prestasi yang maksimal pada ajang Pra-PON kali ini.

“Kita berharap, dan yakin wushu akan mendapatkan hasil terbaik,” kata Rayuan.

Rayuan juga berpesan agar para atlet dapat benar-benar mengikuti segala instruksi pelatih. Selain sebagai pelatih wushu, Syawan juga merupakan pelatih Muaythai Aceh. Sejauh ini cabang muaythai telah mencapai prestasi maksimal di beberapa even nasional dan internasional. Pada PON XIX 2016 Jawa Barat, muaythai akan baru tampil sebagai cabang eksebisi.

Atlet-atlet wushu Aceh yang akan mengikuti Pra-PON di Bandung akhir September nanti adalah Ramadhan dan Rizki Amalani di kelas under 48 kilogram, Aulia Rahman dan Irsalina kelas under 52 kilogram, Hendra Darmawan di kelas under 56 kilogram, Khairul Umam kelas under 60 kilogram, Prabowo B kelas under 65 kilogram, dan Syahrizal kelas under 75 kilogram.

Para atlet, pelatih dan official tim akan berangkat menuju Bandung melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar (SIM) Banda Aceh pada Sabtu, 19 September 2015.[](bna)

KONI Aceh Serahkan Bonus Uang Tunai untuk Atlet Peraih Medali Pra-PON

KONI Aceh Serahkan Bonus Uang Tunai untuk Atlet Peraih Medali Pra-PON

BANDA ACEH – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh menyerahkan bonus uang tunai kepada para atlet dan pelatih yang berhasil meraih medali di beberapa ajang Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) selama tahun 2015 ini. Pemberian bonus yang berlansung di Kantor KONI Aceh diserahkan langsung oleh Ketua Umum KONI Aceh, H. Muzakir Manaf atau Mualem dan Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak,  Aceh serta disaksikan oleh hampir seluruh pengurus harian KONI Aceh.

Perlu diketahui, hingga menuju pertengahan September 2015 Aceh berhasil mengumpulkan enam medali emas, dua perak serta tiga perunggu, dan meloloskan 65 atlet menuju PON XIX Jawa Barat.

Pada Rabu 9 September 2015, Mualem dan Abu Razak menyerahkan langsung bonus untuk atlet dan pelatih, antaralain kepada atlet dan pelatih peraih medali emas cabang menembak beregu yang mendapat uang tunai masing-masing Rp15 juta, peraih medali perunggu cabang menembak beregu Rp5 juta, serta peraih medali emas terjun payung beregu Rp 15 juta, dan atlet atletik peraih medali emas Rp15 juta.

Mualem mengatakan bahwa penyerahan bonus tersebut merupakan realisasi dari komitmen KONI Aceh yang berjanji akan memberikan bonus uang tunai kepada setiap atlet dan pelatih yang mendapatkan medali emas, perak dan perunggu di ajang Pra-PON.

Sebelum penyerahan bonus untuk atlet dan pelatih, Mualem juga memimpin langsung rapat perdana dengan pengurus KONI Aceh yang sebagian mengalami perombakan. Selain diperkenal satu persatu dengan susunan pengurus baru oleh Sekretaris Umum KONI Aceh M. Nasir, pada kesempatan itu Ketua Panitia Pemusatan latihan daerah (Pelatda) Porwil dan Pra-PON juga Bahchtiar Hasan melaporkan perkembangan pelaksanaan Pelatda.

“Sejauh ini ada beberapa cabang  yang sudah selesai mengikuti Pra-PON,” lapor Bachtiar.

Cabang-cabang tersebut adalah, drum band yang mengikuti Pra PON di Medan, Sumatera Utara yang meloloskan 25 atlet menuju PON, dengan peroleh satu medali emas, satu perak dan satu perunggu. Kemudian cabang menembak pada Pra-PON di Jakarta yang meloloskan 14 atlet, juga dengan perolehan satu medali emas, satu perak dan satu perunggu.

Lalu cabang terjun payung di Pra-PON Jawa Barat yang berhasil mendapatkan 18 tiket menuju PON dengan peroleh dua medali emas, satu perak dan dua perunggu. Serta cabang atletik pada Pra-PON di Jakarta yang mendapat dua medali emas, dan cabang golf pada Pra-PON di Jakarta yang meloloskan tiga orang atlet.

“Dalam waktu dekat ini juga akan berlangsung ajan Pra-PON untuk cabang bridge di Batam, serta anggar dan balap sepeda di Bandung,” kata Bachtiar.

Menangapi laporan tersebut Mualem mengingatkan, baik kepada panitia Pelatda maupun pengurus KONI Aceh yang baru dirombak untuk dapat bertanggungjawab penuh sesuai tugasnya masing-masing. “Jangan ada saling menuding, KONI Aceh harus lebih berjaya di masa kehadapan,” kata Mualem.

Sementara itu Abu Razak mengingatkan agar prestasi yang telah cukup baik selama ajang Pra-PON 2015 dapat terus dipertahankan hingga Porwil dan PON 2016 mendatang. Untuk itu ia menekankan agar kerjasama dan kekompakan yang solid selama ini mutlak harus ditingkatkan. “Jangan sampai kita terlena dengan capaian (Pra-PON) selama ini,” kata Abu Razak.

Selain menerima laporan pelaksanaan Pelatda dan Pra-PON, Mualem juga menyinggung mengenai pentingnya pembinaan bibit-bibit atlet Aceh berbakat yang ia yakini banyak terdapat di kabupaten/kota seluruh Aceh. “Mana yang berbakat, coba pantau, kemudian kita bina.”

Pada pertemuan itu salah seorang pengurus KONI Aceh mengusulkan agar olahraga Aceh dapat secara intens terlibat pada even-even tingkat internasional. Aceh harus bisa mewakili sendiri dalam kompetisi antar negara sebagaimana yang tengah dijajaki cabang sepakbola untuk bisa ikut terlibat lansung pada kompetisi Asean Football Confederation (AFC).

Usulan tersebut langsung ditanggapi dengan dukungan penuh oleh Mualem, tidak hanya bagi cabang sepakbola, tapi juga bagi cabang-cabang olahraga lainnya. “Untuk menampakkan Aceh di mata dunia. Ini kebanggan kita,” kata Mualem.[] (mal)

Wali Nanggroe Takziah ke Rumah Teungku Muharuddin

Wali Nanggroe Takziah ke Rumah Teungku Muharuddin

LHOKSUKON – Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar melayat ke rumah almarhum Teungku H Muhammad Harun bin Teungku Manyak, ayahanda Ketua DPR Aceh Teungku Muharuddin, di Gampong Blang Geulumpang, Kecamatan Seuneuddon, Kabupaten Aceh Utara, Kamis, 27 Agustus 2015. Wali Nanggroe turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut.

Teungku H Muhammad Harun menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Banda Aceh, pada Senin, 24 Agustus 2015 sekitar pukul 12.00 WIB.

“Semoga doa, tahlil dan samadiah yang kita sumbangkan pada hari ini menjadi amal tambahan bagi almarhum,” ujar Wali Nanggroe.

Hadir dalam takziah tersebut Wakil Ketua KPA/DPA-PA Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak, Ketua KPA/DPW-PA Pase Tgk. Zulkarnaini bin Hamzah, Ketua KPA/DPW-PA Bireun Tgk. Darwis Djeunieb, Ketua MUNA Tgk. Muhammad Ali, Juru Bicara DPA-PA Suadi Sulaiman alias Adi Laweung, Katibul Wali Nanggroe Aceh Drs. Paradis, M.Si, dan segenap pengurus KPA/DPA-PA Pusat.

Terlihat juga beberapa anggota DPR Aceh, antara lain Wakil Ketua DPR Aceh Drs. H. Sulaiman Abda, M.Si, Ketua Fraksi Partai Aceh Kautsar, S.Hi, Tgk. Khalidi, Adam Mukhlis, Tarmizi, Tgk. Muhammad Isa, Tgk. Usman Peureulak, Ermiadi, ST, Teungku Zainuddin, dan sejumlah anggota DPR Kota Lhokseumawe serta Aceh Utara. Ada juga Kepala Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informasi Aceh Ir. H. Hasanuddin.

Rombongan Wali Nanggroe disambut langsung oleh keluarga besar Teungku Muharuddin, Ketua DPR Kota Lhokseumawe M. Yasir Umar dan keluarga besar KPA/DPW-PA Aceh Utara.[](bna)

Foto: Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar saat melayat ke rumah Tu Sop Jeunib. @Adi Laweung

Foto: Wali Nanggroe Melayat ke Rumah Tu Sop Jeunib

Foto: Wali Nanggroe Melayat ke Rumah Tu Sop Jeunib

BIREUN – Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar beserta jajaran KPA/PA Pusat melayat ke rumah Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab atau dikenal Tu Sop Jeunieb, Pimpinan Dayah Al-Aziziyah, Bireuen, Kamis, 27 Agustus 2015. Tu Sop saat ini dalam kondisi berkabung setelah istrinya, Hj. Mardhiah binti M. Daud meninggal dunia sepekan yang lalu.

“Sangat merasakan duka juga atas musibah yang sedang Tu Sop hadapi sekarang ini. Sehingga dengan alakadar doa, tahlil, dan samadiah yang kita sumbangkan pada hari ini semoga menjadi amal tambahan bagi almarhumah,” ujar Wali Nanggroe Malik Mahmud.[] (Baca selengkapnya: Wali Nanggroe Melayat ke Rumah Tu Sop Jeunib)

wn5 wn4 wn7 wn2 wn3 wn8 wn9 wn10 wn6

Wali Nanggroe Melayat ke Rumah Tu Sop Jeunib

Wali Nanggroe Melayat ke Rumah Tu Sop Jeunib

BIREUN – Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar beserta jajaran KPA/PA Pusat melayat ke rumah Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab atau dikenal Tusop Jeunieb, Pimpinan Dayah Al-Aziziyah, Bireuen, Kamis, 27 Agustus 2015. Tu Sop saat ini dalam kondisi berkabung setelah istrinya, Hj. Mardhiah binti M. Daud meninggal dunia sepekan yang lalu.

“Sangat merasakan duka juga atas musibah yang sedang Tu Sop hadapi sekarang ini. Sehingga dengan alakadar doa, tahlil, dan samadiah yang kita sumbangkan pada hari ini semoga menjadi amal tambahan bagi almarhumah,” ujar Wali Nanggroe Malik Mahmud.

Rombongan yang berangkat dari Banda Aceh tiba di tempat duka sekitar pukul 10.45 WIB. Ikut mendampingi Wali Nanggroe dalam layatan ini, Wakil Ketua KPA/DPA-PA Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak, Juru Bicara DPA-PA Suadi Sulaiman alias Adi Laweung, Katibul Wali Nanggroe Aceh Drs. Paradis, M.Si., dan segenap pengurus KPA/DPA-PA Pusat.

Di tempat duka, rombongan Wali Nanggroe disambut langsung oleh Tu Sop, Ketua KPA/DPW-PA Bireun Darwis Djeunieb, Bupati Bireun H. Ruslan, segenap SKPK Pemerintah Kabupaten Bireun, dan santri Dayah Al-Aziziyah.

Rombongan Wali Nanggroe juga mengagendakan berkunjung ke rumah duka ayahanda Ketua DPR Aceh Teungku Muharuddin di Aceh Utara.[](bna)

Aceh Peringkat Satu Terjun Payung Putaran Pertama Pra PON

Aceh Peringkat Satu Terjun Payung Putaran Pertama Pra PON

TASIKMALAYA – Kontingen Aceh berhasil menduduki peringkat pertama ajang Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) cabang olahraga terjun Payung yang diselenggarakan di Lanud Wiradinata, Tasikmalaya, Jawa Barat. Kejuaraan yang memperebutkan tiket PON XIX 2016 Jawa Barat ini berlangsung sejak 17 hingga 30 Agustus mendatang.

“Alhamdulillah hingga menuju berakhirnya putaran pertama kejuaraan ini, kita berhasil menduduki peringkat pertama,” kata Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, Kamaruddin Abu Bakar, di sela-sela melihat langsung kejuaraan Pra PON di Tasikmalaya, Jumat 21 Agustus 2015. Abu Razak juga didampingi pengurus KONI Aceh, Kennedy Husein.

Pada kejuaraan ini, di bawah asuhan pelatih utama Gintung, dan manajer tim Irvan, Aceh menurunkan sebanyak 15 orang atlet, terdiri atas 10 atlet lelaki dan lima atlet perempuan. Sejauh ini, atlet terjun payung Aceh berhasil mengungguli lawan-lawannya dari provinsi lain. Sedangkan tim terjun payung Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta berada di urutan kedua, disusul tuan rumah Jawa Barat pada urutan ketiga.

“Untuk nomor ketepatan mendarat kategori perempuan sampai saat ini kita (tim Aceh) masih yang terbaik di urutan pertama,” kata Abu Razak. Keunggulan di nomor ini salah satunya berhasil diraih oleh atlet terjun payung perempuan Aceh atas nama Maria.

Kepada para atlet, Abu Razak berharap perolehan nilai yang telah dicapai hingga hari ini dapat terus dipertahankan hingga perebutan medali nantinya. Dengan keunggulan yang dicapai sejauh ini, kepada para atlet Abu Razak mengatakan optimis tim terjun payung Aceh akan berhasil merebut tiket menuju PON.

“Kita bahkan optimis akan mendapatkan medali di PON (2016) nanti,” kata Abu Razak.[]

KONI Aceh Kembali Evaluasi Pelatda Porwil dan Pra PON

KONI Aceh Kembali Evaluasi Pelatda Porwil dan Pra PON

BANDA ACEH – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh kembali mengadakan evaluasi pelaksanaan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) IX 2015 dan Prakualifikasi Pekan OlahRaga Nasional (Pra PON) XIX Jawa Barat 2016, di Gedung KONI Aceh, Banda Aceh, Jumat 14 Agustus 2015.

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak yang didampingi oleh Sekretaris Umum (Sekum) KONI Aceh M. Nasir, M.PA ini juga membicarakan persiapan keberangkatan atlet menuju Porwil dan Pra PON.

Turut hadir pada evaluasi yang ketiga sejak dimulainya Pelatda Aceh tahun 2015 ini antaralain, Ketua Panitia Pelatda Aceh, Bachtiar Hasan yang juga, Bendahara Umum (Bendum) KONI Aceh, Kennedy Husein, Wakil Ketua I, Musa Bintang, serta tim Monitoring Dan Evaluasi (Monev) dari masing-masing cabang olahraga.

Ketua Panitia Pelatda, Bahctiar Hasan dalam laporannya menyebutkan sejauh ini baru empat cabang yang telah melalui Pra PON, dengan perolehan dua medali emas, dua perak dan dua perunggu. “Di cabang golf tiga atlet kita lolos PON,” kata Bachtiar.

Sedangkan di cabang menembak, baru-baru ini para atlet berhasil mendapatkan 14 ticket menuju PON XIX Jawa Barat 2016, usai mengikuti ajang Pra PON 2015 di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Menembak Awang Farouk Cup IV 2015 Kalimantan Timur. “Dan masih ada kesempatan untuk mendapatkan emas di katagori beregu. Ada satu lagi even yaitu Kejurnas Anniversary Jakarta, September mendatang,” lapor Bachtiar.

Selain itu, Bachtiar juga melaporkan, akhir Agustus ini ada lima cabang yang akan melakukan try out ke luar Aceh, yaitu cabang tarung derajat ke Bandung, anggar karate, dan atletik ke Jakarta, dan angkat besi. Sedangkan cabang terjun payung akan segera mengikuti Pra PON pada 15-20 Agustus di Bandung.

Khusus untuk atlet, pelatih dan panitia Pelatda yang selama ini fokus mempersiapkan diri untuk Porwil IX dan Pra PON, Bachtiar mengusulkan dilaksanakannya refreshing untuk menghilangkan jenuh dan menambah semangat latihan yang telah berjalan selama beberapa bulan terakhir ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Pelatda, T. Rayuan Sukma melaporkan, sejauh ini pelaksanaan Pelatda secara umum berjalan lancar, hampir tidak ada kendala berarti. “Hambatan-hambatan kecil yang ada akan segara kita tangani,” kata Rayuan.

Menanggapi laporan Panitia Pelatda, Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak mengatakan, sejauh ini beberapa cabang sudah menunjukkan hasil yang memuaskan, dan beberapa cabang lainnya belum mencapai target yang diinginkan KONI Aceh, namun hal itu kata Abu Razak belum merupakan hasil akhir. Ia menekankan kepada atlet, pelatih dan Pengprov yang bersangkutan untuk terus berusaha meningkatkan prestasi.

“Prestasi kita (di Porwil dan PON XIX) harus meningkat, itu komitmen kita dari KONI. Tolak ukur berhasil atau tidak itu pada Porwil dan PON nanti. Dari sekarang harus bekerja keras, (untuk Porwil) waktu dua bulan lagi,” kata Abu Razak.

Terkait hambatan-hambatan kecil yang ada selama ini, Abu Razak memerintahkan untuk segera diperbaiki. “Kalau ada mekanisme yang perlu diperbaiki, dan itu diperbolehkan secara aturan, bagi saya itu tidak ada masalah. Yang penting jangan sampai salah prosedur,” kata Abu Razak.

Selain evaluasi teknis pelaksanaan Pelatda, rapat tersebut juga membahas beberapa poin lainnya terkait kesiapan keberangkatan atlet menuju Porwil IX Sumatera di Bangka Belitung. Diantaranya, sesegera mungkin mengirimkan tim ke lokasi pelaksanaan Porwil untuk mempersiapkan segala kebutuhan atlet, pelatih dan official.

Di akhir rapat, Sekum KONI Aceh, M. Nasir M.PA menyampaikan poin-poin yang mesti dilaksanakan ke depan. “Diantaranya, panitia Pelatda agar terus melaporkan hasil evaluasi tiap-tiap cabang,” kata Nasir.[] (mal)

Cabang Menembak Aceh Pastikan 14 Tiket ke PON 2016

Cabang Menembak Aceh Pastikan 14 Tiket ke PON 2016

BANDA ACEH – Cabang olah raga menembak Aceh memastikan diri meloloskan 14 atletnya menuju Pekan Olah Nasional (PON) XIX Jawa Barat tahun 2016 mendatang. Kepastian itu diperoleh setelah para atlet menenambak Aceh di bawah binaan Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Aceh dan Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbakin Aceh mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Menembak Awang Farouk Cup IV 2015, di Lapangan Menembak Perbakin di Manggar, Balikpapan Kalimantan Timur, dari tanggal 29 Juli sampai 4 Agustus 2015.

Dari kejuaraan ini squad menembak Aceh di bawah binaan pelatih Amar Makruf berhasil membawa pulang tiga medali; satu medali emas, satu perak dan satu perunggu. Total atlet yang dikirim pada kejuaraan ini berjumlah 14 orang, sembilan diantaranya merupakan atlet yang mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Porwil dan Pra PON oleh KONI Aceh, satu orang atlet yang di-Pelatda mandiri oleh Perbakin Aceh dan empat atlet yang di-Pelatda secara khusus oleh KONI Aceh di Jakarta

“Dan yang paling menggembirakan adalah, selain membawa pulang tiga medali, ke 14 atlet yang kita kirim lolos PON XIX 2016 di Jawa Barat,” kata Ketua Harian Pengprov Perbakin Aceh, Syafriel Antony di sela-sela acara penyambutan atlet menembak Aceh di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kamis, 5 Agustus 2015.

Setiba di bandara, sejumlah atlet menembak Aceh langsung mendapat kalungan bunga dan ucapan selamat dari pengurus Pengprov Perbakin Aceh dan pengurus KONI Aceh. Rona bahagia terlihat dari wajah para atlet, pelatih dan official tim.

Turut Hadir pada acara penyambutan tersebut antara lain, Ketua Pelatda Porwil dan Pra PON Aceh yang juga Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Aceh Bachtiar Hasan, Bendahara KONI Aceh Kennedy Husein, Wakil Ketua Bidang Litbang KONI Aceh T. Rayuan Sukma, dan sejumlah pengurus KONI Aceh lainnya serta pengurus Pengprov Perbakin Aceh.

Adapun atlet yang memperoleh medali pada Kejurnas Menembak Awang Farouk Cup IV 2015 adalah, satu medali emas di kelas Air Pistol Junior Putri Beregu oleh Derli Amalia Putri, Noer Oktaviana Maliza, dan Cut Eka Maulidia. Kemudian satu perak di Kelas Center Fire Putra Beregu oleh Lantik, Usman, dan Iman S. Lubis. Serta satu perunggu di Kelas Air Pistol Junior Putri Perseorangan oleh Derli Amalia Putri. Selain itu juga didapat hasil bahwa ke 14 atlet menembak Aceh tersebut melewati Minimum Quality Score (MQS) yang merupakan syarat wajib untuk lolos ke PON.

Syafriel mengatakan atlet menembak Aceh masih punya kesempatan untuk menambah koleksi tiket lolos PON XIX 2016 Jawa Barat pada Kejurnas Anniversary Jakarta, yang rencananya akan berlangsung dari 17 hingga 21 September 2015.

“Perbakin Aceh tetap bertekad ingin menyumbang lagi medali, seperti di PON XVIII Riau 2012 lalu yang meraih tiga perunggu,” kata Syafriel. Kepada KONI Aceh, Syafriel mengatakan, Pengprov Perbakin mengucapkan terimakasih atas pelaksanaan Pelatda, khususnya untuk cabang menembak yang sejauh ini telah menunjukkan prestasi yang cukup baik.

Sementara itu Ketua Panitia Pelatda Porwil dan Pra PON Aceh, Bachtiar Hasan mengapresiasi prestasi yang telah diraih cabang menembak. “Kita berharap prestasi ini dapat diikuti oleh cabang-cabang olah raga lainnya,” ujar Bachtiar.

Para atlet dan pelatih menembak ini nantinya direncakan akan bertemu langsung Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak dan Ketua Umum KONI Aceh H. Muzakir Manaf atau Mualem. Sesuai yang dijanjikan oleh Ketua Umum KONI Aceh, setiap atlet yang memperoleh medali emas di ajang Pra PON akan mendapatkan bonus uang tunai.[](bna)

Terkait Rohingya, Cekmad: Kami Siap Menampung Seumur Hidup

Terkait Rohingya, Cekmad: Kami Siap Menampung Seumur Hidup

LHOKSUKON– Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib atau Cek Mad mengatakan, pemerintahannya siap menampung pengungsi muslim Rohingya berapapun lamanya, sampai mereka mendapatkan suaka dari negara ketiga.

Hal itu diungkapkan Cek Mad pada acara halal bihalal relawan di Shelter Rohingya Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Rabu 29 Juli 2015.

Cek Mad mengaku paham betul bagaimana kondisi di tempat asal warga Rohingya di Myanmar yang sampai saat ini belum kondusif untuk ditempati. Selama ini, tambahnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tidak mengalami kendala apapun dalam hal stokc makanan atau kebutuhan lainnya bagi pengungsi Rohingya.

“Jika disetujui oleh pemerintah pusat, kami siap menampung mereka seumur hidup di sini,” kata Cekmad.

Ia mengaku sudah memerintahkan dinas terkait untuk memindahkan para pengungsi dari penampungan sementara ke shelter yang telah selesai dibangun. Khususnya kepada santri, Cek Mad menghimbau agar mereka menjadi penggerak utama pendidikan agama bagi para pengungsi.

Saat ini Pemerintah Aceh Utara sudah menyediakan lahan seluas lima hektar untuk pembangunan shelter dengan 120 kamar, yang ditempati oleh 300 lebih pengungsi Rohingya. Lokasi ini dilengkapi berbagai sarana, seperti kamar mandi dan air bersih yang memadai, sarana belajar bagi anak-anak, serta tempat ibadah seperti musala.

Sementara warga Banglades ditampung di gedung bekas Kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe. [] (mal)

Foto: Cek Mad saat mengunjungi Shelter pengungsi di Blang Adoe