Author: MURDANI ABDULLAH

Banleg DPR Aceh Konsultasi Raqan BPRS Mustaqim di Kemendagri

Banleg DPR Aceh Konsultasi Raqan BPRS Mustaqim di Kemendagri

BANDA ACEH – Badan Legislasi (Banleg) DPR Aceh menggelar konsultasi Rancangan Qanun (Raqan) Perseroan Terbatas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Mustaqim ke Kemendagri, Jumat 9 Oktober 2015.

Konsultasi ini dipimpin Ketua Banleg DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, serta dihadiri Ketua Komisi I Abdullah Saleh, serta anggota Bardan Sahidin.

Rombongan DPR Aceh ini diterima oleh Kasubdit BUMN dan Kasi BUMD, Emile Girgio Boeky, ST, MSI, serta para pejabat Kemendagri lainnya. Bertemuan berlangsung di Gedung F Kemendagri.

“Kemendagri sangat mendukung beradaan Raqan ini dan diharapkan segera jadi qanun Aceh untuk meningkatkan sector ril UMKM,” kata Iskandar Usman kepada portalsatu.com, Jumat 9 Oktober 2015.

Sebelumnya, kata Iskandar, pihaknya juga bertemu dengan pengurus Persatuan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo).

“Kami diterima oleh Ketua Perbarindo Joko Suyanto dan pengurus di Kantor Perbarindo Pusat, Jalan M.T Haryono Menara Hijau Kav 33, Lantai 5. Kami banyak menerima masukan dari mereka,” kata Iskandar.

“Raqan ini hampir rampung dan bisa segera disahkan nantinya bersama sejumlah Raqan lainnya,” kata mantan aktivis mahasiswa ini. [] (mal)

Jubir KPA: Jangan Lagi Mengutip Upeti dengan Dalih Perjuangan

Jubir KPA: Jangan Lagi Mengutip Upeti dengan Dalih Perjuangan

BANDA ACEH – Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Mukhlis Abee, mengintruksikan mantan GAM di seluruh Aceh, terutama yang bernaung di bawah Komite Peralihan Aceh (KPA) agar tidak mengutip upeti dalam bentuk apapun dengan tujuan apapun, baik terkait dana desa maupun dana proyek-proyek pemerintah serta bisnis swasta.

Pernyataan ini disampaikan terkait dengan adanya dugaan pengutipan upeti atas dana desa oleh oknum mantan GAM di Aceh Utara.

“Pimpinan KPA pusat mengecam keras perbuatan tersebut,” kata Mukhlis Abee dalam siaran persnya, Jumat 9 Oktober 2015.

“Jangan lagi mengutip upeti atau pajak nanggroe dengan dalih perjuangan, apalagi mengatasnamakan anak yatim dan korban konflik. Pimpinan KPA tidak mentoleril jika ada oknum yang terbukti melakukan perbuatan tersebut dan pihak kepolisian tentu harus memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya lagi.

Kepada masyarakat Aceh, Mukhlis Abee juga menghimbau agar tidak perlu ragu melapor kepada pihak kepolisian apabila melihat dan mengetahui adanya praktek pungli atau upeti oleh siapapun, termasuk dilakukan oleh pihak mantan GAM.

“Kami juga mengintruksikan kepada pimpinan KPA wilayah (kabupaten dan kota) di seluruh Aceh agar mengawasi dan mengendalikan seluruh anggotanya sehingga tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum dan bertentangan dengan kebijakan KPA,” katanya. [] (mal)

Soal APBA Perubahan, DPR Aceh Minta Input dari TAPA Dipercepat

Soal APBA Perubahan, DPR Aceh Minta Input dari TAPA Dipercepat

BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh meminta proses input di Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) dipercepat. Tujuannya, agar pengesahan APBA Perubahan 2015 dapat segera dilaksanakan.

“Ini agar proses APBA Perubahan 2015 segera selesai, agar kita bisa segera membahas RAPBA 2016,” kata Ketua Badan Legislasi DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, Jumat, 9 Oktober 2015.

“Kalau bicara di jadwal, ini sudah memasuki jadwal pembahasan APBA murni 2016,” ujar mantan aktivis mahasiswa ini.

Katanya, keterlambatan ini juga akan berimbas pada pembahasan RAPBA 2015. “Padahal, kalau sesuai jadwal, APBA yang disahkan pun lebih berkualitas. Demikian juga dengan serapan anggaran nantinya. SKPA bisa bekerja maksimal,” kata Iskandar.

“Sekali lagi kita meminta TAPA untuk mempercepat proses input sehingga ini cepat selesai,” ujar politisi Partai Aceh ini. [] (mal/*sar)

Pembahasan APBA Perubahan Belum Selesai, Ini Sebabnya

Pembahasan APBA Perubahan Belum Selesai, Ini Sebabnya

BANDA ACEH – Pembahasan APBA Perubahan 2015 belum juga usai hingga pekan kedua, Oktober 2015. Padahal, sebelumnya pembahasan tersebut ditargetkan selesai akhir September 2015.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Badan Legislasi DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, kepada portalsatu.com, Jumat, 9 Oktober 2014.

“Belum. Masih input untuk RKA di TAPA. Pembahasan di DPR Aceh sudah selesai dan diserahkan kembali ke TAPA,” kata Iskandar.

“Di DPR Aceh, pembahasan di level komisi bersama mitra masing-masing. Kalau ada perbedaan pendapat dalam memang ada. Itu tak lain untuk proses rasionalisasi,” kata politisi Partai Aceh ini lagi. [] (mal/*sar)

“Itu Bang Yan Habis dengan Anda, Duduk dengan Mualem”

“Itu Bang Yan Habis dengan Anda, Duduk dengan Mualem”

BANDA ACEH – Pejabat Gubernur Kalimantan Selatan, Tarmizi Karim, mengaku mendapat banyak telepon usai Sofyan Dawood bertemu dengan Muzakir Manaf.

Hal ini disampaikan Tarmizi Karim kepada portalsatu.com di Warkop 3 In I Kota Banda Aceh, Kamis 8 Oktober 2015.

“Banyak juga yang menanyakan ke saya; Itu Bang Yan habis duduk dengan Anda, duduk dengan Mualem,” kata Tarmizi Karim yang mengulang pertanyaan warga Aceh kepada dirinya.

Katanya, pertanyaan tersebut rata-rata disampaikan warga Aceh yang menjadi pendukung dirinya untuk maju di Pilkada 2017.

“Kalau saya berpikirnya begini, itulah yang dilakukan komunikasi politik. Yang dia inginkan adalah tokoh-tokoh yang bagus membangun Aceh. Bukan berarti duduk dengan Mualem, mendukung Mualem kan?” kata Tarmizi Karim.

“Dia duduk dengan saya, bukan berarti saya satu-satunya. Demikian juga saat Bang Yan duduk dan bertemu dengan Mualem, bukan berarti meninggalkan saya,” ujar mantan Bupati Aceh Utara ini lagi. [] (mal)

Tarmizi Karim Mengaku Tak Pernah Menjanjikan Apapun untuk Sofyan Dawood

Tarmizi Karim Mengaku Tak Pernah Menjanjikan Apapun untuk Sofyan Dawood

BANDA ACEH – Pejabat Gubernur Kalimantan Selatan, Tarmizi A. Karim, mengaku tak pernah menjanjikan apapun kepada Sofyan Dawood sehingga sosok tersebut mendukungnya. Hal ini diungkapkan Tarmizi Karim kepada portalsatu.com di Warkop 3 In 1, Kamis siang, 8 Oktober 2015.

“Saya tidak menjanjikan apapun dengan dia,” kata Tarmizi Karim.

Sebelumnya, Tarmizi A. Karim juga mengaku tetap akan maju sebagai calon gubernur Aceh di Pilkada 2017.

“Oh, iya (maju-red),” kata Tarmizi Karim.

Untuk itu, Tarmizi Karim mengaku sudah menjalin komunikasi politik dengan sejumlah partai lokal dan nasional.

“Oh, saya punya link, baik di lokal maupun nasional terkait partai tadi dan dalam politik tadi, kita kan melakukan komunikasi politik,” kata mantan Bupati Aceh Utara ini. [] (mal)

[Wawancara] Tarmizi Karim: Bertemu Mualem, Bukan Berarti Bang Yan Meninggalkan Saya!

[Wawancara] Tarmizi Karim: Bertemu Mualem, Bukan Berarti Bang Yan Meninggalkan Saya!

PEJABAT Gubernur Kalimantan Selatan, Tarmizi A. Karim berada di Aceh, Kamis, 8 Oktober 2015. Ia juga menemani Mendagri Tjahjo Kumolo saat ngopi di Warkop 3 In 1, Kota Banda Aceh.

Di sela-sela kegiatannya, Tarmizi Karim bersedia menerima wartawan portalsatu.com, Murdani Abdullah, untuk wawancara seputar rencananya maju sebagai calon Gubernur Aceh di Pilkada 2017.

Berikut petikan wawancara tersebut:

Sofyan Dawood kabarnya mendukung Anda di Pilkada 2017. Apa tanggapan Anda?

Begini, sebagai orang yang memahami perjalanan masa lalu di Aceh kan, baik PA, dia (Sofyan Dawood-red) mengikutilah semua perkembangan.

Dia masuk dalam perjalanan itu kan, sebagai tim sukses dan pembantu Irwandi (saat Pilkada 2012-red). Artinya dia melihat, merasakan, dan berkesimpulan.

Dalam perjalanan itu, (dulu) dia pernah mengungkapkan kepada saya. Kata Bang Yan (Sofyan Dawood-red), “Saya sudah menjalani semua perjalanan, saya katakan kepada abang (Tarmizi Karim-red), bahwa abang ada-lah porsi tersendiri dalam mengabdi pada pembangunan. Biarlah orang-orang ini yang masuk dalam pemerintahan di Aceh”. Kemudian saya kan,Oke.”

Tapi kemudian Bang Yan datang lagi sekarang. Dia kembali mengatakan, “Bang sudah bang. Abang sudah cukuplah mengabdi di luar, sekarang abang kembalilah ke Aceh. Kenapa? Banyak tokoh-tokoh Aceh seperti abang, beberapa orang.”

Dia sebutkan Pak Irwandi, Pak Muzakir, beberapa orang lah, tokoh nasional. Jadi Bang Yan berkata lagi, “Abang harus memperkuat kesebelasan-kesebelasan itu untuk membangun Aceh ke depan.”

Oleh karena itu, saya lihat pemikiran bagus, saya akomodir. Dia sering datang ke saya, diskusi bagaimana memecahkan persoalan di Aceh.

Ada informasi, Anda akan maju dengan NasDem?

Saya begini. Saya katakan bahwa semua partai-partai nasional kita lakukan pendekatan-pendekatan. Walaupun saya orang dalam birokrasi. Tentu saya bermain dalam etika dan aturan yang ada.

Saya memegang dua-dua itu. Pertama, memegang posisi saya sebagai pejabat. Yang kedua, etika-etika tadi. Saya punya pimpinan, sebagai staf Kemendagri, misalnya. Saya kan enggak bisa mengungkapkan apa saja.

Apa sudah ada tawaran untuk maju dari partai politik tertentu untuk Pilkada Aceh?

Oh, saya punya link, baik di lokal maupun nasional terkait partai tadi dan dalam politik tadi, kita kan melakukan komunikasi politik.

Wakilnya nanti dari NasDem?

Itu belum.

Jadi calon wakilnya masih terbuka untuk semua partai?

Saya punya link dengan semua partai politik.

Terkait pertemuan Sofyan Dawood dan Mualem, apa tanggapan Anda?

Bang Sofyan berpikir begini. Tokoh-tokoh yang mampu di Aceh itu selalu di-support. Dia mengungkapkan kepada saya, bahwa ingin membangun Aceh.

Saya tidak menjanjikan apapun dengan dia.

Apakah pertemuan Mualem dan Sofyan Dawood memengaruhi sikap politik Anda?

Dia duduk dengan saya, bukan berarti saya satu-satunya. Demikian juga saat Bang Yan duduk dan bertemu dengan Mualem, bukan berarti meninggalkan saya.

Banyak juga yang menanyakan ke saya, “Itu Bang Yan habis duduk dengan Anda, duduk dengan Mualem.” Kalau saya berpikirnya begini, itulah yang dilakukan komunikasi politik. Yang dia inginkan adalah tokoh-tokoh yang bagus membangun Aceh. Bukan berarti duduk dengan Mualem, mendukung Mualem kan?[]

Tarmizi Karim: Saya Punya Link dengan Semua Partai Politik

Tarmizi Karim: Saya Punya Link dengan Semua Partai Politik

BANDA ACEH – Pejabat Gubernur (Pj) Kalimantan Selatan, Tarmizi A. Karim, mengaku tetap akan maju sebagai calon Gubernur Aceh di Pilkada 2017.

“Oh, saya punya link, baik di lokal maupun nasional terkait partai tadi dan dalam politik tadi, kita kan melakukan komunikasi politik,” kata Tarmizi Karim kepada portalsatu.com di Warkop 3 In 1, Kota Banda Aceh, Kamis, 8 Oktober 2015.

“Saya punya link dengan semua partai politik,” kata Tarmizi Karim lagi.

Tarmizi Karim mengaku sedang melakukan penjajakan dengan semua partai politik.

“Saya begini. Saya katakan bahwa semua partai-partai nasional kita lakukan pendekatan-pendekatan. Walaupun saya orang dalam birokrasi. Tentu saya bermain dalam etika dan aturan yang ada,” kata Tarmizi Karim.

“Saya memegang dua-dua itu. Pertama, memegang posisi saya sebagai pejabat. Yang kedua, etika-etika tadi. Saya punya pimpinan, sebagai staf Kemendagri, misalnya. Saya kan enggak bisa mengungkapkan apa saja,” kata mantan Bupati Aceh Utara ini.

Saat ditanya soal isu bahwa calon wakilnya adalah kader Partai NasDem Aceh, Tarmizi Karim berkomentar singkat.

“Itu belum,” kata Tarmizi Karim. [] (mal)

Diisukan Gandeng Kader NasDem Sebagai Wakil, Ini Kata Tarmizi Karim

Diisukan Gandeng Kader NasDem Sebagai Wakil, Ini Kata Tarmizi Karim

BANDA ACEH – Pejabat Gubernur (Pj) Kalimantan Selatan, Tarmizi A. Karim, mengaku tetap akan maju sebagai calon Gubernur Aceh di Pilkada 2017. Namun soal calon wakilnya, Tarmizi Karim masih merahasiakannya.

“Saya begini. Saya katakan bahwa semua partai-partai nasional kita lakukan pendekatan-pendekatan. Walaupun saya orang dalam birokrasi. Tentu saya bermain dalam etika dan aturan yang ada,” kata Tarmizi Karim kepada portalsatu.com di Warkop 3 In 1, Kota Banda Aceh, Kamis, 8 Oktober 2015.

“Saya memegang dua-dua itu. Pertama, memegang posisi saya sebagai pejabat. Yang kedua, etika-etika tadi. Saya punya pimpinan, sebagai staf Kemendagri, misalnya. Saya kan enggak bisa mengungkapkan apa saja,” kata mantan Bupati Aceh Utara ini.

Saat ditanya soal isu bahwa calon wakilnya adalah kader Partai NasDem Aceh, Tarmizi Karim berkomentar singkat.

“Itu belum,” kata Tarmizi Karim. [] (mal)

Tarmizi Karim Tetap Bakal Maju di Pilkada Aceh 2017

Tarmizi Karim Tetap Bakal Maju di Pilkada Aceh 2017

BANDA ACEH – Pejabat Gubernur (Pj) Kalimantan Selatan, Tarmizi A. Karim, mengaku tetap akan maju sebagai calon gubernur Aceh di Pilkada 2017. Hal ini diungkapkan Tarmizi Karim kepada portalsatu.com di Warkop 3 In 1, Kota Banda Aceh, Kamis, 8 Oktober 2015.

“Oh, iya (maju-red),” kata Tarmizi Karim.

Untuk itu, Tarmizi Karim mengaku sudah menjalin komunikasi politik dengan sejumlah partai lokal dan nasional.

“Oh, saya punya link, baik di lokal maupun nasional terkait partai tadi dan dalam politik tadi, kita kan melakukan komunikasi politik,” kata mantan Bupati Aceh Utara ini.

Namun Tarmizi Karim masih merahasiakan dari partai politik mana dirinya bakal mencalonkan diri sebagai Cagub Aceh. “Itu belum,” kata Tarmizi Karim. [] (mal)